Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Idul Fitri: Tanda Puasa Diterima, Apakah Kita Masih Istiqamah Setelah Ramadhan?

Kompas.com, 17 Maret 2026, 09:28 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

Khutbah Pertama

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd.

Alhamdulillahi wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, kesehatan, dan kesempatan kepada kita semua, sehingga pada pagi hari yang penuh berkah ini kita dapat berkumpul dalam rangka melaksanakan Shalat Idul Fitri.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Baca juga: Khutbah Idul Fitri: 9 Pelajaran dari “Madrasah Ramadan” agar Tetap Istiqamah Setelah Lebaran

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Hari ini adalah hari kemenangan. Hari di mana kita kembali kepada fitrah, setelah sebulan penuh ditempa dalam Madrasah Ramadhan. Kita patut bersyukur karena telah diberi kesempatan menjadi “alumni Ramadhan”, yang dijanjikan dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat kelak berjumpa dengan Allah SWT.

Namun di balik gema takbir yang menggema, mungkin ada rasa sedih yang menyelinap di hati kita. Sedih karena berpisah dengan bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan.

Oleh karena itu, satu hal yang harus kita jaga adalah semangat Ramadhan tidak boleh ikut pergi.

Jika selama Ramadhan kita rajin ke masjid, maka setelah Ramadhan kita harus lebih rajin lagi.
Jika selama Ramadhan kita gemar membaca Al-Qur’an, maka setelahnya kita harus lebih dekat lagi dengannya.

Jika selama Ramadhan kita mudah bersedekah, maka di bulan-bulan berikutnya kita harus lebih dermawan lagi.

Karena sesungguhnya, istiqamah setelah Ramadhan adalah tanda diterimanya amal ibadah kita.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Tujuan utama dari puasa Ramadhan adalah meraih takwa. Takwa bukan sekadar ucapan, tetapi sikap hidup yang membimbing seluruh anggota tubuh kita untuk selalu taat kepada Allah.

Orang yang bertakwa akan:

  • menjaga pandangannya dari yang haram,
  • menjaga lisannya dari ghibah dan dusta,
  • menjaga tangannya dari mengambil yang bukan haknya,
  • serta menjaga hatinya dari penyakit iri dan dengki.

Ia takut berbuat curang, takut menyakiti orang lain, dan takut memakan harta yang tidak halal.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Hari ini juga merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah dan membangun harmoni.
Allah menciptakan kita berbeda-beda bukan untuk saling bermusuhan, tetapi untuk saling mengenal, saling membantu, dan saling menguatkan.

Maka di hari yang suci ini, marilah kita saling memaafkan.

Ingatlah, dosa kepada Allah dapat diampuni dengan taubat,
namun dosa kepada sesama manusia tidak akan diampuni sebelum kita meminta maaf secara langsung.

Secara khusus, marilah kita berbakti kepada kedua orang tua kita.
Mereka adalah sebab keberhasilan kita hari ini. Doa mereka adalah kekuatan kita, air mata mereka adalah keberkahan hidup kita.

Jika mereka masih hidup, peluklah mereka, cium tangannya, dan mintalah maaf.
Jika mereka telah wafat, maka jangan lupakan mereka. Kirimkan doa, ziarahi kubur mereka, karena itulah yang paling mereka harapkan.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Jangan pula kita lupakan Al-Qur’an.
Jadikanlah ia sahabat dalam kehidupan kita.

Karena kelak, ketika kita berada di dalam kubur sendirian, tidak ada yang menemani kita kecuali amal kita.

Dan di antara amal itu, Al-Qur’an akan datang membela kita di hadapan Allah SWT.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd.

Aqoolu qauli hadza wa astaghfirullaha li wa lakum, fastaghfiruhu, innahu huwal ghafurur rahim.

Khutbah Kedua

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar (7x), walillahilhamd.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat-Nya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ingatlah bahwa dunia ini hanyalah tempat singgah, tempat kita mencari bekal menuju akhirat.
Kita semua sedang berjalan menuju kematian. Ajal tidak akan bisa dimajukan atau ditunda walau sesaat.

Ketika kematian datang, tidak ada yang setia menemani kita kecuali amal kebaikan.
Harta, jabatan, bahkan keluarga akan kembali pulang, meninggalkan kita sendirian di dalam kubur.

Banyak orang yang telah meninggal berharap bisa kembali ke dunia, walau hanya beberapa saat, bukan untuk mencari harta, tetapi untuk bersedekah dan memperbanyak amal saleh.

Maka kita yang masih diberi kesempatan hidup, jangan sampai menyia-nyiakannya.

Mari kita isi hari-hari kita dengan kebaikan, dengan ibadah, dan dengan amal yang bermanfaat.

Baca juga: Khutbah Idul Fitri: Menjaga Istiqamah Setelah Ramadhan dan Mempererat Silaturahim

Doa

Allahumma taqabbal minna shiyamana, wa qiyamana, wa ruku’ana, wa sujudana.

Ya Allah, terimalah seluruh amal ibadah kami selama Ramadhan.

Ya Allah, jangan Engkau keluarkan kami dari tempat ini kecuali Engkau telah mengampuni dosa-dosa kami.

Ya Allah, sayangilah kedua orang tua kami, sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil.

Ya Allah, berikanlah keberkahan bagi bangsa kami, satukanlah hati kami, dan berikan pertolongan kepada saudara-saudara kami yang sedang tertindas, khususnya di Palestina.

Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzabannar.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar