Editor
KOMPAS.com - Jelang berakhirnya bulan Ramadhan 2026, Mahkamah Agung Arab Saudi mengimbau umat Islam di seluruh wilayah kerajaan untuk turut memantau hilal atau bulan sabit awal Syawal.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk menentukan awal bulan Syawal yang menandai berakhirnya Ramadhan dan datangnya Hari Raya Idul Fitri 2026.
Pengamatan hilal menjadi bagian penting dalam penetapan kalender Hijriah di banyak negara Muslim.
Karena itu, masyarakat yang mampu melihat hilal diminta ikut berpartisipasi dalam proses pemantauan.
Baca juga: Arab Saudi Tetapkan Batas Akhir Visa Umrah dan Masa Tinggal Jamaah di Bulan Syawal 1447 H
Dilansir dari Saudi Gazette, Mahkamah Agung Arab Saudi mengajak umat Islam di seluruh wilayah kerajaan untuk melihat hilal Syawal pada Rabu malam, 18 Maret 2026.
Dalam pengumuman resmi, pengadilan meminta siapa pun yang melihat hilal, baik dengan mata telanjang maupun menggunakan teropong, untuk melaporkannya kepada pengadilan terdekat dan mendaftarkan kesaksiannya.
Mahkamah juga meminta orang yang menyaksikan hilal agar menghubungi pusat terdekat guna membantu mereka mencapai pengadilan terdekat jika diperlukan.
Mahkamah Agung juga mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan melakukan pengamatan hilal untuk bergabung dengan komite yang telah dibentuk di berbagai wilayah.
Komite tersebut bertugas melakukan pemantauan hilal sebagai bagian dari proses resmi penentuan awal bulan Syawal.
Mahkamah menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam pemantauan hilal dapat memperkuat kerja sama demi kepentingan umat Islam.
Keterlibatan tersebut juga membantu memastikan penentuan awal bulan Syawal dilakukan secara tepat dan akurat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang