Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik di Jalur Mudik Lebaran 2026

Kompas.com, 12 Maret 2026, 13:18 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, Kementerian Agama menyiapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di berbagai jalur mudik di seluruh Indonesia.

Program ini dihadirkan untuk memberikan tempat singgah yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

Program tersebut diluncurkan dalam kegiatan kick off Ekspedisi Masjid Indonesia di Jakarta pada Rabu (11/3/2026).

Peluncuran program ini dilakukan oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i sebagai bagian dari upaya memperluas fungsi masjid sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Baca juga: Cari Masjid Saat Mudik Lebaran Kini Lebih Mudah, Kemenag Sarankan Gunakan Pusaka Super Apps

Dalam sambutannya, Wamenag mengatakan Kementerian Agama ingin menghidupkan kembali peran masjid agar tidak hanya digunakan untuk kegiatan ibadah rutin, tetapi juga memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Kita ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk pelaksanaan salat lima waktu. Masjid harus kembali pada fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wamenag dilansir dari siaran pers.

Ia menjelaskan, ribuan masjid telah disiapkan di berbagai daerah untuk melayani para pemudik yang melintasi jalur mudik nasional.

“Kementerian Agama telah merumuskan layanan bagi para pemudik yang akan dilaksanakan oleh masjid-masjid di seluruh Indonesia, sebanyak 6.859 masjid,” lanjutnya.

Fasilitas Masjid Ramah Pemudik

Menurut Wamenag, keberadaan masjid di sepanjang jalur mudik dapat menjadi tempat singgah yang membantu para musafir beristirahat selama perjalanan menuju kampung halaman.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga tempat singgah yang memberikan berbagai kemudahan bagi para pemudik,” katanya.

Berbagai fasilitas disiapkan di masjid-masjid tersebut untuk mendukung kebutuhan pemudik, antara lain:

  • Masjid dan musala dibuka 24 jam
  • Area parkir bagi kendaraan pemudik
  • Toilet bersih
  • Ruang istirahat
  • Layanan kesehatan untuk pertolongan pertama
  • Air bersih
  • Pengisian daya baterai ponsel
  • Pusat informasi pemudik
  • Air minum dan makanan ringan

Dengan fasilitas tersebut, pemudik diharapkan bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Lokasi Masjid Bisa Dicek Lewat Aplikasi

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengatakan program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.

“Ini merupakan bentuk kehadiran negara sekaligus layanan kami kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Abu Rokhmad.

Ia menambahkan, masjid yang terlibat dalam program ini berada di jalur mudik strategis dan telah dikoordinasikan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama di berbagai daerah untuk memastikan kesiapan fasilitasnya.

Untuk memudahkan pemudik menemukan masjid di sepanjang perjalanan, Kementerian Agama juga menyediakan informasi lokasi masjid melalui aplikasi Pusaka Super Apps.

“Melalui aplikasi Pusaka, masyarakat dapat dengan mudah mencari masjid terdekat dari lokasi mereka sehingga tetap dapat beribadah dengan nyaman selama perjalanan,” kata Abu Rokhmad.

Rumah Ibadah Lintas Agama Ikut Terlibat

Selain masjid, sejumlah rumah ibadah lintas agama juga membuka diri sebagai tempat singgah bagi para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan.

Baca juga: 5 Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Jakarta pada 10 Malam Terakhir Ramadhan

Menurut Abu Rokhmad, keterlibatan berbagai rumah ibadah tersebut menunjukkan semangat kepedulian dan kerukunan antarumat beragama.

“Rumah ibadah pada dasarnya bersifat terbuka dan inklusif. Melalui kolaborasi ini, masyarakat yang sedang melakukan perjalanan dapat memperoleh tempat singgah yang aman dan nyaman,” pungkasnya.

Dengan kehadiran ribuan Masjid Ramah Pemudik, perjalanan mudik Lebaran 2026 diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar