Editor
KOMPAS.com - Sebanyak 460 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) diberangkatkan menuju Madinah, Arab Saudi, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (17/4/2026).
Keberangkatan petugas dilakukan lebih awal untuk mempersiapkan seluruh layanan bagi jamaah haji Indonesia musim haji 1447 Hijriah/2026.
Mereka akan bertugas di Daerah Kerja Bandara dan Madinah sebelum kedatangan kloter pertama jamaah.
Baca juga: 460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
Pemerintah menargetkan seluruh pelayanan berjalan optimal sejak awal musim haji.
"Hari ini Daerah Kerja Bandara dan Madinah diberangkatkan, sementara untuk Daerah Kerja Makkah Insya Allah akan diberangkatkan besok. Total sekitar 400 petugas yang hari ini berangkat ke Arab Saudi," kata Petugas PPIH Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Madinah Sektor Akomodasi Eman Sulaiman di Tangerang, Jumat (17/4/2026), seperti dilansir dari Antara.
Baca juga: Wamenhaj Dahnil Ingatkan Petugas Haji Tidak Pamer di Tanah Suci
Eman menjelaskan, ratusan petugas yang diberangkatkan berasal dari berbagai unsur, mulai dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, TNI/Polri, hingga elemen masyarakat.
Selama musim haji, para petugas akan ditempatkan di dua daerah kerja utama, yakni bandara dan wilayah Madinah.
"Seluruh petugas haji untuk Daker Bandara dan Madinah sudah melakukan check-in di Pondok Gede dan mendapatkan pembekalan sebelum keberangkatan," tuturnya.
Keberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai pembagian wilayah kerja. Para petugas dijadwalkan berada di Arab Saudi selama kurang lebih 77 hari.
Petugas haji akan menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga layanan khusus bagi jamaah lanjut usia (lansia).
"Tugas kami adalah memastikan seluruh jamaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari akomodasi hingga kebutuhan lainnya. Semua layanan sudah dipetakan sesuai sektor dan daerah kerja masing-masing," paparnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan seluruh visa petugas haji Indonesia telah terbit setelah sebelumnya sempat terkendala administrasi.
“Begini, hampir setiap tahun memang kan kendala visa selalu muncul, terutama dari pihak Saudi Arabia. Biasanya mereka ada proses screening, ada masalah administrasi dan sebagainya,” ujar Wamenhej Dahnil di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Ia mengungkapkan, sempat ada 40 visa petugas yang mayoritas berasal dari Media Center Haji (MCH) dibatalkan menjelang keberangkatan gelombang pertama.
“Setelah keluar visanya kemudian ter-cancel karena ada masalah administrasi sektoral,” kata Wamenhaj Dahnil.
Menurut dia, persoalan tersebut berkaitan dengan permintaan verifikasi ulang dari Kementerian Informasi Arab Saudi.
“Administrasi sektoral itu ada permintaan dari Kementerian Informasi Saudi Arabia untuk melakukan verifikasi lagi,” ujar Wamenhaj.
Namun, saat ini seluruh kendala administrasi dalam pengurusan visa tersebut kini telah selesai.
"Tapi per tadi malam 40 itu sudah tuntas, jadi teman-teman wartawan yang mau berangkat jangan khawatir," kata Wamenhaj Dahnil.
Dahnil menegaskan, petugas haji yang berangkat lebih awal juga dipersiapkan untuk menjalankan skema kontingensi atau kedaruratan selama operasional haji berlangsung.
“Yang jelas nanti petugas haji akan dipersiapkan skema-skema kontingensi. Artinya skema-skema kedaruratan,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat.
Ia menyebut keberangkatan gelombang pertama didominasi tim perlindungan jamaah (Linjam) yang menjadi garda terdepan menjaga keselamatan dan kenyamanan jamaah.
“Sebagian besar yang berangkat pertama adalah tim linjam. Mereka terdiri dari TNI, Polri, kemudian ada teman-teman wartawan yang juga bertugas dan teman-teman yang bertugas di bandara,” ujarnya.
“Jadi memang untuk kontingensi plan atau kemudian. Jadi memang untuk kontingensi plan atau kemudian kedaruratan nanti di sana tim akan dipersiapkan,” kata dia.
Pemerintah memastikan seluruh petugas yang diberangkatkan telah menerima pembekalan dan pelatihan agar dapat bekerja optimal melayani jamaah calon haji Indonesia.
Para petugas haji yang mulai berangkat adalah mereka yang bertugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara.
Adapun jamaah calon haji kelompok terbang (Kloter) pertama akan mulai berangkat pada 22 April 2026.
Dengan hadirnya tim pendahulu, kesiapan layanan diharapkan sudah maksimal saat jamaah tiba di Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang