Editor
KOMPAS.com - Pemerintah terus memperkuat kesiapsiagaan pertahanan negara melalui program Komponen Cadangan Nasional. Kali ini, sebanyak 130 aparatur sipil negara (ASN) dari Kementerian Agama disiapkan untuk mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) sebagai bagian dari program yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Persiapan keikutsertaan ASN tersebut dibahas dalam rapat yang digelar oleh Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kementerian Agama bersama perwakilan Kementerian Pertahanan di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Sekretaris Tim Seleksi Administrasi Kementerian Pertahanan, Jevin Fahmier, menjelaskan bahwa program Komponen Cadangan merupakan kebijakan nasional yang bertujuan memperkuat kesiapsiagaan warga negara dalam mendukung sistem pertahanan negara.
“Kegiatan komponen cadangan ini merupakan perintah dari Presiden Republik Indonesia. Kami diperintahkan untuk merekrut komponen cadangan yang bersumber dari ASN kementerian sebanyak 4.000 orang,” kata Jevin Fahmier.
Baca juga: Kemenag Luncurkan “Halal Goes to Campus” di Unpad, Mahasiswa Diajak Jadi Motor Industri Halal Global
Dari total target 4.000 ASN yang direkrut secara nasional, Kementerian Agama mendapat alokasi sebanyak 130 peserta.
Jumlah tersebut akan dibagi ke dalam dua gelombang pelaksanaan pelatihan.
“Untuk Kementerian Agamanya sebanyak 130 orang. Dibagi dua gelombang menjadi 65 orang,” ujar Jevin.
Para peserta nantinya akan melalui sejumlah tahapan seleksi sebelum mengikuti pendidikan militer dasar.
Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes jasmani, tes mental ideologi, serta psikologi.
ASN yang dinyatakan lolos seleksi akan mengikuti pendidikan dasar militer selama 45 hari di lembaga pendidikan yang telah ditentukan oleh Kementerian Pertahanan.
“Setelah seleksi selesai, peserta yang lulus akan menjalani pendidikan selama 45 hari di lembaga pendidikan yang telah ditentukan,” katanya.
Selama menjalani pelatihan, para ASN tetap memperoleh hak kepegawaiannya seperti biasa. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan uang saku harian serta fasilitas penunjang selama pendidikan berlangsung.
Baca juga: 6.859 Masjid Ramah Pemudik Disiapkan, Kemenag Atur Mudik, Nyepi, dan Idul Fitri 2026
Program Komponen Cadangan ini diharapkan mampu membekali para peserta dengan nilai disiplin, loyalitas, serta kesiapsiagaan dalam mendukung keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang