Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Trend Baju Lebaran 2026, Berapa Harga Gamis Bini Orang di Pasar Tanah Abang?

Kompas.com, 28 Februari 2026, 18:49 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Tren baju Lebaran 2026 mulai terlihat sejak awal Ramadhan dengan munculnya sejumlah model viral di pusat grosir.

Salah satu yang paling banyak diburu adalah “Gamis Bini Orang” yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Model ini kini meramaikan lapak pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Fenomena tersebut membuat banyak pemburu busana muslim mulai mencari tahu harga dan ketersediaan stok menjelang Idul Fitri 2026.

Baca juga: Penyebab “Gamis Bini Orang” Viral Jelang Lebaran 2026, Tampil Classy dengan harga Terjangkau

Apa itu Gamis Bini Orang?

Dilansir dari Tribunnews.com, “Gamis Bini Orang” salah satu tren baju Lebaran 2026 diprediksi menjadi yang paling populer karena mengusung konsep elegan dan minimalis.

Berbeda dengan model tahun sebelumnya yang cenderung penuh motif, gamis ini tampil dengan desain monokrom tanpa corak ramai.

Warna-warna lembut atau soft menjadi pilihan utama. Burgundy disebut-sebut sebagai warna yang paling tren tahun ini.

Tampilan sederhana namun tetap berkelas membuat model ini diminati untuk momen silaturahmi saat hari raya.

Baca juga: Tren Lebaran 2026: Model Gamis Bini Orang Clean Classy untuk Sungkeman

Daftar Harga Gamis Bini Orang di Tanah Abang

Sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang telah merilis daftar harga untuk koleksi viral tersebut. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung jumlah pembelian.

Berikut rincian harga “Gamis Bini Orang”:

  • Harga satuan: Rp150.000 per potong
  • Harga grosir: Rp135.000 per potong dengan minimal pembelian 3–4 potong
  • Harga kodian: Rp125.000 per potong untuk pembelian partai besar

Skema harga grosir dan kodian menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli yang ingin berbelanja dalam jumlah banyak.

Nama Unik dan Desain Jadi Strategi Penjualan Baju Lebaran

Para pedagang mengakui pemilihan nama yang unik menjadi strategi untuk menarik perhatian pembeli. Selain itu, model yang kalem dan dewasa dinilai sesuai dengan selera pasar saat ini.

Dilansir dari TribunJakarta.com, pemilik toko Nomi & Umi di Blok B Tanah Abang, Jerry, mengatakan nama tersebut memang sengaja dibuat agar mudah diingat.

“Namanya memang nyeleneh buat menarik pembeli. Yang lagi tren itu gamis Inara dan gamis Bini Orang, harganya Rp 375 ribu sampai Rp 400 ribuan. Itu produk lokal,” ujarnya.

Jerry menjelaskan, gamis tersebut sebenarnya merupakan dress panjang dengan model kalem, dewasa, dan rapi. Desainnya menggunakan material brokat yang memberi kesan mewah dan elegan.

Ia menambahkan tren ini bermula dari media sosial sebelum akhirnya masuk ke pasar offline.

“Dari TikTok trend-nya terus mengular sampai ke Tanah Abang,” ucap Jerry.

Jerry, pedagang gamis di Pasar Tanah Abang yang ditemui pada  Sabtu (21/2/2026) mengakui penjualan di awal Ramadan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra Jerry, pedagang gamis di Pasar Tanah Abang yang ditemui pada Sabtu (21/2/2026) mengakui penjualan di awal Ramadan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.

Penjualan Gamis Lebih Tinggi dari Kemeja Koko

Hal serupa disampaikan Ipit, pegawai toko kemeja koko Salmi Scraf di Blok A Tanah Abang. Ia mengaku terjadi peningkatan penjualan, meski belum signifikan karena masih awal puasa.

“Alhamdulillah ada peningkatan, tapi memang belum terlalu terasa karena masih awal puasa. Biasanya ramainya itu pas pertengahan puasa,” ujar Ipit.

Menurutnya, penjualan gamis saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan kemeja koko pria.

“Karena memang perempuan lebih hobi belanja. Kalau pria biasanya lebih santai, mereka belanjanya nanti kalau THR sudah cair,” katanya.

Dengan tingginya minat terhadap tren gamis Lebaran 2026, pembeli disarankan segera datang ke Pasar Tanah Abang untuk mendapatkan pilihan warna yang lebih lengkap sebelum stok menipis mendekati hari raya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar