Editor
KOMPAS.com - Keistimewaan Sayyidah Khadijah menjadi bagian penting dalam sejarah Islam yang patut diketahui umat Muslim.
Khadijah binti Khuwailid ibn Asad ibn Abdul Uzza ibn Qushai ibn Kilab adalah istri pertama Nabi Muhammad SAW yang memiliki peran besar dalam mendukung dakwah Islam sejak awal.
Sosok Khadijah dikenal sebagai wanita mulia dengan keteguhan iman dan pengorbanan luar biasa.
Baca juga: Kisah Cemburu Aisyah kepada Khadijah: Cinta, Kesetiaan, dan Jawaban Nabi yang Menggetarkan
Karenanya, ia juga dikaruniai berbagai julukan, seperti Ummul Mukminin (Ibu dari Orang-orang yang Beriman), At-Thaahirah (Perempuan Suci), Sayyidah Nisa' Quraisy (Pemuka Perempuan Quraisy),dan Sayyidah Nisa Al-Alamin (Pemuka Perempuan Dunia).
Perjalanan hidupnya menjadi teladan tentang kesetiaan, keikhlasan, dan kekuatan dalam beragama.
Sebagai pendamping Rasulullah, Khadijah tidak hanya berperan sebagai istri, tetapi juga sahabat dan pendukung utama perjuangan Islam.
Baca juga: Khadijah binti Khuwailid: Perempuan Pertama yang Memeluk Islam
Dilansir dari laman Kemenag, berikut tujuh keistimewaan Sayyidah Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad SAW:
Sejak sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW, Khadijah telah dikenal sebagai wanita terhormat di kalangan Quraisy.
Ia memiliki kedudukan, kekayaan, serta menjaga kehormatan dirinya dengan sangat baik.
لانها كانت تدعى فى الجاهلية بالطاهرة لشدة عفافها وصياتها
Artinya: "Di masa Jahiliyah, Khadijah disebut ath-Thâhirah (wanita suci) karena dia sangat ketat dalam menjaga kehormatan dirinya." (Syekh Nawawi Al-Bantani, Madarijus Su'ud, [Semarang, Karya Toha Putra: t.t], halaman 30)
Khadijah menjadi ibu dari hampir seluruh anak Nabi Muhammad SAW. Dari pernikahan ini lahir Al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah.
Peristiwa wafatnya putra Nabi, Al-Qasim dan Abdullah, sempat membuat Nabi dicela sebagai “abtar”. Namun, Allah SWT menjawabnya dengan menurunkan Surat Al-Kautsar. (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, juz V, halaman 306-307)
Saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, Khadijah menjadi orang pertama yang membenarkan dan beriman kepada risalah tersebut.
Ia memberikan dukungan penuh di awal masa dakwah yang penuh tantangan.
كَانَتْ خَدِيجَةُ أَوَّلَ مَنْ آمَنَ باللَّه ورسوله وصدق بماجاء به
Artinya: "Khadijah adalah orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta membenarkan apa yang dibawa oleh beliau." (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, juz III, halaman 24)
Selama hidup bersama Khadijah, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menikah dengan wanita lain. Hal ini menunjukkan besarnya cinta dan penghormatan Nabi kepada Khadijah.
Khadijah mendampingi Rasulullah selama sekitar 25 tahun tanpa dimadu. Keistimewaan ini menjadi salah satu bentuk kemuliaan yang tidak dimiliki oleh istri Nabi lainnya. (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, juz III, halaman 128-129)
Pengorbanan Khadijah dalam mendukung dakwah Islam mendapat balasan istimewa dari Allah SWT. Ia mendapatkan salam langsung dari Allah melalui Malaikat Jibril.
وَأَرْسَلَ اللَّهُ إِلَيْهَا السَّلَامَ مَعَ جِبْرِيلَ، وَهَذِهِ خَاصَّةٌ لَا تُعْرَفُ لِامْرَأَةٍ سِوَاهَا
Artinya: "Allah mengirim salam kepadanya (Khadijah) melalui Jibril, dan ini merupakan keistimewaan yang tidak diberikan kepada wanita lain." (Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Zadul Ma'ad [Beirut, Muassasah Ar-Risalah: 1998] juz I, halaman 102)
Selain salam, Khadijah juga mendapat kabar gembira berupa rumah di surga yang indah dan penuh ketenangan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ ﷺ فَقَالَ: هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ، فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي، وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ، لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ
Artinya: “Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Malaikat Jibril datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata: Ini Khadijah telah datang, bersamanya ada sebuah wadah berisi lauk, atau makanan, atau minuman. Maka apabila ia datang kepadamu, sampaikanlah salam dari Rabb-nya dan dariku kepadanya, serta kabarkan kepadanya bahwa ia akan mendapatkan sebuah rumah di surga yang terbuat dari mutiara dan di dalamnya tidak ada kebisingan dan tidak ada keletihan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Khadijah termasuk dalam golongan wanita terbaik penghuni surga bersama tokoh-tokoh mulia lainnya.
أَفْضَلُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ : خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ مُحَمَّدٍ، وَمَرْيَمُ ابْنَةُ عِمْرَانَ، وَآسِيَةُ بِنْتُ مُزَاحِمٍ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ
Artinya: “Wanita terbaik penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam putri Imran, dan Asiyah binti Muzahim (istri Fir'aun).” (HR Ahmad)
Keistimewaan Sayyidah Khadijah menunjukkan betapa mulianya peran beliau dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dan perkembangan Islam. Sosoknya menjadi teladan bagi umat Muslim, khususnya perempuan, dalam menjaga keimanan, keikhlasan, serta keteguhan dalam mendukung kebaikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang