Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Media Sosial ke Aksi Nyata, Kisah Penyelamatan ODGJ di Banyuwangi Ini Bikin Haru

Kompas.com, 21 April 2026, 08:39 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Di tengah aktivitas masyarakat yang berjalan seperti biasa, sebuah peristiwa di Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur menghadirkan pengingat tentang arti kepedulian.

Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) ditemukan dalam kondisi lemah di sebuah gubuk persawahan di Desa Sumbersari, Sabtu (18/04/2026) malam.

Ia berada di tempat tersebut selama beberapa waktu tanpa penanganan, hingga akhirnya kondisi tersebut diketahui warga.

Rasa prihatin mendorong seseorang untuk melaporkan kejadian itu melalui media sosial, sebuah langkah sederhana yang kemudian menjadi awal dari hadirnya pertolongan.

Laporan tersebut segera direspons. Petugas bersama aparat setempat bergerak menuju lokasi.

Di tengah suasana malam, mereka mendapati pria tersebut dalam kondisi fisik yang sangat lemah dan membutuhkan penanganan medis.

Baca juga: 5 Muslimah Hebat Zaman Nabi: Kisah Inspiratif dan Perannya

Proses evakuasi pun segera dilakukan.

Pria tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kapolsek Srono, AKP Sutarkam, mengatakan pihaknya langsung bergerak begitu menerima informasi dari masyarakat.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menuju lokasi. Kondisinya memang membutuhkan pertolongan medis, sehingga kami bawa ke rumah sakit,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Respons cepat tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya memastikan setiap laporan masyarakat, terlebih yang berkaitan dengan keselamatan, dapat segera ditindaklanjuti.

Hal senada disampaikan Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan.

Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap kondisi warga menjadi perhatian dalam setiap penanganan di lapangan.

“Setiap aduan dari masyarakat akan kami respons. Ini bagian dari kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Peristiwa ini mungkin terlihat sederhana.

Namun, dari rangkaian kejadian tersebut, tampak bagaimana kepedulian bekerja dalam diam, dimulai dari rasa empati, diwujudkan dalam tindakan, lalu berujung pada pertolongan nyata.

Kepekaan menjadi faktor penting, mampukah seseorang melihat, lalu memilih untuk tidak berpaling.

Kepedulian sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana.

Melihat, merasa, lalu bertindak.

Seperti yang terjadi di Srono, sebuah laporan singkat menjadi jembatan yang menghubungkan seseorang dengan pertolongan yang ia butuhkan.

Dalam ajaran Islam, nilai-nilai seperti ini bukan hal yang asing.

Kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang lemah dan membutuhkan, menjadi bagian dari tanggung jawab sosial yang terus ditekankan.

Bukan hanya sebagai bentuk hubungan antar manusia, tetapi juga sebagai bagian dari nilai ibadah.

Baca juga: Kisah Ukasyah bin Mihshan, Sahabat Nabi yang Dijanjikan Surga Tanpa Hisab

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu hadir dalam bentuk besar.

Justru dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan kesadaran, nilai kemanusiaan bisa tumbuh dan dirasakan.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Ma’idah ayat 2, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar