Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gamis Terbaru Model Baju Lebaran 2026 Wanita: Simpel Tapi Mewah, Ini Tren yang Bakal Viral

Kompas.com, 3 Maret 2026, 08:54 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriyah, pencarian gamis terbaru model baju Lebaran 2026 wanita mulai meningkat. Dari pusat grosir seperti Tanah Abang hingga sentra produksi fashion di Solo, arah tren Raya Collection 2026 mulai terlihat jelas: desain lebih simpel, tetapi tampil mewah dan eksklusif.

Tahun ini, kesan elegan tak lagi hadir lewat potongan yang rumit, melainkan dari permainan material premium, detail berkelas, dan sentuhan fungsional yang nyaman dipakai seharian.

Berikut rangkuman tren yang diprediksi jadi incaran menjelang Lebaran 2026.

Baca juga: Gamis “Bini Orang” Viral! Ini Tren Busana Lebaran 2026, dari Rompi Lepas hingga Gaya Old Money

1. Model Abaya “Buka Tutup” dengan Aksen Slayer

Salah satu model gamis terbaru 2026 yang disebut-sebut akan viral adalah desain abaya buka tutup. Model ini memiliki layer luar yang bisa dibuka, memberi efek flowy saat berjalan.

Biasanya dipadukan dengan:

  • Inner plisket (pleated)
  • Aksen slayer lembut di bagian depan
  • Potongan lurus yang memberi ilusi tubuh lebih jenjang

Model ini cocok untuk tampilan formal saat silaturahmi hingga acara keluarga besar.

Model Abaya ?Buka Tutup? dengan Aksen Slayer.Ilustrasi dibuat AI Model Abaya ?Buka Tutup? dengan Aksen Slayer.

2. Material Premium: Silk Katun hingga Armani Silk

Untuk koleksi Lebaran 2026, bahan menjadi perhatian utama. Beberapa material yang paling banyak digunakan antara lain:

  • Silk katun: adem dan ringan
  • Armani silk: jatuh dan tampak elegan
  • Ceruti baby doll: lembut dan flowy

Tak hanya itu, tren motif emboss (tekstur timbul) mulai mendominasi. Efek timbul ini memberi kesan mahal tanpa harus ramai motif.

3. Detail Payet dan Kombinasi Organza

Kalau ingin tampil lebih glamor, gamis dengan detail full payet di bagian tangan dan dada jadi pilihan.

Beberapa koleksi juga mengombinasikan:

  • Organza transparan elegan
  • Tulle (tile) untuk kesan anggun
  • Layer ringan agar tetap nyaman dipakai siang hingga malam

Detail ini membuat gamis Lebaran 2026 terlihat eksklusif namun tetap sopan.

Detail Payet dan Kombinasi Organza
Ilustrasi dibuat AI Detail Payet dan Kombinasi Organza

4. Busui Friendly dan Kantong Jadi Standar Baru

Tak hanya cantik, model baju Lebaran 2026 wanita juga mengedepankan fungsi.

Banyak desain terbaru kini:

  • Busui friendly (kancing depan penuh)
  • Memiliki kantong kanan dan kiri
  • Potongan longgar tapi tetap rapi

Fitur ini menjadi nilai tambah bagi ibu muda yang ingin tetap stylish saat Lebaran.

Busui Friendly dan Kantong Jadi Standar Baru.Ilustrasi dibuat AI Busui Friendly dan Kantong Jadi Standar Baru.

5. Setelan Rok Jadi Alternatif Stylish

Selain gamis terusan, setelan rok plisket atau rampel keliling juga diprediksi laris manis.

Model ini cocok bagi wanita yang ingin tampilan berbeda, lebih modern, dan bisa dipakai kembali untuk acara nonformal setelah Lebaran.

6. Harga Masih Ramah di Kantong

Meski tampil mewah, harga tetap kompetitif.

  • Gamis premium: mulai Rp 189.000 – Rp300.000-an
  • Atasan elegan: mulai Rp 89.000

Dengan kualitas bahan dan detail payet, harga ini dinilai masih terjangkau untuk koleksi hari raya.

Baca juga: Jadi Trend Baju Lebaran 2026, Berapa Harga Gamis Bini Orang di Pasar Tanah Abang?

Tips Berburu Gamis Lebaran 2026

Karena produksi koleksi Lebaran biasanya terbatas, pecinta fashion muslim disarankan mulai memantau lebih awal. Model yang viral biasanya cepat habis, terutama warna-warna netral seperti sage, mocha, dusty pink, dan broken white.

Jika Anda sedang mencari gamis terbaru model baju Lebaran 2026 wanita, tren tahun ini menekankan keseimbangan antara elegan, nyaman, dan fungsional.

Lebaran bukan sekadar momen silaturahmi, tapi juga kesempatan tampil percaya diri dengan busana terbaik.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar