Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara, Serangan AS-Israel ke Iran Picu Pembatalan Penerbangan

Kompas.com, 28 Februari 2026, 21:21 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com– Ribuan jemaah umrah menghadapi gangguan perjalanan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah.

Penutupan tersebut berdampak langsung pada operasional maskapai di kawasan Teluk dan rute internasional, sehingga banyak jemaah tertahan di bandara transit utama seperti Doha, Dubai, dan Bahrain.

Maskapai-maskapai besar segera membatalkan, menangguhkan, atau mengalihkan penerbangan sebagai respons atas situasi keamanan yang berkembang cepat di kawasan.

Baca juga: Qatar Airways Hentikan Penerbangan ke dan dari Doha akibat Penutupan Wilayah Udara Qatar

Maskapai Teluk Konfirmasi Gangguan Operasional

Dilansir dari Islamic Information, sejumlah maskapai utama di kawasan Teluk mengumumkan gangguan signifikan pada jadwal penerbangan mereka.

Emirates melaporkan sejumlah penerbangan terganggu akibat penutupan wilayah udara Uni Emirat Arab, dan penumpang diminta memeriksa status penerbangan karena pembatalan telah terjadi.

Etihad Airways menyatakan “sejumlah penerbangan telah dibatalkan dan lainnya mengalami penundaan.”

Flydubai melaporkan penerbangan “dialihkan, kembali ke parkir, atau dibatalkan” setelah pembatasan wilayah udara diberlakukan di Dubai.

Qatar Airways menangguhkan sementara operasional karena penutupan pergerakan lalu lintas udara di Doha, yang selama ini menjadi pusat transit utama jemaah dari Asia, Eropa, dan Afrika.

Saudia (Saudi Arabian Airlines) juga mengonfirmasi “sejumlah” penerbangan dibatalkan, termasuk penerbangan yang membawa jemaah menuju Arab Saudi.

Baca juga: Aceh Siapkan Penerbangan Langsung Haji dan Umrah Tanpa Transit

Maskapai Internasional Ikut Menarik Operasi

Dampak gangguan ini meluas hingga maskapai global yang memiliki rute menuju dan melintasi Timur Tengah.

KLM menangguhkan penerbangan ke dan dari Tel Aviv mulai Minggu, dengan implikasi lanjutan terhadap jaringan rute regional.

Virgin Atlantic membatalkan setidaknya penerbangan London–Dubai dan mengalihkan layanan lain untuk menghindari wilayah udara terdampak, yang kemudian memicu keterlambatan lanjutan.

Turkish Airlines mengumumkan penangguhan ke sejumlah tujuan regional hingga akhir pekan, sehingga koneksi melalui Istanbul ikut terdampak.

Air India menangguhkan seluruh penerbangan ke destinasi Timur Tengah, membuat ratusan jamaah dari Asia Selatan tertahan di bandara.

Baca juga: Arab Saudi Resmi Rilis Jadwal Penerbangan Haji 2026, Dimulai 18 April

Pesawat Putar Balik di Tengah Perjalanan

Beberapa penerbangan yang sudah mengudara bahkan terpaksa kembali ke bandara asal setelah wilayah udara ditutup.

American Airlines mencatat penerbangan Philadelphia–Doha berbalik arah saat pembatasan diberlakukan.

Air Canada melaporkan penerbangan Toronto–Dubai melakukan putar balik di atas Samudra Atlantik dan kembali ke Kanada setelah pengumuman pembatasan wilayah udara.

Kondisi ini menunjukkan situasi yang berubah cepat, sehingga maskapai mengambil keputusan secara real time demi menjamin keselamatan penumpang.

Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara Transit

Gangguan paling terasa terjadi di bandara transit utama kawasan Teluk yang setiap hari menjadi jalur penghubung jemaah menuju Jeddah dan Madinah.

Bandara Internasional Hamad di Doha, Bandara Internasional Dubai, dan Bandara Internasional Bahrain melaporkan penundaan serta pembatalan signifikan.

Banyak jemaah dari Asia Selatan, Asia Tenggara, Eropa, dan Afrika biasanya singgah di bandara-bandara tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

Dengan terganggunya penerbangan dari dan menuju Qatar, Uni Emirat Arab, serta Bahrain, ribuan jemaah kini tertahan di bandara atau belum dapat melanjutkan perjalanan dari negara asal.

Seorang jemaah yang tertahan di Dubai mengatakan kepada wartawan, “Lebih dari 60 persen jamaah umrah dari negara saya transit lewat Dubai. Sekarang, semua orang tertahan, duduk di lantai, menunggu kabar." 

Baca juga: Menag: Bandara Thaif Belum Ideal untuk Penerbangan Haji Indonesia

Upaya Penanganan dan Kepastian Ibadah

Operator tur umrah dan agen perjalanan tengah berkoordinasi dengan maskapai untuk menjadwalkan ulang penumpang yang terdampak.

Sebagian jamaah telah ditempatkan pada penerbangan berikutnya, sementara lainnya masih menunggu konfirmasi pengaturan alternatif.

Perwakilan industri menyebut gangguan ini bergantung pada perkembangan situasi keamanan dan biasanya bersifat sementara. Mereka menyarankan jamaah tetap berkomunikasi dengan operator serta mendokumentasikan perubahan untuk keperluan klaim asuransi.

Di tengah situasi ini, otoritas Arab Saudi menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah umrah tidak terdampak dan pintu masuk ke Kerajaan tetap berjalan normal bagi jemaah yang telah tiba.

Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah tetap dibuka dan beroperasi penuh untuk seluruh jemaah.

Situasi Masih Dinamis

Pakar penerbangan memperkirakan jadwal penerbangan masih dapat berubah seiring maskapai memantau perkembangan keamanan regional.

Uni Emirat Arab, Qatar, dan sejumlah negara lain mulai membuka kembali wilayah udara secara bertahap, namun maskapai tetap berhati-hati dan potensi keterlambatan lanjutan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar