Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Durasi Puasa Ramadhan 2026 Terlama dan Tersingkat di Berbagai Negara, Ini Perkiraan Waktunya

Kompas.com, 15 Februari 2026, 21:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pertanyaan mengenai durasi puasa harian kembali mengemuka menjelang dimulainya bulan Ramadhan 2026.

Umat Islam di berbagai belahan dunia menanti kepastian awal bulan suci sekaligus memperkirakan lama waktu menahan diri dari fajar hingga Maghrib.

Perbedaan letak geografis menjadi faktor utama yang memengaruhi panjang siang di setiap negara.

Setelah beberapa tahun bertepatan dengan musim panas, Ramadhan tahun ini diproyeksikan menghadirkan durasi puasa yang lebih moderat.

Dilansir dari Saudi Gazette, berdasarkan estimasi astronomi, puasa Ramadhan 2026 di berbagai negara diperkirakan dimulai pada Kamis, 19 Februari. Sementara Hari Raya Idul Fitri diprediksi jatuh pada Jumat, 20 Maret, dengan catatan menunggu hasil rukyatul hilal di masing-masing negara. 

Baca juga: Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Terpendek di Dunia selama Ramadhan 2025

Ramadhan 2026 Jatuh di Akhir Musim Dingin

Penetapan waktu tersebut menempatkan Ramadhan di akhir musim dingin dan awal musim semi di belahan bumi utara.

Kondisi ini membuat durasi siang relatif lebih seimbang dan suhu udara lebih sejuk dibandingkan ketika Ramadhan berlangsung pada musim panas.

Di sebagian besar negara Arab, durasi puasa diperkirakan berkisar antara 12 hingga 13 jam per hari.

Baca juga: Sabang jadi Kota dengan Durasi Puasa Terlama di Indonesia, Sabu Barat di NTT Tercepat

Rentang ini menjadikan Ramadhan 2026 sebagai salah satu periode puasa yang relatif lebih ringan dalam beberapa tahun terakhir.

Seiring berjalannya waktu, durasi puasa akan bertambah beberapa menit secara bertahap.

Pada hari-hari terakhir Ramadhan, waktu puasa diperkirakan sedikit lebih panjang dibandingkan awal bulan.

Pengaruh Letak Geografis terhadap Durasi Puasa

Durasi puasa berbeda di setiap negara karena dipengaruhi garis lintang dan posisi geografis.

Negara-negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa memiliki panjang siang yang relatif stabil sepanjang tahun.

Sebaliknya, negara di belahan bumi utara dan selatan dengan lintang lebih tinggi mengalami variasi musim yang lebih ekstrem.

Di sebagian besar wilayah Arab, waktu puasa diperkirakan sekitar 12 jam 40 menit dan mendekati 13 jam pada akhir Ramadhan.

Di luar kawasan tersebut, terutama di wilayah yang lebih utara, durasi puasa cenderung lebih panjang.

Di Amerika Serikat, umat Islam di New York diperkirakan menjalani puasa sekitar 12 setengah jam pada awal Ramadhan dan melampaui 13 jam menjelang akhir bulan.

Di Eropa seperti Inggris, Jerman, dan negara-negara Skandinavia, durasi puasa lebih panjang karena letaknya di lintang tinggi, meski tidak sepanjang beberapa tahun sebelumnya.

Di wilayah utara ekstrem seperti Rusia bagian utara, Greenland, dan Islandia, umat Islam pada tahun-tahun sebelumnya pernah menghadapi durasi puasa lebih dari 16 jam atau siang yang sangat singkat.

Dalam kondisi demikian, sebagian mengikuti jadwal kota terdekat dengan durasi lebih moderat atau menggunakan waktu Kota Makkah sebagai acuan.

Negara dan Perkiraan Durasi Puasa Ramadhan 2026

Dikutip dari laman Al Jazeera, berikut perkiraan durasi puasa Ramadhan 2026 di sejumlah kota di dunia: 

  1. Malaysia (Kuala Lumpur): 13 jam 15 menit
  2. Indonesia (Jakarta): 13 jam 16 menit
  3. Thailand (Bangkok): 13 jam 17 menit
  4. Amerika Serikat (Washington, DC): 13 jam 18 menit
  5. Arab Saudi (Riyadh): 13 jam 24 menit
  6. Qatar (Doha): 13 jam 24 menit
  7. Uni Emirat Arab (Dubai): 13 jam 24 menit
  8. Palestina (Gaza): 13 jam 26 menit
  9. Jepang (Tokyo): 13 jam 31 menit
  10. Mesir (Kairo): 13 jam 31 menit
  11. Argentina (Buenos Aires): 13 jam 33 menit
  12. Australia (Canberra): 13 jam 43 menit
  13. Selandia Baru (Christchurch): 13 jam 46 menit
  14. Inggris (London): 13 jam 58 menit
  15. Belanda (Amsterdam): 14 jam 03 menit
  16. Jerman (Berlin): 14 jam 04 menit
  17. Finlandia (Helsinki): 14 jam 31 menit
  18. Islandia (Reykjavik): 15 jam 03 menit
  19. Greenland (Nuuk): 15 jam 03 menit

Wilayah Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand memiliki waktu puasa relatif lebih singkat karena berada dekat garis khatulistiwa. Panjang siang di kawasan ini cenderung stabil sepanjang tahun, sehingga fluktuasi durasi puasa tidak terlalu ekstrem.

Durasi puasa terpanjang dalam daftar tersebut adalah Greenland dan Islandia yang berada di lintang tinggi di belahan bumi utara.

Semakin jauh suatu wilayah dari garis khatulistiwa, semakin besar variasi panjang siang dan malamnya, terutama menjelang musim semi dan panas.

Jerman (Berlin) dan Inggris (London) juga mencatat durasi lebih panjang dibandingkan kawasan Asia dan Timur Tengah karena faktor lintang geografis.

Secara keseluruhan, durasi puasa Ramadhan 2026 diperkirakan lebih seimbang dan relatif mudah dijalani secara fisik oleh mayoritas umat Islam di berbagai negara.

Kombinasi panjang siang yang moderat dan suhu yang lebih bersahabat menjadi faktor pendukung utama dibandingkan periode Ramadhan pada musim panas sebelumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com