PURWOREJO, KOMPAS.com – Sebanyak 750 calon jemaah haji asal Kabupaten Purworejo dipastikan siap diberangkatkan pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Seluruh tahapan persiapan, mulai dari administrasi hingga pembekalan, telah rampung. Kini, para jemaah tinggal menunggu jadwal keberangkatan menuju Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purworejo, H Herman Susilo, menyampaikan bahwa tingkat kesiapan jemaah tahun ini telah mencapai 100 persen. Menurut dia, seluruh proses verifikasi dokumen hingga pelaporan ke tingkat provinsi telah selesai dilakukan.
Baca juga: Cara Cek Nomor Porsi Haji 2026 dan Estimasi Berangkat Online
“Jumlah jemaah haji Purworejo tahun ini sebanyak 750 orang dan semuanya sudah clear. Memang sempat ada pembatalan karena meninggal dunia, tetapi sudah digantikan oleh jemaah cadangan dan telah kami laporkan ke provinsi,” ujar Herman, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa, telah selesai diproses. Dengan demikian, secara administratif tidak ada kendala berarti yang berpotensi menghambat keberangkatan jemaah.
Selain itu, pembekalan melalui kegiatan manasik haji juga telah dilaksanakan secara menyeluruh. Manasik ini menjadi bagian penting untuk memastikan jemaah memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai syariat, sekaligus mempersiapkan mental dan fisik sebelum berangkat.
Adapun jemaah haji asal Purworejo akan diberangkatkan secara bertahap dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 24, 25, dan 26. Jadwal keberangkatan masing-masing kloter direncanakan pada 18, 19, dan 20 Mei 2026.
Para jemaah akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dengan titik embarkasi di Hotel Ibis Kulon Progo. Herman menyebut, Purworejo termasuk dalam kloter terakhir untuk musim haji tahun ini.
“Untuk teknis keberangkatan, semua sudah siap. Kami hanya tinggal menunggu waktu pelaksanaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” kata dia.
Terkait dinamika global yang berkembang, Herman menegaskan bahwa pihaknya tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat, termasuk kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian terkait. Ia memastikan berbagai langkah mitigasi telah disiapkan guna mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.
“Kami mengikuti instruksi dari Menteri dan Wakil Menteri. Persiapan sudah maksimal, dan untuk kebijakan tetap menunggu dari pusat. Kami berharap situasi global segera kondusif agar jemaah dapat berangkat dengan aman dan menjalankan ibadah dengan sempurna,” ungkapnya.
Dari sisi demografi, jemaah haji Purworejo tahun ini memiliki rentang usia yang cukup beragam. Tercatat jemaah tertua berusia 85 tahun sebanyak dua orang, sementara jemaah termuda berusia 17 tahun.
Melihat kondisi tersebut, Herman mengingatkan seluruh calon jemaah untuk menjaga kesehatan menjelang keberangkatan. Ia menekankan bahwa kondisi fisik menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan kelayakan jemaah untuk diberangkatkan.
“Di embarkasi nanti akan ada pemeriksaan kesehatan ulang. Jika tidak memenuhi syarat, bisa saja jemaah tidak jadi diberangkatkan. Oleh karena itu, kami mengimbau agar jemaah tetap menjaga kesehatan dengan baik,” ujarnya.
Baca juga: Khutbah Jumat Hari Ini: Manasik Haji dan Sederet Hikmahnya
Ia juga mengingatkan bahwa jeda waktu beberapa pekan sebelum keberangkatan berpotensi membuat sebagian jemaah lengah dalam menjaga kondisi tubuh. Padahal, masa-masa ini justru menjadi krusial untuk memastikan kebugaran tetap terjaga.
“Jangan sampai karena merasa waktunya masih lama, justru kesehatan menurun. Ini yang perlu diwaspadai. Kami harap jemaah bisa menjaga kondisi agar tetap fit hingga hari keberangkatan,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang