Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rincian Lengkap 525 Kloter Haji 2026: Ini Pembagian Wilayah Jemaah dari Seluruh Indonesia

Kompas.com, 17 April 2026, 08:21 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Pemerintah merilis pembagian lengkap kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia tahun 2026 yang mencapai total 525 kloter, mencakup seluruh wilayah Tanah Air dari Sumatera hingga Papua.

Pemberangkatan jemaah haji akan dimulai pada 22 April 2026 dalam dua gelombang. Gelombang pertama melalui rute Indonesia–Madinah–Makkah, sedangkan gelombang kedua melalui Indonesia–Jeddah–Makkah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan kesiapan pemberangkatan berjalan lancar.

"Sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan, baik dari sisi Indonesia maupun pihak Arab Saudi. Keberangkatan pertama jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026," ujarnya dilansir dari Antaranews.

Baca juga: Jadwal Pengumpulan Koper Calon Jemaah Haji Jombang 2026, Cek Tanggal dan Waktu per Kloter

Pembagian Kloter Garuda Indonesia dan Wilayah Cakupan

Sebanyak 277 kloter dilayani oleh Garuda Indonesia, dengan rincian wilayah sebagai berikut:

  • Aceh (14 kloter): mencakup seluruh jemaah dari Provinsi Aceh
  • Medan (17 kloter): mencakup wilayah Sumatera bagian utara
  • Padang (14 kloter): Sumatera Barat dan Bengkulu
  • Banjarmasin (19 kloter): Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah
  • Balikpapan (16 kloter): Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara
  • Solo (80 kloter): Jawa Tengah
  • Makassar (43 kloter): Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo
  • Jakarta (33 kloter): DKI Jakarta dan Banten
  • Yogyakarta (16 kloter): DI Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah
  • Lombok (15 kloter): Nusa Tenggara Barat

Pembagian Kloter Saudia Airlines dan Wilayah Cakupan

Sebanyak 248 kloter lainnya menggunakan layanan Saudia Airlines, dengan cakupan wilayah:

  • Palembang (16 kloter): Sumatera Selatan dan Bangka Belitung
  • Batam (25 kloter): Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Kalimantan Barat
  • Kertajati (40 kloter): sebagian wilayah Jawa Barat
  • Jakarta (Pondok Gede) (23 kloter): DKI Jakarta dan Lampung
  • Jakarta–Jabar (28 kloter): sebagian Jawa Barat
  • Surabaya (116 kloter): Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur

Sebaran Nasional dari Barat hingga Timur

Pembagian kloter ini menunjukkan distribusi jemaah haji Indonesia yang merata dari barat ke timur. Embarkasi besar seperti Solo dan Surabaya menjadi pusat pemberangkatan utama karena tingginya jumlah jemaah dari Pulau Jawa.

Baca juga: Permudah Proses Imigrasi Jemaah Haji 2026, Layanan Fast Track Mecca Route Hadir di Makassar

Sementara itu, wilayah timur Indonesia seperti Sulawesi, Maluku, hingga Papua terakomodasi melalui embarkasi Makassar dan Balikpapan, memastikan seluruh jemaah tetap terlayani secara proporsional.

Dengan pembagian ini, pemerintah menargetkan proses keberangkatan haji 2026 berjalan tertib, efisien, dan mampu mengakomodasi kebutuhan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
Aktual
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Aktual
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Aktual
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Aktual
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Aktual
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Aktual
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
Aktual
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di 'Kota Tenda'
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di "Kota Tenda"
Aktual
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Aktual
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Aktual
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Aktual
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Aktual
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Aktual
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com