Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dedi Mulyadi Liburkan Ojek dan Sopir Angkot di Jalur Mudik, Digaji Meski Tak Bekerja

Kompas.com, 5 Maret 2026, 10:51 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Sumber Instagram

KOMPAS.com – Gubernur Dedi Mulyadi mengumumkan kebijakan khusus Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Salah satu langkah yang diambil adalah meliburkan para pengemudi transportasi tradisional yang biasa beroperasi di jalur mudik.

Kebijakan ini berlaku bagi tukang ojek, sopir angkot, kusir andong, hingga pengemudi becak yang berada di lintasan arus mudik di wilayah Jawa Barat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil kebijakan untuk meliburkan tukang ojek, sopir angkot, andong, beca yang berada di jalur lintasan mudik. Liburnya selama seminggu,” kata Dedi dalam pesannya kepada warga Jawa Barat yang dilansir dari akun Instagramnya, Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Tol Yogyakarta–Bawen Segmen Ambarawa–Bawen Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026

Menurut Dedi, selama masa libur tersebut para pengemudi tetap akan mendapatkan uang pengganti meskipun tidak bekerja.

Tujuannya agar mereka bisa menikmati momentum Lebaran bersama keluarga tanpa kehilangan penghasilan.

“Sehingga pada saat mudik bisa tinggal di rumah bersama keluarganya dan mendapat uang pengganti selama seminggu tidak bekerja,” ujarnya.

Antisipasi Kemacetan Saat Mudik dan Wisata

Selain itu, kebijakan serupa juga diterapkan untuk jalur wisata yang biasanya dipadati wisatawan setelah Lebaran.

Di wilayah Kota Bandung hingga Lembang, para pengemudi transportasi lokal juga akan diliburkan selama satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

Kebijakan ini diambil karena kawasan tersebut kerap mengalami lonjakan wisatawan yang dapat memicu kemacetan parah.

“Untuk jalur di wilayah Kota Bandung–Lembang liburnya seminggu setelah Lebaran, karena biasanya pariwisata meningkat dan berpotensi menimbulkan kemacetan. Termasuk di jalur Puncak,” ujar Dedi.

Dengan langkah ini, Pemprov Jawa Barat berharap arus lalu lintas saat mudik maupun libur Lebaran dapat lebih terkendali.

Pesan Ramadan untuk Warga Jawa Barat

Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menyapa masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Ia menyebut saat ini ada warga yang sudah memasuki hari ke-14 puasa, sementara sebagian lainnya hari ke-15, tergantung awal penetapan Ramadan.

Baca juga: Tol Fungsional Prambanan–Purwomartani Dibuka Gratis saat Mudik dan Balik Lebaran 2026

Dedi juga menyinggung soal tunjangan hari raya (THR) yang mulai diterima sebagian masyarakat.

“Semoga yang sudah menerima THR makin ceria. Jangan dulu dihabisin uangnya, Lebarannya masih panjang. Yang belum menerima sabar dulu, nanti juga pasti terima,” ucapnya.

Menutup pesannya, Dedi berharap masyarakat tetap menjaga semangat kebersamaan menjelang Idul Fitri.

“Bagaimanapun yang puasa dan tidak puasa, Lebaran sama akan merayakannya,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Ingatkan Pejabat untuk Waspadai Gratifikasi Berkedok Hadiah
Menag Ingatkan Pejabat untuk Waspadai Gratifikasi Berkedok Hadiah
Aktual
Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun
Dari Penyuluh Agama Jadi Kepala KUA, Buah Manis Pengabdian Uun Kurniasih Selama 26 Tahun
Aktual
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jamaah Haji Indonesia saat Armuzna
Arab Saudi Pertimbangkan Skema Tanazul untuk 50 Persen Jamaah Haji Indonesia saat Armuzna
Aktual
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Aktual
Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya
Indonesia Absen dari Penghargaan Haji Arab Saudi 2026, Ini Alasannya
Aktual
Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara
Garuda Indonesia Jelaskan Penyebab Delay Penerbangan Haji di Jeddah, Sebut Akibat Kepadatan Bandara
Aktual
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Evaluasi Layanan Kesehatan Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat
Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Amal Saleh, Investasi Terbaik di Akhirat
Aktual
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Kemenhaj Dorong Komoditas Pangan RI Masuk Rantai Pasok Katering Haji Arab Saudi
Aktual
 MUI Peringatkan Bahaya Tren Childfree dan Tidak Menikah Bagi Keberlangsungan Bangsa
MUI Peringatkan Bahaya Tren Childfree dan Tidak Menikah Bagi Keberlangsungan Bangsa
Aktual
Arab Saudi Diprediksi Alami Suhu di Atas Normal pada Musim Panas 2026
Arab Saudi Diprediksi Alami Suhu di Atas Normal pada Musim Panas 2026
Aktual
Hanya Makan Minyak 9 Bulan, Begini Cara Umar bin Khattab Memimpin Umat
Hanya Makan Minyak 9 Bulan, Begini Cara Umar bin Khattab Memimpin Umat
Aktual
Juni 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas di Arab Saudi, Suhu Rata-rata Sentuh 32,2 Derajat Celsius
Juni 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas di Arab Saudi, Suhu Rata-rata Sentuh 32,2 Derajat Celsius
Aktual
5 Contoh Mahar Pernikahan dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah
5 Contoh Mahar Pernikahan dalam Islam yang Dicontohkan Rasulullah
Aktual
El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan
El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com