Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW

Kompas.com, 4 Maret 2026, 20:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Nuzulul Quran yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini menjadi awal penyampaian petunjuk Allah SWT kepada umat manusia melalui kitab suci Al-Quran.

Momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memahami kembali makna dan ajaran yang terkandung dalam Al-Quran.

Peristiwa ini memiliki nilai spiritual yang besar karena menjadi awal turunnya wahyu yang kemudian menjadi pedoman hidup bagi umat Islam.

Baca juga: 5 Amalan Malam Nuzulul Quran Beserta Sejarah Singkatnya

Sejarah Nuzulul Quran

Dilansir dari Antara, Nuzulul Quran merupakan bagian dari proses turunnya Al-Quran secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW. Wahyu tidak diturunkan sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur dalam jangka waktu tertentu.

Peristiwa turunnya wahyu pertama terjadi di Gua Hira, sebuah gua yang berada di sekitar Kota Makkah. Tempat tersebut dikenal sebagai lokasi Nabi Muhammad SAW sering beribadah dan menyendiri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar Terkait Peristiwa Turunnya Al-Quran di Bulan Ramadhan

Pada tahun 610 Masehi, tepatnya pada 17 Ramadhan, Malaikat Jibril datang menemui Nabi Muhammad SAW. Saat itu Jibril memeluk Rasulullah SAW dan menyampaikan wahyu pertama dari Allah SWT. Wahyu pertama yang diturunkan adalah lima ayat dari Surah Al-‘Alaq.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-‘Alaq: 1-5).

Ketika menerima wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW tidak dapat membaca dan belum sepenuhnya memahami peristiwa yang dialaminya. Rasulullah SAW pun merasa ketakutan karena pengalaman tersebut merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rasulullah SAW kemudian segera pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, beliau meminta untuk diselimuti dan ditemani oleh istri pertamanya, Khadijah binti Khuwailid.

Khadijah kemudian membawa Nabi Muhammad SAW menemui Waraqah bin Naufal, sepupu Khadijah yang dikenal memahami kitab-kitab suci sebelumnya seperti ajaran Yahudi dan Kristen.

Waraqah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW telah bertemu dengan Malaikat Jibril dan menerima wahyu dari Allah SWT. Ia juga menyampaikan bahwa Rasulullah SAW telah diangkat menjadi seorang nabi dan rasul.

Setelah turunnya wahyu pertama tersebut, Al-Quran terus diturunkan secara bertahap selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.

Wahyu terakhir yang diturunkan adalah Surah Al-Maidah ayat 3 pada musim haji terakhir, setelah adzan Ashar pada hari Jumat. Saat itu Rasulullah SAW sedang berada di Padang Arafah dan menaiki unta.

Seluruh wahyu yang diterima kemudian disusun menjadi 114 surah yang membentuk kitab suci Al-Quran. Kitab tersebut hingga kini menjadi pedoman hidup bagi umat Islam.

Makna Nuzulul Quran bagi Umat Islam

Nuzulul Quran tidak hanya menjadi peristiwa sejarah dalam Islam, tetapi juga memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan umat Islam.

Turunnya Al-Quran menjadi pedoman dalam menjalani berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, hubungan sosial (muamalah), hukum, hingga nilai-nilai moral. Tanpa adanya pedoman tersebut, kehidupan manusia dinilai akan kehilangan arah.

Al-Quran juga menjadi pengingat akan pentingnya membaca dan menuntut ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan umat.

Peristiwa Nuzulul Quran juga mengingatkan umat Islam tentang kebesaran Allah SWT serta pentingnya menjalankan perintah-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada masa Rasulullah SAW, beliau menghadapi berbagai tantangan dalam menyebarkan ajaran Islam. Namun dengan berpegang pada Al-Quran, Rasulullah SAW tetap sabar dan teguh dalam berdakwah.

Turunnya Al-Quran secara bertahap juga memudahkan umat Islam dalam memahami, menghafal, serta mengamalkan ajaran Islam.

Karena itu, peringatan Nuzulul Quran menjadi momen bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperdalam pemahaman terhadap Al-Quran, serta menjadikannya sebagai pedoman hidup.

Dengan menjadikan Al-Quran sebagai tuntunan, umat Islam diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan sesuai dengan ajaran agama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Idul Fitri 2026 Tanggal Berapa? Ini Lebaran Berdasarkan Kalender Hijriah Global
Muhammadiyah Idul Fitri 2026 Tanggal Berapa? Ini Lebaran Berdasarkan Kalender Hijriah Global
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
MUI Pantau 16 TV Selama Ramadan, Soroti Kesalahan Ayat hingga Konten yang Hanya Kejar Rating
MUI Pantau 16 TV Selama Ramadan, Soroti Kesalahan Ayat hingga Konten yang Hanya Kejar Rating
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Purwokerto Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Purwokerto Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam
10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam
Aktual
Kapan Malam 17 Ramadan 2026? Ini Sejarah dan Amalan Nuzulul Qur’an
Kapan Malam 17 Ramadan 2026? Ini Sejarah dan Amalan Nuzulul Qur’an
Aktual
Malam Takbiran 2026 Bertepatan dengan Nyepi di Bali, Perayaan Tak Gunakan Pengeras Suara
Malam Takbiran 2026 Bertepatan dengan Nyepi di Bali, Perayaan Tak Gunakan Pengeras Suara
Aktual
Saat Gibran Lihat Robot Pengalir Air Wudhu Buatan Santri di Bandung...
Saat Gibran Lihat Robot Pengalir Air Wudhu Buatan Santri di Bandung...
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Semarang Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Semarang Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Daftar Tol Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Cek Ruas dan Jadwalnya
Daftar Tol Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Cek Ruas dan Jadwalnya
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Malang Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Malang Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW
Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Surabaya Hari Ini 5 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Surabaya Hari Ini 5 Maret 2026
Aktual
Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model “Gamis Bini Orang” hingga Warna Earth Tone Jadi Favorit
Tren Baju Gamis Lebaran 2026 Mulai Ramai: Model “Gamis Bini Orang” hingga Warna Earth Tone Jadi Favorit
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com