Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suhu Arab Saudi Diprediksi Lebih Panas, Musim Haji 2026 Berpotensi Lebih Terik

Kompas.com, 8 April 2026, 10:19 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Musim panas 2026 di Arab Saudi diperkirakan akan lebih terik dari biasanya. National Center for Meteorology Saudi Arabia (NCM) memprediksi suhu pada Juni hingga Agustus akan mengalami peningkatan di sebagian besar wilayah kerajaan.

Juru bicara NCM, Hussein Al-Qahtani, menyebut kenaikan suhu diperkirakan berkisar antara 1 hingga 2 derajat Celsius, terutama di wilayah barat, barat daya, dan sebagian selatan Arab Saudi.

“Peningkatan suhu akan lebih terasa di beberapa wilayah tersebut, sementara di daerah lain kenaikannya relatif lebih rendah,” ujarnya.

Baca juga: Awal Mula Haji di Indonesia, Ini Sosok yang Diduga Pertama Naik Haji

Musim Haji Berpotensi Lebih Panas

Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena beririsan dengan pelaksanaan ibadah haji 2026 yang berlangsung pada musim panas. Artinya, jutaan jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berpotensi menghadapi suhu yang lebih tinggi saat menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Mulai dari tawaf di Masjidil Haram, wukuf di Arafah, hingga mabit di Mina, seluruh rangkaian ibadah dilakukan di ruang terbuka yang rentan terhadap paparan panas ekstrem.

Kenaikan suhu, meski hanya 1–2 derajat Celsius, dapat berdampak signifikan terhadap kenyamanan dan kesehatan jemaah, terutama lansia dan mereka dengan kondisi fisik tertentu.

Meski suhu diprediksi lebih tinggi, NCM menegaskan tidak ada tanda-tanda musim panas datang lebih awal. Pola cuaca saat ini masih sesuai dengan rata-rata musim berdasarkan model iklim terbaru.

Bahkan, dalam jangka pendek, suhu diperkirakan akan berada di bawah normal selama dua pekan mulai akhir April, sebelum kembali mendekati kondisi normal pada pekan berikutnya.

Al-Qahtani menjelaskan bahwa prediksi ini merupakan hasil studi iklim musiman yang dilakukan secara rutin oleh NCM. Dalam waktu dekat, lembaga tersebut akan merilis laporan lebih rinci terkait karakteristik musim panas tahun ini.

Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dan pemerintah dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

Baca juga: Dulu Jemaah Haji Dibiarkan Sendiri, Kini Disubsidi: Begini Sejarah Panjangnya

NCM mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti pembaruan informasi resmi terkait cuaca. Hal ini dinilai penting agar masyarakat dapat melakukan persiapan lebih dini dan merespons perubahan iklim dengan tepat.

Dengan suhu yang diprediksi meningkat, kesiapan menghadapi cuaca panas menjadi kunci, terutama bagi aktivitas luar ruangan dan sektor-sektor yang bergantung pada kondisi iklim.

Musim panas di Arab Saudi memang dikenal ekstrem, namun dengan informasi yang akurat dan kesiapsiagaan yang baik, dampaknya dapat diminimalisir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
4 Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik 11, 12, dan 13 Zulhijjah
4 Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik 11, 12, dan 13 Zulhijjah
Aktual
Potret Toleransi dalam Perayaan Idul Adha di Gumuk Pasir Parangkusumo
Potret Toleransi dalam Perayaan Idul Adha di Gumuk Pasir Parangkusumo
Aktual
Irfan Hakim Bagikan Lebih dari 5.000 Paket Daging Kurban pada Idul Adha 1447 H
Irfan Hakim Bagikan Lebih dari 5.000 Paket Daging Kurban pada Idul Adha 1447 H
Aktual
Masjid Istiqlal Bagikan 10.728 Bungkus Daging Kurban, Ada Sapi Presiden
Masjid Istiqlal Bagikan 10.728 Bungkus Daging Kurban, Ada Sapi Presiden
Aktual
PPIH Arab Saudi Larang Jemaah Haji Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00 WAS
PPIH Arab Saudi Larang Jemaah Haji Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00 WAS
Aktual
Jemaah Haji NTB yang Meninggal di Arab Saudi Bertambah Jadi Lima Orang
Jemaah Haji NTB yang Meninggal di Arab Saudi Bertambah Jadi Lima Orang
Aktual
Idul Adha 1447 H Jadi Momentum Kompas Gramedia Perkuat Semangat Berbagi
Idul Adha 1447 H Jadi Momentum Kompas Gramedia Perkuat Semangat Berbagi
Aktual
Calon Haji Jambi Wafat di Arafah, Ibadah Hajinya Akan Dibadalkan
Calon Haji Jambi Wafat di Arafah, Ibadah Hajinya Akan Dibadalkan
Aktual
Khutbah Idul Adha Mendiktisaintek di ITB: Jaga Keikhlasan, Ketakwaan, dan Kepedulian Sesama
Khutbah Idul Adha Mendiktisaintek di ITB: Jaga Keikhlasan, Ketakwaan, dan Kepedulian Sesama
Aktual
Haji di Bawah Bayang Perang: Dari Ritual Spritual Menuju Gerakan Pencerahan
Haji di Bawah Bayang Perang: Dari Ritual Spritual Menuju Gerakan Pencerahan
Aktual
Tekan Sampah Plastik, Warga Sumenep Bungkus Daging Kurban dengan Daun Pisang
Tekan Sampah Plastik, Warga Sumenep Bungkus Daging Kurban dengan Daun Pisang
Aktual
Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap, Larangan Puasa hingga Amalan Utamanya
Hari Tasyrik Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap, Larangan Puasa hingga Amalan Utamanya
Aktual
Kemenag Tegaskan Pelaku Cabul di Pekalongan Bukan Pimpinan Pesantren, tapi Pengasuh Padepokan
Kemenag Tegaskan Pelaku Cabul di Pekalongan Bukan Pimpinan Pesantren, tapi Pengasuh Padepokan
Aktual
Polemik Sapi Kurban Presiden dari APBN, Ini Penjelasan Guru Besar UIN
Polemik Sapi Kurban Presiden dari APBN, Ini Penjelasan Guru Besar UIN
Aktual
Tebuireng Bahas Hukum Basmi Ikan Sapu dan Lebur Jasad Manusia, Ini Penjelasannya
Tebuireng Bahas Hukum Basmi Ikan Sapu dan Lebur Jasad Manusia, Ini Penjelasannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com