Editor
KOMPAS.com - Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup bagi Muslim di seluruh dunia.
Di dalam Al-Quran tidak hanya memuat perintah dan larangan agama, tetapi juga kisah para nabi, tuntunan akhlak, serta berbagai pelajaran kehidupan.
Sebagai wahyu Allah SWT, Al-Quran menjadi mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kitab ini juga diyakini sebagai bukti kerasulan Nabi Muhammad serta keberadaan Allah SWT dengan segala sifat kesempurnaan-Nya.
Baca juga: Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW
Memahami sejarah, susunan, serta isi Al-Quran menjadi langkah awal bagi umat Muslim dalam memperdalam ajaran Islam.
Berikut sejumlah fakta menarik tentang Al-Quran yang penting diketahui, seperti dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah bentuk kata benda infinitif (mashdar) dari kata qara'a (قرأ) yang bermakna membaca atau mengumpulkan.
Sedangkan menurut terminologi, Al-Qur’an adalah kitab suci yang berisi firman atau wahyu Allah ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam sebagai mukjizat melalui perantara malaikat Jibril.
Al-Quran diturunkan kepada Rasulullah SAW melalui perantara malaikat Jibril. Proses turunnya wahyu berlangsung secara bertahap atau mutawatir selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Sebagian ulama membagi periode turunnya Al-Quran menjadi dua fase. Pertama adalah periode Mekkah sebelum hijrah yang dikenal sebagai ayat-ayat makkiyyah dan berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dengan jumlah 86 surat.
Kedua adalah periode Madinah setelah hijrah yang disebut ayat-ayat madaniyyah. Periode ini berlangsung sekitar 10 tahun dengan jumlah 28 surat.
Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW ketika beliau berada di Gua Hira. Saat itu Nabi Muhammad berusia 40 tahun lebih 6 bulan dan 8 hari, atau sekitar 13 tahun sebelum hijrah dari Makkah ke Madinah.
Peristiwa turunnya wahyu pertama tersebut terjadi pada 17 Ramadhan yang bertepatan dengan 6 Agustus 610 Masehi. Peristiwa itu membuat Rasulullah sangat terkejut hingga saat pulang ke rumah beliau meminta istrinya, Khadijah binti Khuwailid, untuk menyelimuti dirinya.
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa ayat pertama yang diturunkan adalah sebagai berikut:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ. خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ. اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ. الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ. عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, Tuhanmulah Yang Maha mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5)
Al-Quran terdiri dari 114 surat yang terbagi menjadi 30 bagian yang disebut juz.
Beberapa ulama memiliki perbedaan metode dalam menghitung jumlah ayat Al-Quran. Setidaknya terdapat tujuh mazhab yang digunakan dalam perhitungan ayat kitab suci ini.
Meski demikian, seluruh ulama sepakat bahwa jumlah ayat Al-Quran lebih dari 6.200 ayat.
Angka 6.666 sering disebut sebagai jumlah ayat Al-Quran. Namun sebenarnya angka tersebut tidak merujuk pada urutan jumlah ayat secara keseluruhan.
Dalam keterangan Syekh Nawawi dan Syekh Wahbah, angka 6.666 digunakan untuk menggambarkan kandungan ayat Al-Quran.
Rinciannya meliputi al-amr (perintah) 1000 ayat, an-nahy (larangan) 1000 ayat, al-wa’d (janji) 1000 ayat, al-wa’id (ancaman) 1000 ayat, al-qasas wal-akhbar (kisah dan informasi) 1000 ayat, al-ibr wal-amtsal (pelajaran dan perumpamaan) 1000 ayat, al-haram wal halal (halal dan haram) 500 ayat, ad-du’a (doa) 100 ayat, serta an-nasikh wal-mansukh (nasikh dan mansukh) 66 ayat.
Namun jumlah tersebut juga merupakan salah satu pendapat ulama karena terdapat perbedaan klasifikasi kandungan ayat Al-Quran.
Surat Al-Baqarah merupakan surat terpanjang dalam Al-Quran dengan jumlah 286 ayat. Surat ini termasuk golongan Madaniyyah karena diturunkan di Madinah.
Nama Al-Baqarah diambil dari kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil sebagaimana dijelaskan pada ayat 67 hingga 74.
Surat Al-Kautsar merupakan surat terpendek dalam Al-Quran yang terdiri dari tiga ayat dan termasuk golongan Makkiyah.
Al-Kautsar memiliki arti “Nikmat yang Berlimpah” dan menjelaskan karunia Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus kabar terputusnya keturunan bagi orang-orang yang membenci beliau.
Dalam surat ini, Allah juga memerintahkan umat Islam untuk mendirikan shalat dan berkurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan.
Wahyu terakhir yang diturunkan adalah surat Al-Maidah ayat 3. Ayat ini turun di Jabal Rahmah saat peristiwa Haji Wada.
Peristiwa tersebut terjadi pada 9 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah yang bertepatan dengan 27 Oktober 632 Masehi.
Zaid bin Tsabit merupakan sahabat Nabi yang berasal dari Madinah dan dikenal sebagai pencatat wahyu Al-Quran. Ia juga menulis berbagai surat Rasulullah.
Setelah melalui proses panjang, ayat-ayat Al-Quran kemudian disusun secara rapi dalam satu mushaf dan hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar.
Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, Zaid kembali dipercaya memimpin tim pembukuan Al-Quran. Ia ditugaskan menduplikasi mushaf yang dibuat pada masa Abu Bakar menjadi beberapa mushaf agar tidak terjadi perbedaan bacaan dan penulisan huruf Al-Quran.
Mushaf yang dihasilkan oleh tim Zaid bin Tsabit atas perintah Khalifah Utsman bin Affan kemudian dikenal sebagai Mushaf Utsmani dan menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia hingga saat ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang