Editor
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd.
Alhamdulillahi wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, kesehatan, dan kesempatan kepada kita semua, sehingga pada pagi hari yang penuh berkah ini kita dapat berkumpul dalam rangka melaksanakan Shalat Idul Fitri.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Baca juga: Khutbah Idul Fitri: 9 Pelajaran dari “Madrasah Ramadan” agar Tetap Istiqamah Setelah Lebaran
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Hari ini adalah hari kemenangan. Hari di mana kita kembali kepada fitrah, setelah sebulan penuh ditempa dalam Madrasah Ramadhan. Kita patut bersyukur karena telah diberi kesempatan menjadi “alumni Ramadhan”, yang dijanjikan dua kebahagiaan: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat kelak berjumpa dengan Allah SWT.
Namun di balik gema takbir yang menggema, mungkin ada rasa sedih yang menyelinap di hati kita. Sedih karena berpisah dengan bulan Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan.
Oleh karena itu, satu hal yang harus kita jaga adalah semangat Ramadhan tidak boleh ikut pergi.
Jika selama Ramadhan kita rajin ke masjid, maka setelah Ramadhan kita harus lebih rajin lagi.
Jika selama Ramadhan kita gemar membaca Al-Qur’an, maka setelahnya kita harus lebih dekat lagi dengannya.
Jika selama Ramadhan kita mudah bersedekah, maka di bulan-bulan berikutnya kita harus lebih dermawan lagi.
Karena sesungguhnya, istiqamah setelah Ramadhan adalah tanda diterimanya amal ibadah kita.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Tujuan utama dari puasa Ramadhan adalah meraih takwa. Takwa bukan sekadar ucapan, tetapi sikap hidup yang membimbing seluruh anggota tubuh kita untuk selalu taat kepada Allah.
Orang yang bertakwa akan:
Ia takut berbuat curang, takut menyakiti orang lain, dan takut memakan harta yang tidak halal.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Hari ini juga merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah dan membangun harmoni.
Allah menciptakan kita berbeda-beda bukan untuk saling bermusuhan, tetapi untuk saling mengenal, saling membantu, dan saling menguatkan.
Maka di hari yang suci ini, marilah kita saling memaafkan.
Ingatlah, dosa kepada Allah dapat diampuni dengan taubat,
namun dosa kepada sesama manusia tidak akan diampuni sebelum kita meminta maaf secara langsung.
Secara khusus, marilah kita berbakti kepada kedua orang tua kita.
Mereka adalah sebab keberhasilan kita hari ini. Doa mereka adalah kekuatan kita, air mata mereka adalah keberkahan hidup kita.
Jika mereka masih hidup, peluklah mereka, cium tangannya, dan mintalah maaf.
Jika mereka telah wafat, maka jangan lupakan mereka. Kirimkan doa, ziarahi kubur mereka, karena itulah yang paling mereka harapkan.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Jangan pula kita lupakan Al-Qur’an.
Jadikanlah ia sahabat dalam kehidupan kita.
Karena kelak, ketika kita berada di dalam kubur sendirian, tidak ada yang menemani kita kecuali amal kita.
Dan di antara amal itu, Al-Qur’an akan datang membela kita di hadapan Allah SWT.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd.
Aqoolu qauli hadza wa astaghfirullaha li wa lakum, fastaghfiruhu, innahu huwal ghafurur rahim.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar (7x), walillahilhamd.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ingatlah bahwa dunia ini hanyalah tempat singgah, tempat kita mencari bekal menuju akhirat.
Kita semua sedang berjalan menuju kematian. Ajal tidak akan bisa dimajukan atau ditunda walau sesaat.
Ketika kematian datang, tidak ada yang setia menemani kita kecuali amal kebaikan.
Harta, jabatan, bahkan keluarga akan kembali pulang, meninggalkan kita sendirian di dalam kubur.
Banyak orang yang telah meninggal berharap bisa kembali ke dunia, walau hanya beberapa saat, bukan untuk mencari harta, tetapi untuk bersedekah dan memperbanyak amal saleh.
Maka kita yang masih diberi kesempatan hidup, jangan sampai menyia-nyiakannya.
Mari kita isi hari-hari kita dengan kebaikan, dengan ibadah, dan dengan amal yang bermanfaat.
Baca juga: Khutbah Idul Fitri: Menjaga Istiqamah Setelah Ramadhan dan Mempererat Silaturahim
Allahumma taqabbal minna shiyamana, wa qiyamana, wa ruku’ana, wa sujudana.
Ya Allah, terimalah seluruh amal ibadah kami selama Ramadhan.
Ya Allah, jangan Engkau keluarkan kami dari tempat ini kecuali Engkau telah mengampuni dosa-dosa kami.
Ya Allah, sayangilah kedua orang tua kami, sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil.
Ya Allah, berikanlah keberkahan bagi bangsa kami, satukanlah hati kami, dan berikan pertolongan kepada saudara-saudara kami yang sedang tertindas, khususnya di Palestina.
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzabannar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang