Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Haru Mudik Gratis Surabaya: Rindu yang Tertahan Akhirnya Terbayar, Ribuan Perantau Bisa Pulang

Kompas.com, 19 Maret 2026, 09:40 WIB
Suci Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis Hari Raya Idul Fitri di Surabaya, Jawa Timur, terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bagi para perantau, program ini bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan jembatan untuk kembali ke kampung halaman.

Di tengah padatnya arus mudik dan tingginya biaya perjalanan, kehadiran mudik gratis menjadi alternatif yang lebih aman, nyaman, sekaligus manusiawi.

Menjelang puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3/2026) ini, suasana di sejumlah titik di Kota Pahlawan sudah dipenuhi antusiasme warga. Sehari sebelumnya, berbagai program mudik gratis digelar oleh instansi, perusahaan, hingga tokoh masyarakat.

Baca juga: Kisah Hangat Mudik di Kendal: Pemudik Nikmati Pijat Gratis hingga Servis Motor di Posko NU Peduli

Program-program tersebut membuka peluang bagi para perantau untuk pulang tanpa terbebani biaya transportasi yang kian mahal.

Untuk banyak orang, mudik bukan sekadar perjalanan. Lebih dari itu, mudik merupakan salah satu jalan kembali pulang ke rumah, melepas rindu, dan merayakan Lebaran bersama keluarga.

Mengurangi Beban, Menambah Kebahagiaan

Seperti Anwar, salah satu peserta mudik gratis tujuan Semarang, merasakan langsung manfaat program tersebut. Ia mengaku sudah mulai mencari informasi mudik gratis sejak awal Ramadhan.

“Ya cukup membantu adanya mudik gratis ini. karena mengurangi pengeluaran. awal puasa itu saya sudah mulai browsing-browsing untuk mudik gratis. kebetulan saya satu keluarga ada 5 jadi dengan adanya mudik gratis cukup membantu mengurangi pengeluaran,” ujar pria berusia 49 tahun itu.

Tidak hanya meringankan biaya, ia juga merasakan manfaat sosial dari perjalanan tersebut.

“Saya suka dari mudik gratis ketemu sesama orang rantau nambah saudara kalau nanti sudah kembali ke Surabaya. Selain itu perjalanan juga terasa lebih aman dan nyaman. Jadi bisa pulang kampung tanpa harus khawatir ongkos mahal,” imbuhnya.

Hal serupa dirasakan Sulis, pemudik tujuan Solo. Baginya, program ini memberikan ruang bernapas di tengah keterbatasan ekonomi.

“Bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga di Lebaran jadi lebih tenang. Biasanya saya harus menabung jauh-jauh hari untuk ongkos mudik. Sekarang dengan adanya mudik gratis, beban itu berkurang dan saya bisa lebih fokus menyiapkan kebutuhan keluarga di kampung,” tuturnya.

Perjalanan Pulang yang Lama Dinanti

Sedangkan bagi Fuad, mudik tahun ini memiliki arti yang jauh lebih dalam. Ia mengaku sudah beberapa tahun terakhir menahan keinginan pulang karena keterbatasan biaya.

“Jujur, program mudik gratis ini sangat berarti buat saya. Saya harus berpikir dua kali untuk pulang kampung karena ongkos transportasi yang semakin mahal. Kadang rindu itu harus ditahan, karena lebih memilih mengirim uang ke orang tua daripada dipakai pulang,” tutur pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh itu.

“Rasanya lega sekali membayangkan bisa bertemu orang tua, mencium tangan mereka di hari Lebaran. Hal yang mungkin terlihat sederhana, tapi sangat berarti buat kami yang merantau,” sambungnya.

Ia menambahkan, mudik bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan emosional yang penuh makna.

“Bukan karena tidak ingin, tapi kondisi keuangan sering kali tidak memungkinkan. Ongkos naik, kebutuhan hidup juga banyak setelah Lebaran itu. Program mudik gratis ini seperti membuka jalan bagi saya untuk kembali ke rumah," kata Fuad salah satu peserta mudik gratis yang diselenggarakan PT Sinergi Gula Nusantara.

Sehingga perjalanan ini bukan sekadar pulang, tapi juga tentang mengobati rindu yang sudah lama tertahan. Ia sangat bersyukur masih diberi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga tahun ini.

Anggota DPR RI, Arizal Tom Liwafa saat bersama pemudik, saat kegiatan layanan mudik gratis bagi warga perantau di Kota Surabaya dalam program Mudik Ceria dengan menyiapkan 10 armada bus gratis, Senin (17/3/2026) malam. Dokumentasi Pribadi Anggota DPR RI, Arizal Tom Liwafa saat bersama pemudik, saat kegiatan layanan mudik gratis bagi warga perantau di Kota Surabaya dalam program Mudik Ceria dengan menyiapkan 10 armada bus gratis, Senin (17/3/2026) malam.

Ratusan Pemudik Diberangkatkan

Seperti diketahui pada Senin (16/3/2026), sejumlah program mudik gratis besar digelar di Surabaya. Ratusan warga yang telah terdaftar tampak berbondong-bondong berangkat bersama keluarga.

Salah satu program tersebut digagas oleh anggota DPR RI, Arizal Tom Liwafa, melalui program “Mudik Ceria”.

Sebanyak 10 armada bus disiapkan untuk mengangkut sekitar 400 pemudik dengan berbagai tujuan, mulai dari Madiun, Solo, Yogyakarta, Magelang, hingga Semarang.

“Senang melihat warga antusias. Kami ingin berbagi kebahagiaan agar mereka bisa mudik dengan nyaman dan 'ceria' sesuai nama programnya,” ujar anggota dewan yang biasa disapa Tom itu.

Selain transportasi gratis, peserta juga mendapatkan fasilitas pendukung hingga uang saku, sehingga perjalanan terasa lebih ringan.

Program ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus menekan kepadatan lalu lintas selama musim mudik.

Perusahaan Turut Ambil Peran

Selain itu sektor perusahaan juga turut berkontribusi dalam mendukung kelancaran arus mudik. Salah satunya adalah PT Sinergi Gula Nusantara yang kembali menggelar program Mudik Gratis 2026.

Sebanyak 400 peserta diberangkatkan menggunakan 10 bus menuju berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Banyuwangi, Blitar, Pacitan, Yogyakarta, Semarang, hingga Jakarta.

Pelepasan peserta dilakukan di kawasan Jembatan Merah Plaza, Surabaya, dalam suasana penuh semangat kebersamaan.

Baca juga: Ansor Blora Buka 5 Posko Mudik di Jalur Strategis, Pemudik Bisa Istirahat Gratis

Plt Direktur Utama SGN, Hariyanto, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama dalam program ini.

"Seluruh armada telah dipastikan dalam kondisi layak jalan serta dilengkapi fasilitas pendukung, tenaga medis, dan logistik untuk menunjang perjalanan," kata Hariyanto.

"Selain itu, rute perjalanan dirancang melalui jalur strategis di Pantura guna memberikan fleksibilitas bagi peserta yang ingin turun di kota-kota perlintasan," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar