Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Libur Lebaran 2026 untuk Sekolah Dimulai 16 Maret, Siswa Masuk Lagi 30 Maret

Kompas.com, 8 Maret 2026, 10:53 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah menetapkan jadwal libur Lebaran 2026 bagi sekolah selama 10 hari kerja, dimulai pertengahan Maret.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bersama tiga kementerian mengenai pembelajaran selama Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam aturan tersebut, kegiatan belajar di sekolah dan madrasah akan dihentikan sementara pada 16–20 Maret 2026 serta 23–27 Maret 2026 sebagai libur bersama Idulfitri.

Selama periode itu, siswa diharapkan memanfaatkan waktu untuk mempererat hubungan keluarga dan masyarakat melalui kegiatan silaturahmi.

Baca juga: Tanggal Berapa Lebaran 2026? Ini Prediksi Muhammadiyah, Pemerintah, dan Potensi Libur Panjangnya

Dengan jadwal tersebut, para murid dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah akan menikmati masa libur Lebaran yang cukup panjang sebelum kembali ke sekolah.

Siswa Kembali Masuk Sekolah 30 Maret 2026

Setelah masa libur berakhir, kegiatan pembelajaran di sekolah dan madrasah akan kembali normal pada Senin, 30 Maret 2026.

Kebijakan ini berlaku bagi berbagai satuan pendidikan, mulai dari sekolah umum, madrasah, hingga satuan pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia.

Selain memberi waktu istirahat, masa libur tersebut juga diharapkan menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperkuat hubungan sosial dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Kegiatan Belajar Selama Ramadan

Sebelum memasuki libur Lebaran, kegiatan belajar selama Ramadan tetap berlangsung dengan sejumlah penyesuaian.

Pada 18–21 Februari 2026, siswa menjalani pembelajaran mandiri yang dilakukan di rumah, tempat ibadah, atau lingkungan masyarakat dengan penugasan dari sekolah.

Penugasan tersebut diharapkan tidak membebani siswa, baik dari sisi pekerjaan rumah maupun penggunaan internet yang berlebihan.

Selanjutnya, pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan pembelajaran kembali berlangsung di sekolah.

Pada periode ini, sekolah dianjurkan mengadakan kegiatan yang dapat memperkuat nilai keagamaan dan karakter siswa.

Misalnya bagi siswa Muslim dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman, sementara siswa dari agama lain dapat mengikuti kegiatan bimbingan rohani sesuai keyakinan masing-masing.

Peran Orang Tua Selama Anak Libur

Selama masa belajar mandiri maupun libur Lebaran, orang tua juga diminta ikut berperan mendampingi anak dalam aktivitas positif.

Beberapa kegiatan yang dianjurkan antara lain membaca buku bersama, melakukan aktivitas seni dan olahraga, serta mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk mengatur penggunaan gawai oleh anak agar tetap seimbang dengan kegiatan belajar dan interaksi sosial.

Baca juga: Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Selama Libur Nyepi dan Idul Fitri 18-24 Maret 2026

Libur Lebaran Jadi Momen Silaturahmi

Dengan jadwal libur yang cukup panjang, Lebaran 2026 diharapkan menjadi momentum bagi siswa untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus membangun nilai kebersamaan di masyarakat.

Selain menjadi waktu istirahat setelah menjalani pembelajaran selama Ramadan, masa libur ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat karakter, spiritualitas, dan kebiasaan positif bagi anak-anak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com