Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baju Lebaran Keluarga 2026: 6 Model Sarimbit dari Floral hingga Etnik

Kompas.com, 5 Maret 2026, 12:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Lebaran selalu menghadirkan suasana yang khas rumah dipenuhi aroma hidangan khas, pintu terbuka bagi sanak saudara, dan keluarga berkumpul dalam balutan busana terbaik.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren baju sarimbit keluarga semakin populer karena menghadirkan kesan kompak sekaligus hangat saat merayakan Hari Raya.

Tidak hanya sekadar pakaian seragam, sarimbit kini berkembang menjadi bagian dari ekspresi gaya keluarga.

Baca juga: Tren Lebaran 2026: Cheongsam Modest, Elegan dan Ramah Hijab ala Gen Z

Desainnya semakin beragam, mulai dari sentuhan etnik hingga gaya minimalis modern dengan pilihan warna yang lembut dan material yang nyaman dipakai sepanjang hari.

Fenomena ini juga sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap modest fashion yang elegan namun tetap praktis.

Dalam buku The End of Fashion karya Teri Agins, dijelaskan bahwa tren busana modern semakin mengarah pada konsep personal expression, di mana pakaian tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh tetapi juga sarana menampilkan identitas dan nilai kebersamaan dalam keluarga.

Lantas, model sarimbit seperti apa yang bisa menjadi inspirasi untuk Lebaran tahun ini?

Mengapa Baju Sarimbit Keluarga Semakin Digemari?

Baju sarimbit pada dasarnya merupakan busana dengan desain atau motif yang senada untuk seluruh anggota keluarga.

Dalam konteks Lebaran, pakaian ini menjadi simbol kekompakan sekaligus memperkuat momen kebersamaan.

Dalam buku Fashion: The Key Concepts karya Jennifer Craik, busana keluarga yang seragam sering dipakai sebagai simbol identitas sosial dan kedekatan emosional.

Hal ini juga terlihat pada tren sarimbit di Indonesia yang identik dengan perayaan besar seperti Lebaran.

Selain itu, sarimbit kini tidak lagi identik dengan desain yang kaku. Banyak desainer menghadirkan model yang lebih fleksibel, modis, dan mengikuti perkembangan tren modest fashion global.

Baca juga: Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model “Gamis Bini Orang” hingga Warna Earth Tone Jadi Favorit

1. Sarimbit Asimetris dengan Motif Floral Modern

Sarimbit Asimetris dengan Motif Floral ModernAI Sarimbit Asimetris dengan Motif Floral Modern
Model sarimbit dengan potongan asimetris menjadi salah satu tren yang banyak diminati. Desain ini menghadirkan tampilan yang lebih dinamis dibanding potongan konvensional.

Biasanya, gamis atau tunik untuk perempuan dibuat dengan potongan longgar dengan detail kerah unik atau layer asimetris.

Motif floral berukuran besar dengan warna cerah seperti maroon atau biru muda memberikan kesan segar dan modern.

Sementara itu, busana pria biasanya berupa baju koko dengan desain lebih sederhana namun tetap menggunakan motif yang selaras. Anak-anak pun mengenakan versi mini dari desain tersebut sehingga tampilan keluarga terlihat serasi.

Baca juga: Tren Baju Lebaran Keluarga 2026: Warna Sage hingga Butter Yellow

2. Sarimbit dengan Aksen Renda yang Lembut

Sarimbit dengan Aksen Renda yang LembutAI Sarimbit dengan Aksen Renda yang Lembut
Bagi keluarga yang ingin tampil lebih manis dan elegan, sarimbit dengan aksen renda bisa menjadi pilihan menarik.

Gamis perempuan umumnya dihiasi bordir bunga atau detail renda halus yang memberi kesan feminin.

Warna pastel seperti pink muda atau peach sering dipilih karena mampu menghadirkan nuansa lembut yang cocok untuk suasana Lebaran.

Untuk pria, desain koko biasanya lebih minimalis dengan aksen motif kecil pada bagian dada atau lengan.

Anak perempuan mengenakan mini dress dengan detail renda yang menyerupai busana ibunya, sedangkan anak laki-laki tampil dengan koko sederhana.

Perpaduan ini membuat tampilan keluarga terlihat harmonis tanpa terkesan berlebihan.

3. Sarimbit Biru Pastel yang Elegan

Warna biru pastel menjadi salah satu warna favorit untuk busana Lebaran karena memberikan kesan tenang dan elegan.

Pada model ini, gamis perempuan sering dilengkapi aksen ruffle atau lipit di bagian bawah sehingga terlihat anggun dan flowy saat dikenakan.

Motif tradisional seperti batik atau geometris kecil biasanya dipadukan dengan warna biru lembut untuk menciptakan kesan klasik sekaligus modern.

Baju koko pria dibuat dengan potongan sederhana dengan detail motif pada bagian depan. Anak-anak pun mengenakan busana senada sehingga menciptakan tampilan keluarga yang rapi dan kompak.

Baca juga: Tren Lebaran 2026: Baju Kurung Melayu Diburu, Geser Popularitas Gamis

4. Sarimbit Motif Geometris yang Stylish

Sarimbit Motif Geometris yang StylishAI Sarimbit Motif Geometris yang Stylish
Motif geometris menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang ingin tampil modern namun tetap elegan.

Warna-warna netral seperti abu-abu tua, hitam, atau navy sering digunakan untuk memberikan kesan formal namun tetap stylish.

Gamis perempuan biasanya dibuat dengan potongan A-line yang panjang sehingga terlihat anggun.

Sementara itu, baju koko pria dilengkapi motif geometris pada bagian dada atau kerah. Anak-anak mengenakan pakaian dengan motif serupa sehingga tampilan keluarga terlihat konsisten.

Menurut buku The Fashion System karya Roland Barthes, pola geometris dalam busana sering digunakan untuk menciptakan kesan modern dan struktural, sekaligus memberikan identitas visual yang kuat.

5. Sarimbit Motif Floral Elegan

 Sarimbit Motif Floral EleganAI Sarimbit Motif Floral Elegan
Motif floral tidak pernah kehilangan daya tariknya dalam dunia busana. Pada sarimbit keluarga, motif bunga sering dipadukan dengan warna lembut seperti abu-abu muda, krem, beige atau biru pastel.

Model tunik atau gamis dengan potongan longgar membuat busana ini nyaman dipakai sepanjang hari, terutama saat bersilaturahmi.

Baju koko pria biasanya dibuat lebih sederhana agar tetap terlihat maskulin namun tetap serasi dengan motif yang ada.

Anak perempuan mengenakan dress bermotif bunga, sementara anak laki-laki mengenakan koko dengan aksen motif serupa.

6. Sarimbit Etnik Modern

Sarimbit Etnik ModernAI Sarimbit Etnik Modern
Bagi keluarga yang ingin menonjolkan unsur tradisional, sarimbit dengan motif etnik modern bisa menjadi pilihan menarik.

Desain ini biasanya menggunakan motif geometris kecil atau pola khas nusantara dengan warna yang lebih dalam seperti navy, terracotta atau maroon.

Gamis perempuan sering dilengkapi detail organza atau layer tipis pada bagian depan untuk menambah kesan mewah.

Sementara itu, baju koko pria menggunakan potongan klasik dengan kerah Shanghai yang memberikan sentuhan modern.

Anak-anak mengenakan versi sederhana dari desain yang sama sehingga tetap nyaman dipakai.

Dalam buku Indonesia Fashion Forward karya Didiet Maulana, dijelaskan bahwa perpaduan unsur etnik dan desain modern menjadi salah satu kekuatan utama busana muslim Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Gamis Layering Stylish hingga Lace Modern

Tips Memilih Baju Sarimbit Keluarga untuk Lebaran

Agar sarimbit tetap nyaman dipakai sepanjang hari, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, pilih bahan yang ringan dan menyerap keringat seperti katun, rayon, atau linen. Bahan ini akan membuat busana tetap nyaman meski dipakai dalam waktu lama.

Kedua, perhatikan warna yang sesuai dengan karakter keluarga. Warna pastel biasanya memberikan kesan lembut dan hangat, sementara warna gelap memberi tampilan yang lebih elegan.

Ketiga, pastikan desainnya tidak terlalu rumit agar tetap nyaman untuk anak-anak.

Sarimbit, Lebih dari Sekadar Busana Lebaran

Baju sarimbit keluarga bukan hanya tentang tampil serasi saat Hari Raya. Lebih dari itu, pakaian ini menjadi simbol kebersamaan dan kehangatan keluarga dalam merayakan momen istimewa.

Di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari, Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan keluarga. Busana yang dikenakan bersama pun menjadi bagian dari kenangan yang akan selalu diingat.

Itulah sebabnya tren sarimbit terus bertahan dari tahun ke tahun, bukan sekadar mengikuti mode, tetapi juga merayakan kebersamaan dalam balutan gaya yang elegan dan penuh makna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com