Editor
KOMPAS.com - Transformasi besar tengah berlangsung di Arab Saudi. Negara yang identik dengan gurun ini berhasil memulihkan 1 juta hektare lahan terdegradasi, menandai tonggak penting dalam upaya menjaga lingkungan dan menghadapi perubahan iklim global.
Menteri Lingkungan, Air, dan Pertanian Abdulrahman Alfadley mengumumkan capaian tersebut sebagai bagian dari program besar Saudi Green Initiative.
Baca juga: Ke Arab Saudi, Delegasi Indonesia Intip Peluang Emas di Industri Mawar Dunia
Upaya ini melibatkan kolaborasi luas antara pemerintah, sektor swasta, hingga organisasi non-profit. Hasilnya, lanskap yang sebelumnya tandus kini mulai berubah menjadi kawasan hijau yang produktif.
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi telah menanam lebih dari 159 juta pohon dan memulihkan 1 juta hektare lahan.
Semua ini merupakan bagian dari target ambisius untuk merehabilitasi 40 juta hektare lahan dan menanam hingga 10 miliar pohon.
Program ini dijalankan melalui National Greening Program yang menjadi tulang punggung strategi penghijauan nasional.
Pemantauan lingkungan dilakukan dengan teknologi modern seperti citra satelit, drone dan sistem informasi geografis (GIS).
Teknologi ini digunakan untuk memantau kondisi tanah, vegetasi, hingga stok karbon secara real-time, memastikan program berjalan efektif dan terukur.
Hasilnya tidak hanya terlihat secara visual, tetapi juga berdampak langsung pada lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Penyerapan karbon mencapai lebih dari 2,2 juta ton CO₂. Kemudian badai debu turun hampir 50 persen pada 2025, dan keanekaragaman hayati mulai pulih.
Selain itu, program ini juga menciptakan lebih dari 68.000 lapangan kerja dan mendorong sektor ekonomi hijau seperti ekowisata.
Menariknya, setiap investasi dalam rehabilitasi lingkungan disebut dapat menghasilkan keuntungan hingga 30 kali lipat.
Hal ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan bukan hanya penting secara ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
Baca juga: Surga Mawar Arab Saudi! Panen Taif Melimpah, Hasilkan Minyak Wangi Termahal Dunia
Capaian ini memperkuat posisi Arab Saudi sebagai salah satu negara yang aktif dalam penanganan degradasi lahan dan perubahan iklim.
Lebih dari sekadar proyek lingkungan, langkah ini menjadi bukti bahwa transformasi besar bisa dimulai dari visi jangka panjang dan kolaborasi lintas sektor.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.