KOMPAS.com – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang sangat dinanti umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh pada bulan Ramadan.
Selain menjadi hari kemenangan, Idul Fitri juga menjadi waktu untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.
Salah satu ibadah yang paling identik dengan perayaan Idul Fitri adalah shalat Idul Fitri yang dilaksanakan pada pagi hari tanggal 1 Syawal.
Shalat ini memiliki keutamaan tersendiri karena menjadi simbol kebersamaan umat Islam dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa.
Agar ibadah tersebut dapat dilakukan dengan lebih sempurna, umat Islam perlu memahami niat, tata cara pelaksanaan, rukun, serta sunnah-sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.
Shalat Idul Fitri merupakan shalat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan pada pagi hari tanggal 1 Syawal setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu dzuhur.
Pelaksanaannya biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, lapangan terbuka, atau tempat yang luas agar dapat diikuti oleh banyak jamaah.
Dalam tradisi Islam, shalat ini juga menjadi sarana berkumpulnya umat Islam dalam suasana kebahagiaan dan persaudaraan.
Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa shalat Id termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).
Nabi Muhammad SAW bahkan menganjurkan seluruh umat Islam, termasuk perempuan dan anak-anak, untuk menghadiri perayaan Idul Fitri.
Baca juga: 20 Prompt AI untuk Membuat Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H yang Estetik dan Mudah Dibuat
Sebagaimana ibadah lainnya, shalat Idul Fitri diawali dengan niat. Niat menjadi penegasan bahwa ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
Berikut beberapa bacaan niat shalat Idul Fitri:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li‘idil fithri rak‘ataini imaaman lillaahi ta‘alaa.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li‘idil fithri rak‘ataini ma’muuman lillaahi ta‘alaa.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li‘idil fithri rak‘ataini lillaahi ta‘alaa.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Para ulama menjelaskan bahwa niat tidak harus dilafalkan dengan suara keras, melainkan cukup dihadirkan dalam hati ketika memulai shalat.
Secara umum, tata cara shalat Idul Fitri hampir sama dengan shalat sunnah lainnya. Namun terdapat takbir tambahan yang menjadi ciri khas shalat ini.
Berikut urutan pelaksanaannya:
Di antara setiap takbir tambahan, dianjurkan membaca dzikir:
“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”
Dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa tambahan takbir ini merupakan sunnah yang dianjurkan dalam shalat Id.
Baca juga: Masih Bingung Cara Sholat Idul Fitri? Ini Niat dan Tata Caranya
Rukun shalat Idul Fitri pada dasarnya sama dengan rukun shalat pada umumnya.
Beberapa rukun yang harus dipenuhi antara lain:
Apabila salah satu rukun tersebut tidak dilaksanakan, maka shalat menjadi tidak sah.
Selain memahami tata cara dan rukun shalat, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan shalat Id.
Umat Islam dianjurkan mandi pada pagi hari Idul Fitri agar tubuh bersih dan segar ketika beribadah.
Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa kebersihan lahir menjadi bagian dari adab ketika menghadiri perayaan keagamaan.
Islam menganjurkan umatnya mengenakan pakaian yang bersih dan rapi saat melaksanakan shalat Id.
Pada Idul Fitri dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat. Banyak umat Islam mencontoh kebiasaan Nabi dengan memakan kurma dalam jumlah ganjil.
Sejak malam hari raya hingga sebelum shalat Id dimulai, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.
Jika memungkinkan, dianjurkan berjalan kaki menuju lokasi shalat Id.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Nabi SAW menggunakan jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat shalat Id.
Baca juga: 40 Kata-kata Idul Fitri 2026 Menyentuh Hati untuk Keluarga dan Sahabat
Shalat Idul Fitri bukan sekadar ibadah sunnah. Lebih dari itu, shalat ini menjadi simbol kebersamaan umat Islam dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.
Dalam buku Rahasia Puasa Menurut Al-Qur’an dan Sunnah karya Yusuf Qardhawi dijelaskan bahwa Idul Fitri merupakan momen kembalinya manusia kepada fitrah setelah melalui proses penyucian diri selama bulan Ramadan.
Karena itu, memahami niat, tata cara, rukun, dan sunnah shalat Idul Fitri dapat membantu umat Islam melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk dan sempurna.
Pada akhirnya, hari raya tidak hanya menjadi perayaan kemenangan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan memulai kehidupan yang lebih baik setelah Ramadan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang