Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masyaallah Tabarakallah: Tulisan Arab, Arti, dan Cara Menjawab

Kompas.com, 11 April 2026, 12:42 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam percakapan sehari-hari hingga kolom komentar media sosial, ungkapan “Masyaallah Tabarakallah” kerap muncul sebagai respons spontan ketika melihat sesuatu yang indah, mengagumkan atau membanggakan.

Namun, di balik popularitasnya, masih banyak yang belum memahami penulisan Arab yang tepat, makna yang terkandung di dalamnya, hingga bagaimana adab menjawabnya sesuai tuntunan Islam.

Padahal, kalimat ini bukan sekadar ekspresi kagum, melainkan bagian dari dzikir yang sarat nilai tauhid dan doa.

Lantas, bagaimana penulisan yang benar dan apa makna mendalam di baliknya?

Tulisan Masyaallah Tabarakallah yang Benar

Secara bahasa, ungkapan ini terdiri dari dua kalimat thayyibah yang sering digabungkan:

1. Masyaallah (مَا شَاءَ ٱللَّهُ)

مَا شَاءَ ٱللَّهُ

Masyaa Allah

Arti: “Apa yang dikehendaki Allah, maka itulah yang terjadi.”

Kalimat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi, termasuk keindahan dan keberhasilan, adalah semata-mata karena kehendak Allah SWT.

2. Tabarakallah (تَبَارَكَ ٱللَّهُ)

تَبَارَكَ ٱللَّهُ

Tabarakallah

Arti: “Maha Suci Allah” atau “Semoga Allah memberkahi.”

Kalimat ini mengandung pujian sekaligus doa agar keberkahan senantiasa menyertai sesuatu yang dilihat.

3. Gabungan Keduanya

مَا شَاءَ ٱللَّهُ تَبَارَكَ ٱللَّهُ

Masyaa Allah Tabarakallah

Arti: “Apa yang Allah kehendaki, itulah yang terjadi. Maha Berkah Allah.”

Gabungan ini mencerminkan pengakuan atas kuasa Allah sekaligus doa keberkahan bagi objek yang dipuji.

Baca juga: Arti Syafakillah, Syafakallah, Syafakumullah: Makna, Tulisan Arab, dan Cara Pakainya

Dalil Penggunaan dalam Al-Qur’an

Penggunaan kalimat ini memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an.

Surat Al-Kahfi ayat 39

وَلَوْلَآ إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ

Artinya: “Dan mengapa kamu tidak mengatakan ketika kamu memasuki kebunmu: Masyaallah, laa quwwata illa بالله…”

Ayat ini menegaskan pentingnya mengaitkan kekaguman dengan kehendak Allah.

Surat Al-Mulk ayat 1

تَبَارَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ

Artinya: “Maha Suci Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan…”

Kata tabaraka menunjukkan keagungan dan keberkahan Allah sebagai sumber segala kebaikan.

Makna Spiritual yang Sering Terlewat

Dalam kajian akhlak Islam, ungkapan ini tidak sekadar pujian, tetapi memiliki tiga dimensi utama:

1. Pengakuan Tauhid

Mengucapkan Masyaallah berarti mengakui bahwa segala hal terjadi atas kehendak Allah, bukan semata hasil usaha manusia.

2. Doa Keberkahan

Kata Tabarakallah menjadi doa agar apa yang dilihat tidak hanya indah, tetapi juga membawa kebaikan berkelanjutan.

3. Perlindungan dari ‘Ain

Dalam beberapa riwayat, ulama menjelaskan bahwa menyebut nama Allah saat kagum dapat melindungi dari penyakit ‘ain (pandangan yang membawa dampak buruk).

Dalam buku Assalamu’alaikum: Tebarkan Salam Damaikan Alam karya Mahmud asy-Syafrowi, dijelaskan bahwa dzikir spontan seperti ini merupakan bentuk penjagaan spiritual dalam interaksi sosial.

Baca juga: Tulisan Man Jadda Wajada yang Benar Beserta Artinya

Kapan Sebaiknya Diucapkan?

Penggunaan kalimat ini dianjurkan dalam berbagai situasi, seperti:

  • Saat melihat anak kecil yang lucu atau sehat
  • Melihat keberhasilan atau prestasi seseorang
  • Mengagumi keindahan alam
  • Melihat pencapaian teman di media sosial
  • Bahkan saat melihat kelebihan pada diri sendiri

Dalam perspektif adab Islam, ini menjadi cara menjaga hati agar tidak terjerumus pada iri atau kekaguman berlebihan tanpa mengingat Allah.

Cara Menjawab “Masyaallah Tabarakallah”

Ketika seseorang mengucapkan kalimat ini kepada kita, dianjurkan untuk membalas dengan doa yang baik.

1. Jazakallah Khair

جَزَاكَ ٱللَّهُ خَيْرًا

Jazakallah khairan

Arti: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.”

(Untuk perempuan: Jazakillah khairan)

2. Barakallahu Fiik

بَارَكَ ٱللَّهُ فِيكَ

Barakallahu fiik

Arti: “Semoga Allah memberkahimu.”

Ini merupakan jawaban yang paling relevan karena saling mendoakan keberkahan.

3. Wa Fiika Barakallah

وَفِيكَ بَارَكَ ٱللَّهُ

Arti: “Dan semoga Allah juga memberkahimu.”

Jawaban ini menunjukkan timbal balik doa yang indah dalam Islam.

Baca juga: Insya Allah atau Insha Allah, Mana Tulisan yang Benar?

Kesalahan yang Sering Terjadi

Meski populer, masih ada beberapa kekeliruan umum, seperti:

  • Penulisan tanpa spasi: masyaallahtabarakallah
  • Pengucapan tanpa memahami makna
  • Menggunakannya hanya sebagai tren, bukan dzikir

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, ditegaskan bahwa dzikir yang diucapkan dengan pemahaman akan menghadirkan nilai ibadah yang lebih sempurna.

Lebih dari Sekadar Ungkapan

Di tengah budaya digital yang serba cepat, Masyaallah Tabarakallah sering kali menjadi komentar singkat.

Namun jika dihayati, ia adalah bentuk dzikir yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya, sekaligus menjaga hubungan sosial tetap hangat dan penuh doa.

Sebuah kalimat sederhana, tetapi mampu mengubah cara pandang dari sekadar kagum menjadi bentuk ibadah, dari pujian menjadi doa, dan dari kebiasaan menjadi kesadaran spiritual.

Pada akhirnya, bukan hanya apa yang diucapkan, tetapi bagaimana hati memaknainya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Imam Masjid Al-Aqsa: Tugas Imam Tak Berhenti pada Memimpin Shalat
Aktual
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar