Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Tunggu Haus, Ini Cara Jemaah Haji Cegah Dehidrasi di Tanah Suci

Kompas.com, 8 April 2026, 10:19 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi bukan sekadar tantangan, tetapi juga ujian fisik yang nyata bagi jemaah haji.

Suhu yang bisa menembus lebih dari 40 derajat Celsius membuat risiko dehidrasi meningkat tajam, terutama saat menjalani rangkaian ibadah yang padat seperti wukuf, tawaf, dan sa’i.

Di tengah kondisi tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan satu hal penting, jangan menunggu haus untuk minum. Sebab, rasa haus justru merupakan tanda bahwa tubuh sudah mengalami kekurangan cairan.

Lalu, bagaimana cara mencegah dehidrasi selama ibadah haji agar tetap khusyuk dan aman?

Dehidrasi: Ancaman Nyata di Tanah Suci

Ibadah haji identik dengan aktivitas fisik tinggi di ruang terbuka. Jemaah berjalan kaki dalam jarak jauh, berdesakan di tengah kerumunan, dan terpapar panas dalam waktu lama.

Dilansir dari ANTARA, menurut dokter dan ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, kebutuhan cairan orang dewasa berkisar antara 30–35 ml per kilogram berat badan per hari.

Artinya, seseorang dengan berat 60 kg membutuhkan sekitar 1,8 hingga 2,1 liter cairan setiap hari.

Namun dalam kondisi panas ekstrem seperti di Arab Saudi, kebutuhan ini bisa meningkat.

Dalam buku Nutrition for Health, Fitness and Sport karya Melvin H. Williams, dijelaskan bahwa kehilangan cairan sebesar 2 persen saja dari berat badan sudah dapat menurunkan performa fisik dan konsentrasi.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi heat exhaustion hingga heat stroke.

Baca juga: Awal Mula Haji di Indonesia, Ini Sosok yang Diduga Pertama Naik Haji

Jangan Tunggu Haus, Ini Tanda Awal Dehidrasi

Banyak orang masih mengandalkan rasa haus sebagai indikator tubuh membutuhkan cairan. Padahal, menurut Dr. Tan, hal itu keliru.

“Haus adalah tanda akhir dehidrasi,” ujarnya.

Tanda awal yang lebih akurat justru dapat dilihat dari kondisi urine. Warna urine menjadi indikator sederhana namun efektif:

  • Jernih hingga kuning muda → tubuh cukup cairan
  • Kuning pekat → mulai dehidrasi
  • Gelap dan sedikit → dehidrasi berat

Dalam buku Human Physiology: An Integrated Approach karya Dee Unglaub Silverthorn, disebutkan bahwa tubuh manusia memiliki sistem regulasi cairan yang kompleks. Namun sinyal haus sering kali muncul terlambat, terutama pada lansia.

Karena itu, jemaah haji disarankan untuk minum secara teratur, bukan menunggu rasa haus datang.

Strategi Cerdas Menjaga Hidrasi Selama Haji

Menjaga cairan tubuh bukan sekadar soal minum banyak, tetapi juga soal strategi. Dalam kondisi ibadah yang padat, jemaah perlu mengatur pola minum secara disiplin.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

  • Pertama, membiasakan minum sedikit tetapi sering. Alih-alih minum dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik mengonsumsi air dalam jumlah kecil namun rutin setiap 15–30 menit.
  • Kedua, selalu membawa botol air. Ini penting agar jemaah tidak bergantung pada ketersediaan air di lokasi ibadah.
  • Ketiga, mengonsumsi makanan yang mengandung air, seperti buah-buahan. Dalam buku Advanced Nutrition and Human Metabolism karya Sareen S. Gropper, disebutkan bahwa sekitar 20 persen kebutuhan cairan tubuh dapat dipenuhi dari makanan.
  • Keempat, menghindari paparan panas berlebihan tanpa perlindungan, seperti menggunakan payung, topi, atau pelindung kepala.

Baca juga: Ini Perlengkapan Haji Perempuan yang Wajib Dibawa, Jangan Sampai Terlewat

Batasi Kopi, Teh, dan Minuman Manis

Selain mencukupi cairan, jemaah juga perlu memperhatikan jenis minuman yang dikonsumsi.

Dr. Tan mengingatkan bahwa minuman seperti kopi dan teh memiliki efek diuretik, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan.

Sementara itu, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menekankan pentingnya menghindari minuman tinggi gula.

“Minuman dengan tambahan gula tinggi sebaiknya dikurangi agar metabolisme tetap stabil,” ujarnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk makanan manis seperti donat, biskuit krim, dan roti cokelat.

Konsumsi gula berlebih tidak hanya meningkatkan risiko dehidrasi, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan energi tubuh.

Dalam buku The Science of Nutrition karya Janice J. Thompson, dijelaskan bahwa konsumsi gula berlebih dapat mempercepat dehidrasi karena memengaruhi keseimbangan cairan dalam sel.

Latihan Pola Hidup Sehat Sebelum Berangkat

Persiapan haji tidak dimulai saat tiba di Tanah Suci, tetapi jauh sebelum keberangkatan. Pola makan dan kebiasaan minum perlu dilatih sejak dini.

Dr. Rita menyarankan agar jemaah mulai mengonsumsi “real food” atau makanan alami yang minim proses pengolahan.

Pola makan ini membantu tubuh beradaptasi dengan kebutuhan energi dan cairan selama ibadah haji.

Selain itu, kebiasaan minum cukup air setiap hari juga perlu dibangun sejak di tanah air. Tubuh yang sudah terbiasa terhidrasi dengan baik akan lebih siap menghadapi kondisi ekstrem.

Baca juga: Dulu Jemaah Haji Dibiarkan Sendiri, Kini Disubsidi: Begini Sejarah Panjangnya

Lansia dan Risiko Dehidrasi yang Lebih Tinggi

Sebagian besar jemaah haji Indonesia merupakan kelompok usia lanjut. Kelompok ini memiliki risiko dehidrasi yang lebih tinggi karena penurunan fungsi tubuh, termasuk sensitivitas terhadap rasa haus.

Dalam buku Geriatric Nutrition karya Ronald Ross Watson, disebutkan bahwa lansia cenderung mengalami penurunan kemampuan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan cairan.

Oleh karena itu, pendampingan keluarga atau petugas sangat penting untuk memastikan lansia tetap minum secara cukup dan teratur.

Ibadah Tetap Khusyuk, Tubuh Tetap Terjaga

Menjaga hidrasi bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat dijalankan dengan optimal.

Tubuh yang bugar memungkinkan jemaah menjalani setiap rangkaian ibadah dengan lebih khusyuk.

Dalam konteks ini, menjaga kesehatan menjadi bagian dari menjaga ibadah itu sendiri.

Seperti disebutkan dalam berbagai panduan kesehatan haji, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.

Dehidrasi adalah kondisi yang dapat dicegah dengan langkah sederhana, tetapi dampaknya bisa serius jika diabaikan.

Disiplin Minum, Kunci Ibadah yang Lancar

Di tengah panasnya cuaca Arab Saudi, satu kebiasaan sederhana bisa menjadi penyelamat: minum sebelum haus.

Dari menjaga warna urine, memilih jenis minuman, hingga mengatur pola konsumsi, semua langkah kecil ini memiliki dampak besar bagi kesehatan jemaah.

Ibadah haji memang perjalanan spiritual, tetapi juga perjalanan fisik yang menuntut kesiapan tubuh.

Dengan menjaga hidrasi, jemaah tidak hanya melindungi kesehatan, tetapi juga memastikan setiap langkah ibadah dapat dijalani dengan penuh kekuatan dan keikhlasan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar