Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Situasi Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

Kompas.com, 28 Februari 2026, 22:14 WIB
Khairina

Penulis

KOMPAS.com-Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyampaikan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi menyusul meningkatnya dinamika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh WNI yang berdomisili maupun sedang berada di wilayah Kerajaan Arab Saudi agar tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan.

Dalam surat yang diunggah di laman Instagram resminya @indonesiainriyadh, KBRI Riyadh menegaskan pentingnya memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi dan mematuhi arahan otoritas setempat.

Langkah ini disampaikan sebagai upaya pencegahan dan perlindungan dini bagi WNI di tengah perkembangan situasi regional.

Baca juga: Ribuan Jamaah Umrah Tertahan di Bandara, Serangan AS-Israel ke Iran Picu Pembatalan Penerbangan

Tetap Tenang dan Pantau Informasi Resmi

KBRI Riyadh meminta seluruh WNI tidak panik, namun tetap waspada terhadap perkembangan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

WNI juga diimbau untuk memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya serta mengikuti arahan Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.

Pastikan Lapor Diri dan Bergabung dalam Paguyuban

KBRI mengingatkan pentingnya melakukan lapor diri bagi seluruh WNI di Arab Saudi.

Bagi yang belum terdaftar, WNI diminta segera mendaftarkan diri melalui laman resmi Kementerian Luar Negeri di https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html.

Selain itu, WNI dianjurkan bergabung dalam grup WhatsApp resmi paguyuban di wilayah masing-masing guna memudahkan koordinasi dan penyampaian informasi penting dari KBRI Riyadh.

Baca juga: Qatar Airways Hentikan Penerbangan ke dan dari Doha akibat Penutupan Wilayah Udara Qatar

Siapkan Dokumen Penting dan Tunda Perjalanan Tidak Mendesak

Dalam imbauannya, KBRI juga meminta WNI menyiapkan dan menyimpan dokumen penting seperti paspor, iqama, dan identitas lainnya dalam bentuk fisik maupun digital yang mudah diakses jika diperlukan sewaktu-waktu.

WNI diminta menunda perjalanan yang tidak mendesak ke negara atau wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi situasi keamanan.

Bagi WNI yang telah memiliki rencana penerbangan, disarankan segera menghubungi maskapai untuk memperoleh informasi terkini mengenai jadwal dan status penerbangan.

Hotline Darurat KBRI Riyadh

Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh melalui WhatsApp di nomor +966 569173990.

KBRI Riyadh menyatakan terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan berkoordinasi dengan otoritas terkait.

Informasi lanjutan akan segera disampaikan apabila terdapat hal-hal yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari WNI di Arab Saudi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com