Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Model Baju Lebaran 2026 Wanita Terbaru: Dari “Gamis Bini Orang” hingga Minimalis Elegan

Kompas.com, 25 Februari 2026, 09:53 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Pencarian model baju lebaran 2026 wanita terbaru mulai meningkat menjelang Ramadan. Tren tahun ini tak hanya menghadirkan desain yang anggun dan flowy, tetapi juga nama-nama koleksi unik yang viral di pusat grosir.

Di Pasar Tanah Abang, geliat belanja sudah terasa. Pengunjung berburu model gamis terbaru dengan detail yang semakin berani, namun tetap memancarkan kesan sopan dan elegan khas busana muslimah.

Berikut tren yang diprediksi akan mendominasi Lebaran 2026.

1. Viral! Gamis “Bini Orang” dan “Mertua Series

Salah satu yang mencuri perhatian adalah koleksi bertajuk “Gamis Bini Orang”. Meski namanya unik, desainnya justru elegan dan feminin.

Ciri khasnya:

  • Model berlapis atau bertingkat (undak-undak)
  • Detail layering menyatu
  • Potongan jatuh yang anggun

Efeknya memberikan siluet lebih berisi dan mewah saat dipakai bersilaturahmi.

Baca juga: Tren Gamis Lebaran 2026: Siluet Elegan, Detail Mewah, dan Sentuhan Modern dalam Balutan Abaya

Sementara itu, “Mertua Series” hadir dengan konsep lebih praktis. Model ini dilengkapi rompi (vest) lepas-pasang, sehingga bisa dipakai dalam dua gaya berbeda.

Cocok untuk Anda yang ingin tampil formal saat salat Id, lalu tampil lebih santai saat kumpul keluarga.

Tak ketinggalan, motif Melayu tetap menjadi best seller karena memberi sentuhan klasik yang timeless.

Model baju lebaran 2026 wanita terbaru: Gamis Bini Orang dan Mertua SeriesIlustrasi dibuat AI Model baju lebaran 2026 wanita terbaru: Gamis Bini Orang dan Mertua Series

2. Siluet Flowy dan Sentuhan Minimalis

Tahun 2026 menghadirkan perpaduan desain bold dan klasik minimalis.

Tren yang menonjol:

Siluet Flowy

Gamis dengan potongan longgar dan jatuh tetap menjadi favorit. Selain nyaman dipakai seharian, model ini juga memberi kesan anggun tanpa terlihat berlebihan.

Katun Border dan Bordir Etnik

Bahan katun dengan detail bordir (katun border) diprediksi jadi tren besar. Motifnya memberi kesan etnik, namun tetap modern saat dipadukan warna-warna lembut seperti sage green, dusty pink, dan ivory.

Ceruti dan Rajut Halus

Untuk anak muda, gamis ceruti dengan furing ringan serta atasan rajut impor Bangkok menjadi pilihan stylish namun tetap simpel.

Model baju lebaran 2026 terbaru wanita: Siluet Flowy dan Sentuhan Minimalis.Ilustrasi dibuat AI Model baju lebaran 2026 terbaru wanita: Siluet Flowy dan Sentuhan Minimalis.

3. Model Inklusif: Dari All Size hingga Jumbo

Kabar baiknya, tren model baju lebaran 2026 wanita terbaru semakin inklusif. Banyak brand menghadirkan ukuran:

  • All size
  • XXL hingga jumbo

Selain gamis, model yang juga diminati:

  • Setelan tunik modern
  • Midi dress katun rayon
  • Dress minimalis dua warna

Bahan katun rayon menjadi favorit karena adem dan cocok untuk cuaca tropis saat Lebaran.

Model Baju Lebaran 2026 Wanita Terbaru: Model Inklusif Dari All Size hingga Jumbo.Ilustrasi dibuat AI Model Baju Lebaran 2026 Wanita Terbaru: Model Inklusif Dari All Size hingga Jumbo.

4. Kisaran Harga yang Beragam

Dari segi harga, pilihan sangat fleksibel:

  • Gamis simpel: mulai Rp100.000
  • Model layering premium: Rp355.000–Rp395.000
  • Koleksi eksklusif bordir detail: bisa lebih tinggi tergantung bahan

Harga biasanya dipengaruhi oleh tingkat kerumitan layer, kualitas bahan, serta detail bordir.

Tips Memilih Baju Lebaran 2026

Agar tidak salah pilih, perhatikan hal berikut:

  • Pilih bahan adem dan tidak panas
  • Pastikan potongan sesuai bentuk tubuh
  • Coba warna yang sedang tren, tapi tetap cocok dengan skin tone
  • Prioritaskan kenyamanan, bukan hanya tampilan

Lebaran adalah momen kebersamaan. Busana yang tepat akan membuat Anda tampil percaya diri tanpa mengorbankan kenyamanan.

Baca juga: Baju Lebaran 2026, Ini 3 Gamis Mertua Series Saingi Gamis Bini Orang

Kesimpulan

Tren model baju lebaran 2026 wanita terbaru menghadirkan kombinasi unik antara desain viral seperti “Gamis Bini Orang” dan gaya klasik minimalis yang elegan.

Mulai dari layering anggun, rompi lepas-pasang, hingga katun border etnik, semuanya menawarkan karakter berbeda sesuai kepribadian pemakainya.

Yang terpenting, pilihlah busana yang membuat Anda nyaman, sopan, dan tetap bersinar di hari kemenangan.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Miyos Gangsa Dimulai, Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta Menyambut Maulid Nabi 2026
Miyos Gangsa Dimulai, Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta Menyambut Maulid Nabi 2026
Aktual
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Rp 6,87 Triliun
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Rp 6,87 Triliun
Aktual
Kirab Merah Putih, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman
Kirab Merah Putih, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Benarkah Membuat Malaikat Tidak Masuk Rumah?
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Benarkah Membuat Malaikat Tidak Masuk Rumah?
Aktual
Masjid Tua Wapauwe, Jejak Sejarah Islam di Maluku yang Bertahan Sejak 1414
Masjid Tua Wapauwe, Jejak Sejarah Islam di Maluku yang Bertahan Sejak 1414
Aktual
Thaharah Sebelum Shalat: Cara Bersuci, Najis yang Dibersihkan, Jenis Air, hingga Aturan Tayamum
Thaharah Sebelum Shalat: Cara Bersuci, Najis yang Dibersihkan, Jenis Air, hingga Aturan Tayamum
Aktual
Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya
Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya
Aktual
Menag: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Toleransi Indonesia Perlu Dikenalkan ke Dunia
Menag: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Toleransi Indonesia Perlu Dikenalkan ke Dunia
Aktual
Baznas-BKKBN Sinergikan Zakat untuk Perkuat Ekonomi 37.000 Kelompok Usaha
Baznas-BKKBN Sinergikan Zakat untuk Perkuat Ekonomi 37.000 Kelompok Usaha
Aktual
Persiapan Muktamar Ke-35 NU Capai 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Disiapkan
Persiapan Muktamar Ke-35 NU Capai 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Disiapkan
Aktual
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Wajib Dilakukan Usai Muktamar Ke-35 NU
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Wajib Dilakukan Usai Muktamar Ke-35 NU
Aktual
Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasan Sunnah Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW
Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasan Sunnah Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW
Aktual
Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Aktual
Menag Dukung Guru PPPK Jadi Penuh Waktu dan PNS di 2027: Ini Detailnya
Menag Dukung Guru PPPK Jadi Penuh Waktu dan PNS di 2027: Ini Detailnya
Aktual
Mengenal Huruf Hijaiyah: Jumlah, Urutan, dan Cara Membacanya
Mengenal Huruf Hijaiyah: Jumlah, Urutan, dan Cara Membacanya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar