Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Kini Bisa Beli Oleh-oleh Haji via Aplikasi, Ini Cara Aksesnya

Kompas.com, 16 April 2026, 17:48 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji, satu hal yang kerap menyita perhatian jemaah adalah urusan oleh-oleh.

Mulai dari berburu kurma, tasbih, hingga suvenir khas Tanah Suci, aktivitas ini sering kali memakan waktu dan energi yang tidak sedikit.

Kini, pola tersebut mulai berubah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi Haji dan Umrah Store, yang memungkinkan jemaah membeli oleh-oleh tanpa harus berkeliling pasar di Makkah atau Madinah.

Baca juga: Jemaah Haji 2026 Kini Bisa Beli Oleh-oleh Secara Digital via Aplikasi Haji dan Umrah Store

Jemaah Kini Bisa Belanja Oleh-Oleh Tanpa Ganggu Ibadah

Peluncuran aplikasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan haji berbasis digital.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa inovasi ini dirancang agar jemaah tetap fokus pada ibadah.

“Aplikasi Haji dan Umrah Store kami hadirkan agar jemaah tidak terbagi fokusnya pada urusan belanja oleh-oleh dan logistik,” ujar Gus Irfan dilansir dari Tribunnews, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, kehadiran platform ini juga mempertegas komitmen pemerintah dalam mendorong digitalisasi layanan haji yang lebih transparan dan terintegrasi.

Dengan sistem ini, jemaah tidak lagi harus menyisihkan waktu khusus untuk berburu oleh-oleh di tengah padatnya agenda ibadah.

Ragam Produk: Dari Kurma hingga Suvenir Haji

Melalui aplikasi Haji dan Umrah Store, jemaah dapat mengakses berbagai kebutuhan oleh-oleh dalam satu platform.

Produk yang tersedia cukup beragam dan mencakup kebutuhan pribadi maupun keluarga di Tanah Air.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Kain ihram, gamis, dan batik
  • Kurma, kismis, serta paket oleh-oleh keluarga
  • Air zamzam dan perlengkapan ibadah
  • Tasbih, sajadah, dan suvenir khas haji
  • Paket hantaran untuk tamu

Menariknya, produk-produk tersebut tidak hanya berasal dari luar negeri, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM Indonesia. Hal ini membuka peluang baru bagi ekonomi domestik dalam ekosistem haji.

Baca juga: 4 Tas Jemaah Haji 2026: Ini Fungsi, Ukuran, dan Isi Tiap Jenisnya

Cara Daftar dan Akses Aplikasi

Bagi jemaah yang ingin menggunakan layanan ini, prosesnya cukup sederhana dan dirancang agar mudah diakses.

Langkahnya sebagai berikut:

  1. Unduh aplikasi Haji Umrah Store di Google Play Store, melalui link: https://bit.ly/haji-umrah-storeapk.
  2. Buat akun dengan mengisi nama, nomor telepon, email, dan password
  3. Lakukan verifikasi email
  4. Login dan mulai berbelanja

Setelah masuk, jemaah dapat langsung memilih produk, melakukan transaksi, hingga mengatur pengiriman.

Sistem Pengiriman: Praktis, Bisa Dipantau

Salah satu fitur unggulan dari aplikasi ini adalah sistem pengiriman yang terintegrasi. Barang yang dibeli tidak perlu dibawa langsung oleh jemaah, melainkan dapat dikirim ke alamat rumah di Indonesia.

Pengiriman dilakukan secara terjadwal dan dilengkapi fitur pelacakan secara real-time. Dengan demikian, jemaah tetap bisa memantau barangnya tanpa harus khawatir.

Konsep ini sekaligus menjawab persoalan klasik dalam perjalanan haji, yaitu keterbatasan bagasi dan beban bawaan yang sering kali berlebihan.

Baca juga: Jangan Bawa Ini! Daftar Barang Terlarang di Bagasi Pesawat Haji 2026

Transformasi Digital dan Ekonomi Haji

Peluncuran aplikasi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan jemaah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi haji.

Dalam praktik sebelumnya, oleh-oleh haji sering kali dibeli di pasar lokal Arab Saudi, meskipun tidak sedikit produk tersebut sebenarnya berasal dari Indonesia.

Kini, melalui platform digital, jemaah dapat membeli langsung produk dalam negeri tanpa harus mencarinya di luar negeri.

Dalam buku Manasik Haji dan Umrah karya Abdul Aziz Dahlan dijelaskan bahwa ibadah haji menuntut fokus dan kesiapan penuh, sehingga aktivitas tambahan yang tidak esensial sebaiknya diminimalkan. Kehadiran aplikasi ini sejalan dengan prinsip tersebut.

Menjaga Kekhusyukan Ibadah

Pada akhirnya, tujuan utama dari inovasi ini adalah menjaga kekhusyukan ibadah jemaah. Dengan berkurangnya beban logistik dan aktivitas non-ibadah, jemaah dapat lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini juga menandai perubahan cara pandang terhadap penyelenggaraan haji, dari sekadar layanan perjalanan menjadi sistem yang terintegrasi antara ibadah, teknologi, dan ekonomi.

Aplikasi Haji dan Umrah Store menjadi salah satu wujud nyata dari upaya tersebut, menghadirkan kemudahan tanpa mengurangi makna spiritual perjalanan haji.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar