Editor
KOMPAS.com-Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus memantau dan mengawal proses kepulangan jemaah umrah Indonesia yang mengalami penjadwalan ulang penerbangan di Arab Saudi.
Pendampingan dilakukan melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah dengan berkoordinasi bersama maskapai, penyelenggara perjalanan umrah, serta otoritas terkait.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan jemaah yang tertahan dapat kembali ke Indonesia sesuai jadwal penerbangan yang tersedia.
Pemantauan lapangan juga dilakukan secara intensif untuk mendata kondisi jemaah dan membantu penyelesaian kendala perjalanan.
Baca juga: 341 Jemaah Umrah Indonesia Masih Menunggu Kepulangan di Jeddah, Pendampingan Diperkuat
Berdasarkan laporan pengawasan lapangan Staf Teknis Urusan Haji Jeddah pada 8 Maret 2026, tercatat 17 jemaah dari PT BMA mengalami penjadwalan ulang penerbangan.
Para jemaah tersebut saat ini berada di Makkah sambil menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia.
Jemaah dijadwalkan kembali ke Tanah Air secara bertahap pada 10 Maret dan 14 Maret 2026.
Baca juga: 2.735 Jemaah Umrah Indonesia Dipantau Saat Pulang dari Jeddah, Pemerintah Perkuat Pengawasan
Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengatakan tim di lapangan terus memantau situasi jemaah serta menjembatani komunikasi antara berbagai pihak terkait.
“Tim di lapangan terus melakukan koordinasi dengan maskapai, penyelenggara perjalanan, serta pihak terkait untuk membantu memastikan proses pemulangan jemaah dapat berjalan sesuai jadwal penerbangan yang tersedia,” ujar Ilham, dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.
Selain itu, terdapat 67 jemaah dari PT RLW yang mengalami kendala kepulangan ke Indonesia.
Saat ini pihak terkait sedang melakukan penjadwalan ulang penerbangan bagi para jemaah tersebut.
Sebagian jemaah dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 9 Maret 2026 menggunakan Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.
Baca juga: 10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam
Tim di lapangan juga memfasilitasi komunikasi bagi lima jemaah umrah mandiri yang terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai.
Proses pengurusan refund tiket serta penjadwalan ulang penerbangan sedang dilakukan oleh pihak maskapai.
Para jemaah tersebut direncanakan kembali ke Indonesia menggunakan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.
Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah juga memonitor kepulangan jemaah umrah Indonesia melalui berbagai penerbangan dari Arab Saudi.
Sebanyak 2.062 jemaah tercatat kembali ke Tanah Air pada periode tersebut.
Dengan demikian, total kepulangan jemaah umrah Indonesia sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026 mencapai 19.509 orang.
Selain itu, pada 8 Maret 2026 tercatat sebanyak 434 jemaah umrah Indonesia baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia.
Ilham menegaskan bahwa tim KUH Jeddah akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pihak terkait agar proses perjalanan jemaah berjalan lancar.
“Koordinasi dan pemantauan akan terus kami lakukan bersama pihak terkait agar proses kepulangan jemaah dapat berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang