Editor
KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Kementerian Haji dan Umrah untuk memprioritaskan persiapan penyelenggaraan haji yang tinggal hitungan hari, ketimbang membahas wacana skema "war ticket" yang dinilai berpotensi mengganggu fokus.
Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menegaskan bahwa pembahasan kebijakan baru sebaiknya ditunda hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.
“Jadi mungkin wacana ini bisa dibuka setelah penyelenggaraan haji itu selesai. Kalau sekarang, saya khawatir minggu depan mau berangkat masih sibuk dengan menanggapi wacana ini,” ujar Cholil Nafis di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Wacana War Tiket Haji Tuai Sorotan, MUI Minta Kajian Mendalam
Menurutnya, fokus utama saat ini harus diarahkan pada kesiapan jemaah agar proses keberangkatan berjalan lancar.
Cholil menilai wacana "war ticket" tidak bisa diputuskan secara terburu-buru. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan, terutama soal regulasi dan dampaknya terhadap sistem yang sudah berjalan.
Ia menyoroti panjangnya antrean haji di Indonesia yang mencapai jutaan orang. Menurutnya, kebijakan baru harus adil bagi mereka yang telah lama menunggu giliran.
“Kalau itu nanti war ticket apakah pasti tidak ada antrean lagi dan itu berefek kepada orang yang antre panjang itu?” kata dia.
Selain itu, ia mengingatkan potensi munculnya praktik percaloan dalam sistem tersebut. Risiko ketimpangan akses juga menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat di daerah dan lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Meski demikian, Cholil mengakui ada sisi positif dari gagasan tersebut, yakni memberi peluang bagi masyarakat yang mampu secara finansial dan fisik (istithaah) untuk berangkat lebih cepat.
Namun, ia menegaskan bahwa dampak negatifnya tidak boleh diabaikan.
Di akhir pernyataannya, Cholil menegaskan kekhawatirannya jika wacana ini dibahas terlalu dini.
Baca juga: Wacana Haji Tanpa Antrean, Skema Jemaah Bisa Pesan Tiket Langsung Dikaji
Menurutnya, diskursus yang berkembang saat ini berpotensi mengalihkan perhatian dari persiapan utama menjelang keberangkatan jamaah ke Tanah Suci.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju musim haji, MUI berharap seluruh pihak dapat menjaga fokus pada penyelenggaraan ibadah yang aman dan lancar.
Sementara itu, wacana war ticket dinilai lebih tepat dibahas setelah musim haji usai.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.