KOMPAS.com – Di antara ragam ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam, shalat tasbih memiliki keistimewaan tersendiri.
Ibadah ini tidak hanya menghadirkan kekhusyukan, tetapi juga dipenuhi dengan dzikir yang berulang hingga ratusan kali, menjadikannya sarana penyucian jiwa yang mendalam.
Shalat tasbih dikenal dengan bacaan tasbih sebanyak 300 kali dalam empat rakaat. Meski tidak sepopuler shalat sunnah lainnya, amalan ini menyimpan keutamaan besar yang sering kali luput dari perhatian umat Muslim.
Lalu, bagaimana tata cara shalat tasbih yang benar? Kapan waktu terbaik untuk melaksanakannya? Dan apa saja keutamaannya?
Baca juga: Doa Qunut Subuh: Perbedaan Bacaan untuk Imam dan Shalat Sendirian, Jangan Sampai Keliru
Shalat tasbih merupakan salah satu ibadah sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan dicatat oleh Imam Abu Daud, Rasulullah SAW menganjurkan shalat tasbih sebagai amalan yang mampu menghapus berbagai dosa, baik yang disengaja maupun tidak.
Dalam buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Arif Rahman, dijelaskan bahwa shalat tasbih merupakan bentuk ibadah yang menggabungkan gerakan shalat dengan dzikir intensif sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah SWT.
Sementara itu, dalam Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kekuatan haditsnya, banyak ulama tetap membolehkan dan menganjurkan pelaksanaannya sebagai bagian dari amalan sunnah.
Shalat tasbih termasuk ibadah yang fleksibel dalam pelaksanaannya. Ia dapat dilakukan pada siang maupun malam hari, selama tidak berada pada waktu-waktu yang dilarang untuk shalat.
Jika dilakukan pada siang hari, shalat tasbih dikerjakan empat rakaat dengan satu salam. Sedangkan pada malam hari, bisa dilakukan empat rakaat dengan dua salam.
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa waktu yang utama adalah setelah matahari terbenam. Namun, dalam praktiknya, umat Islam diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Rasulullah SAW bahkan memberikan pilihan frekuensi pelaksanaan yang fleksibel:
Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa shalat tasbih adalah ibadah yang memberi ruang kemudahan, tanpa mengurangi nilai keutamaannya.
Baca juga: Doa Setelah Shalat Taubat Sesuai Sunnah Rasulullah, Lengkap Niatnya
Seperti halnya ibadah lainnya, niat menjadi bagian penting dalam shalat tasbih. Niat cukup dihadirkan dalam hati, namun juga dapat dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.
Berikut bacaan niat shalat tasbih:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat-Tasbiihi rak'ataini lillaahi Ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat melaksanakan salat sunah tasbih dua rakaat semata-mata karena Allah Ta'ala."
Niat ini diucapkan setiap dua rakaat jika dilakukan dengan dua salam.
Secara umum, tata cara shalat tasbih sama dengan shalat sunnah biasa. Perbedaannya terletak pada tambahan bacaan tasbih di setiap gerakan.
Dalam buku Yuk, Shalat Tasbih! karya Fatkhul Anas, dijelaskan bahwa bacaan tasbih menjadi inti dari ibadah ini.
Bacaan tasbih yang dibaca adalah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil azhiimi.
Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (izin) Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Dalam setiap rakaat, bacaan tasbih diulang sebanyak 75 kali dengan rincian:
Totalnya mencapai 300 kali dalam empat rakaat.
Baca juga: Niat Shalat Ba’diyah 5 Waktu Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Keutamaan shalat tasbih sangat besar, terutama dalam hal pengampunan dosa.
Dalam hadits riwayat Imam Abu Daud, Rasulullah SAW menyebut bahwa amalan ini dapat menghapus dosa, bahkan jika sebanyak buih di lautan atau gundukan pasir.
Menurut Rizem Aizid dalam buku Aktivitas Mukjizat Hari Jumat, shalat tasbih juga menjadi salah satu amalan yang memiliki pahala besar meski dilakukan hanya sekali seumur hidup.
Selain itu, shalat tasbih juga memberikan manfaat spiritual:
Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.
Lebih dari sekadar ritual, shalat tasbih adalah perjalanan batin. Dalam setiap gerakan dan bacaan, seorang Muslim diajak untuk tenggelam dalam dzikir dan kesadaran akan kebesaran Allah SWT.
Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, ibadah ini menjadi ruang jeda yang menghadirkan ketenangan.
Ia bukan hanya tentang jumlah bacaan, tetapi tentang kualitas hubungan antara hamba dan Tuhannya.
Shalat tasbih mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: bahwa dalam setiap pengulangan dzikir, ada harapan akan ampunan dan ketenangan yang terus diperbarui.
Dan mungkin, di situlah letak daya tariknya, sebuah ibadah sunyi yang menyimpan kekuatan besar bagi jiwa yang mencari ketenangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang