Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Haji 2026 Sejak Masuk Asrama, Berangkat, Hingga Waktu Kepulangan

Kompas.com, 29 Maret 2026, 11:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com – Jadwal Haji 2026 untuk jemaah Indonesia telah resmi ditetapkan dan akan segera memasuki tahap pemberangkatan.

Pemerintah menetapkan rangkaian ini melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 7 Tahun 2025.

Rencana perjalanan disusun dengan mengacu pada kalender Ummul Quro Arab Saudi sebagai pedoman utama pelaksanaan ibadah.

Seluruh tahapan dalam jadwal keberangkatan dan kepulangan Haji 2026 mencakup proses masuk asrama, keberangkatan ke Tanah Suci, pelaksanaan puncak ibadah, hingga kepulangan jemaah ke Indonesia.

Baca juga: Hukum Menunda Haji bagi yang Mampu, Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait Pelaksanaan Rukun Islam Kelima

Jadwal Haji 2026

Dirangkum dari laman Kementerian Haji dan Umrah serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut rincian lengkapnya.

Jadwal Pemberangkatan Haji 2026

Tahapan awal dalam jadwal Haji 2026 dimulai dari masuknya jemaah ke asrama haji sebelum diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi dalam dua gelombang.

Baca juga: 7 Syarat Wajib Haji yang Harus Dipenuhi Jemaah, Lengkap dengan Penjelasan dan Persiapannya

  • 21 April 2026 (4 Dzulqaidah 1447 H): Jemaah mulai masuk asrama haji
  • 22 April – 6 Mei 2026 (5–19 Dzulqaidah 1447 H): Pemberangkatan gelombang 1 ke Madinah
  • 1 – 15 Mei 2026 (14–28 Dzulqaidah 1447 H): Keberangkatan lanjutan gelombang 1 dari Madinah ke Makkah
  • 7 – 21 Mei 2026 (21 Dzulqaidah – 4 Dzulhijjah 1447 H): Pemberangkatan gelombang 2 ke Jeddah
  • 21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah 1447 H): Batas akhir keberangkatan (closing date Bandara Jeddah pukul 24.00 WAS)

Jadwal Puncak Ibadah Haji 2026

Puncak pelaksanaan ibadah dalam jadwal Haji 2026 berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sebagai inti rangkaian haji.

  • 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H): Wukuf di Arafah
  • 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 H): Idul Adha 1447 H
  • 27 – 29 Mei 2026 (11–13 Dzulhijjah 1447 H): Hari Tasyrik (Nafar Awal dan Nafar Tsani)

Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, jemaah akan dipulangkan secara bertahap sesuai jadwal keberangkatan dan kepulangan Haji 2026 dalam dua gelombang.

  • 1 – 15 Juni 2026 (15–29 Dzulhijjah 1447 H): Pemulangan gelombang 1
  • 1 Juni 2026: Awal kedatangan jemaah gelombang 1 di Tanah Air
  • 7 – 30 Juni 2026: Pemulangan gelombang 2
  • 16 Juni – 1 Juli 2026 (1–16 Muharram 1448 H): Kedatangan gelombang 2
  • 16 Juni 2026 (1 Muharram 1448 H): Tahun Baru Hijriyah 1448

Masa Operasional dan Durasi Tinggal Jemaah Haji 2026

Dalam jadwal Haji 2026, masa operasional pemberangkatan hingga pemulangan berlangsung selama 30 hari. Periode ini terbagi menjadi dua gelombang, masing-masing selama 15 hari.

Sementara itu, lama tinggal jemaah haji Indonesia di Arab Saudi diperkirakan antara 38 hingga 40 hari. Durasi ini mencakup seluruh rangkaian ibadah, mulai dari kedatangan di Madinah atau Jeddah hingga puncak haji dan persiapan kepulangan.

Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung

Menjelang dimulainya jadwal Haji 2026, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memastikan bahwa seluruh persiapan operasional berjalan sesuai rencana.

Progres persiapan disebut telah mendekati 100 persen menjelang masa pemberangkatan jemaah. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur.

Dalam arahannya, Menhaj menekankan pentingnya penyelenggaraan haji yang bersih, lancar, dan bebas dari penyimpangan. Jawa Timur sebagai provinsi dengan kuota jemaah terbesar dinilai menjadi barometer keberhasilan nasional.

"Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif," ujar Menhaj di Jombang, Jum'at (27/3/2026).

Pemerintah memastikan seluruh tahapan dalam jadwal keberangkatan dan kepulangan Haji 2026 mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan jemaah.

Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan untuk mengantisipasi potensi kendala selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Dengan persiapan yang hampir rampung, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan berjalan tertib dan memberikan pelayanan optimal bagi jemaah Indonesia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar