Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Usia 17 hingga 85 Tahun, 750 Warga Purworejo Siap Berangkat Haji Mulai 18 Mei

Kompas.com, 10 April 2026, 08:06 WIB
Bayu Apriliano,
Farid Assifa

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com – Sebanyak 750 calon jemaah haji asal Kabupaten Purworejo dipastikan siap diberangkatkan pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Seluruh tahapan persiapan, mulai dari administrasi hingga pembekalan, telah rampung. Kini, para jemaah tinggal menunggu jadwal keberangkatan menuju Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purworejo, H Herman Susilo, menyampaikan bahwa tingkat kesiapan jemaah tahun ini telah mencapai 100 persen. Menurut dia, seluruh proses verifikasi dokumen hingga pelaporan ke tingkat provinsi telah selesai dilakukan.

Baca juga: Cara Cek Nomor Porsi Haji 2026 dan Estimasi Berangkat Online

“Jumlah jemaah haji Purworejo tahun ini sebanyak 750 orang dan semuanya sudah clear. Memang sempat ada pembatalan karena meninggal dunia, tetapi sudah digantikan oleh jemaah cadangan dan telah kami laporkan ke provinsi,” ujar Herman, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa, telah selesai diproses. Dengan demikian, secara administratif tidak ada kendala berarti yang berpotensi menghambat keberangkatan jemaah.

Selain itu, pembekalan melalui kegiatan manasik haji juga telah dilaksanakan secara menyeluruh. Manasik ini menjadi bagian penting untuk memastikan jemaah memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai syariat, sekaligus mempersiapkan mental dan fisik sebelum berangkat.

Adapun jemaah haji asal Purworejo akan diberangkatkan secara bertahap dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 24, 25, dan 26. Jadwal keberangkatan masing-masing kloter direncanakan pada 18, 19, dan 20 Mei 2026.

Para jemaah akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dengan titik embarkasi di Hotel Ibis Kulon Progo. Herman menyebut, Purworejo termasuk dalam kloter terakhir untuk musim haji tahun ini.

“Untuk teknis keberangkatan, semua sudah siap. Kami hanya tinggal menunggu waktu pelaksanaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” kata dia.

Terkait dinamika global yang berkembang, Herman menegaskan bahwa pihaknya tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat, termasuk kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian terkait. Ia memastikan berbagai langkah mitigasi telah disiapkan guna mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.

“Kami mengikuti instruksi dari Menteri dan Wakil Menteri. Persiapan sudah maksimal, dan untuk kebijakan tetap menunggu dari pusat. Kami berharap situasi global segera kondusif agar jemaah dapat berangkat dengan aman dan menjalankan ibadah dengan sempurna,” ungkapnya.

Dari sisi demografi, jemaah haji Purworejo tahun ini memiliki rentang usia yang cukup beragam. Tercatat jemaah tertua berusia 85 tahun sebanyak dua orang, sementara jemaah termuda berusia 17 tahun.

Melihat kondisi tersebut, Herman mengingatkan seluruh calon jemaah untuk menjaga kesehatan menjelang keberangkatan. Ia menekankan bahwa kondisi fisik menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan kelayakan jemaah untuk diberangkatkan.

“Di embarkasi nanti akan ada pemeriksaan kesehatan ulang. Jika tidak memenuhi syarat, bisa saja jemaah tidak jadi diberangkatkan. Oleh karena itu, kami mengimbau agar jemaah tetap menjaga kesehatan dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: Khutbah Jumat Hari Ini: Manasik Haji dan Sederet Hikmahnya

Ia juga mengingatkan bahwa jeda waktu beberapa pekan sebelum keberangkatan berpotensi membuat sebagian jemaah lengah dalam menjaga kondisi tubuh. Padahal, masa-masa ini justru menjadi krusial untuk memastikan kebugaran tetap terjaga.

“Jangan sampai karena merasa waktunya masih lama, justru kesehatan menurun. Ini yang perlu diwaspadai. Kami harap jemaah bisa menjaga kondisi agar tetap fit hingga hari keberangkatan,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar