Editor
KOMPAS.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti kualitas pengeras suara di sejumlah masjid dan musala yang dinilai masih belum optimal.
Menurutnya, kualitas audio yang kurang baik membuat bacaan imam saat salat atau kegiatan keagamaan tidak terdengar jelas sehingga sulit dipahami oleh jamaah.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat berdiskusi dengan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Bambang Pramujati di Gedung Rektorat ITS, Jumat (6/3/2026).
Baca juga: Milad ke-48 Masjid Istiqlal, Menag Nasaruddin Umar Pastikan Pembenahan Berlanjut
Menurut Menag, persoalan teknis seperti kualitas pengeras suara sering kali dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap kekhusyukan ibadah.
“Kadang-kadang bacaan imam sebenarnya sangat bagus, tetapi karena kualitas speakernya kurang baik, suaranya tidak jernih. Akibatnya pesan atau makna dari bacaan itu tidak sampai dengan baik kepada jamaah,” kata Nasaruddin Umar.
Nasaruddin menilai perbaikan sistem audio di rumah ibadah merupakan langkah sederhana tetapi memiliki dampak besar. Dengan kualitas suara yang jelas, jamaah dapat lebih memahami dan menghayati bacaan salat maupun kegiatan keagamaan lainnya.
“Kalau suaranya jelas, orang bisa lebih menghayati. Itu hal sederhana, tetapi dampaknya besar bagi kualitas ibadah,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas pengeras suara tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan mendengar, tetapi juga membantu menyampaikan pesan spiritual dari bacaan Al-Qur’an maupun doa yang dibacakan imam.
Menanggapi hal tersebut, Rektor ITS Bambang Pramujati menyatakan kesiapan kampusnya untuk berkontribusi membantu peningkatan kualitas sistem audio di masjid dan musala.
Ia mengatakan mahasiswa ITS memiliki kemampuan teknis yang dapat dimanfaatkan melalui program pengabdian kepada masyarakat.
“Kami siap membantu menata sistem speaker agar suara di mushola bisa lebih maksimal,” kata Bambang.
Keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut juga diharapkan menjadi ruang praktik nyata bagi mereka untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus.
Baca juga: Polemik Meninggalkan Zakat dan Permintaan Maaf Menag Nasaruddin Umar
Selain membantu masyarakat meningkatkan kualitas fasilitas rumah ibadah, program tersebut juga dapat menjadi pengalaman lapangan bagi mahasiswa di bidang teknologi dan rekayasa audio.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan kualitas sistem pengeras suara di masjid dan musala dapat semakin baik sehingga mendukung kekhusyukan ibadah umat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang