Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dzikir Malam Nuzulul Quran: Doa, Makna, dan Waktu Mengamalkannya

Kompas.com, 6 Maret 2026, 11:23 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Ramadan tidak hanya dikenal sebagai bulan puasa, tetapi juga sebagai bulan turunnya Al-Qur’an.

Salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam pada bulan ini adalah malam Nuzulul Quran, yaitu momen ketika wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini menjadi tonggak awal turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia.

Dalam tradisi umat Islam di Indonesia, malam Nuzulul Quran biasanya diperingati pada 17 Ramadan.

Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, mulai dari membaca Al-Qur’an, salat malam, hingga memperbanyak dzikir dan doa.

Lantas, seperti apa dzikir yang dianjurkan pada malam Nuzulul Quran? Apakah dzikir tersebut hanya dibaca pada malam itu saja? Berikut penjelasannya.

Makna dan Keutamaan Malam Nuzulul Quran

Peristiwa Nuzulul Quran berkaitan dengan turunnya wahyu pertama berupa Surah Al-Alaq ayat 1–5 kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira melalui perantara malaikat Jibril.

Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya kitab suci sebagai petunjuk bagi manusia.

Hal ini disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk, penjelas, dan pembeda antara yang benar dan yang batil.

Dalam kajian ulama, proses turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap. Pertama, Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan dari Lauh Mahfuz ke Baitul Izzah di langit dunia.

Kedua, wahyu tersebut kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 23 tahun sesuai dengan peristiwa yang terjadi.

Penjelasan ini juga disampaikan oleh Abdul Rasyid Idris dalam bukunya Dari Langit dan Bumi. Ia menjelaskan bahwa istilah Nuzulul Quran merujuk pada proses turunnya Al-Qur’an sebagai wahyu Ilahi yang kemudian menjadi pedoman bagi umat manusia sepanjang zaman.

Karena itu, malam Nuzulul Quran sering dipandang sebagai momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an melalui berbagai bentuk ibadah.

Baca juga: Khutbah Jumat 6 Maret 2026: Nuzulul Qur’an, Momen Mengenal Keagungan Al Quran

Dzikir yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Quran

Salah satu amalan yang dianjurkan ketika malam Nuzulul Quran adalah membaca dzikir dan doa yang berkaitan dengan kemuliaan Al-Qur’an.

Dzikir ini berisi permohonan agar hati diterangi oleh Al-Qur’an serta diberikan akhlak yang baik melalui ajarannya.

Mengutip dari laman Kementerian Agama, berikut salah satu bacaan dzikir yang sering diamalkan pada malam Nuzulul Quran:

اللهم نور قلوبنا بتلاوة القرآن وزين أخلاقنا بجاه القرآن وحسن أعمالنا بذكر القرآن ونجنا من النار بكرامة القرآن وأدخلنا الجنة بشفاعة القرآن

Allahumma nawwir quluubanaa bi tilaawatil qur’an, wa zayyin akhlaaqanaa bijaahil qur’an, wa hassin a’maalanaa bi dzikril qur’an, wa najjinaa minan naari bi karaamatil qur’an, wa adkhilnal jannata bi syafaa’atil qur’an.

Artinya: “Ya Allah, sinari hati kami dengan membaca Al-Qur’an, hiasi akhlak kami dengan kemuliaan Al-Qur’an, perindah amalan kami dengan dzikir melalui Al-Qur’an, selamatkan kami dari api neraka dengan kemuliaan Al-Qur’an, dan masukkan kami ke dalam surga dengan syafaat Al-Qur’an.”

Doa ini pada dasarnya menegaskan kedudukan Al-Qur’an sebagai sumber cahaya spiritual bagi manusia.

Melalui bacaan tersebut, seorang Muslim memohon agar kehidupannya dipandu oleh nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci.

Apakah Dzikir Ini Hanya Dibaca pada Malam Nuzulul Quran?

Meski populer dibaca saat peringatan Nuzulul Quran, para ulama menjelaskan bahwa dzikir tersebut tidak terbatas pada satu malam saja.

Dalam tradisi ibadah Islam, dzikir dan doa yang berisi permohonan kebaikan boleh dibaca kapan saja, selama tidak bertentangan dengan ajaran syariat.

Oleh karena itu, dzikir tentang kemuliaan Al-Qur’an dapat diamalkan pada berbagai waktu, terutama pada malam-malam Ramadan.

Dalam buku Hidup Bersama Al-Qur’an karya M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab dijelaskan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Al-Qur’an.

Salah satu caranya adalah dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mengingat Allah melalui dzikir yang berkaitan dengan kitab suci tersebut.

Dengan kata lain, dzikir ini dapat dibaca pada:

  • malam Nuzulul Quran
  • malam-malam Ramadan
  • setelah membaca Al-Qur’an

atau pada waktu dzikir lainnya sebagai bentuk doa dan pengharapan kepada Allah.

Baca juga: Nuzulul Quran 7 Maret 2026: Ustaz Adi Hidayat Jelaskan Doa dan Amalan

Amalan Lain yang Dianjurkan pada Malam Nuzulul Quran

Selain membaca dzikir, terdapat beberapa amalan lain yang sering dianjurkan oleh para ulama ketika malam Nuzulul Quran.

1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Karena Nuzulul Quran berkaitan langsung dengan turunnya kitab suci, maka membaca Al-Qur’an menjadi amalan utama yang dianjurkan.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengajarkan bacaan Al-Qur’an serta menjelaskan berbagai hukum syariat. Hal ini menunjukkan pentingnya interaksi umat Islam dengan Al-Qur’an.

2. Melaksanakan Salat Malam

Salat malam atau qiyamul lail juga menjadi amalan yang dianjurkan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani disebutkan bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam.

Melalui ibadah ini, seorang Muslim dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah sekaligus memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

3. Melakukan I’tikaf

Sebagian umat Islam juga memilih melakukan i’tikaf di masjid pada malam Nuzulul Quran. I’tikaf memungkinkan seseorang lebih fokus beribadah, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa.

Dalam banyak riwayat, i’tikaf menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan, terutama pada malam-malam yang dianggap istimewa.

Baca juga: Peringatan Nuzulul Qur’an 2026 Digelar di Istana Negara, Arahan Presiden Prabowo

Momentum Mendekatkan Diri kepada Al-Qur’an

Peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar mengenang sejarah turunnya wahyu pertama. Lebih dari itu, malam tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Melalui dzikir, tilawah, dan berbagai ibadah lainnya, umat Islam diajak untuk menumbuhkan hubungan yang lebih dekat dengan kitab suci. Ramadan pun menjadi waktu terbaik untuk memulai kebiasaan itu.

Karena itulah, dzikir yang dibaca pada malam Nuzulul Quran sebenarnya dapat diamalkan kapan saja.

Selama seorang Muslim terus mengingat Allah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk, maka nilai-nilai dari peristiwa Nuzulul Quran akan tetap hidup dalam kesehariannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com