Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Jawa Tengah Mulai Masuk Embarkasi, Dilayani Bertahap Lewat 96 Kloter

Kompas.com, 21 April 2026, 17:53 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Persiapan pemberangkatan jemaah haji 2026 di berbagai daerah mulai memasuki tahap akhir.

Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan jumlah jemaah terbesar yang mulai masuk embarkasi pekan ini.

Pemerintah memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dan aman sesuai jadwal. Pemberangkatan juga dipastikan tidak terdampak situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Calon Haji Embarkasi Lombok Meninggal Sebelum Berangkat, Kuota Haji NTB Dipastikan Tetap Penuh

Dilansir dari Antara, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah menyebutkan seluruh jamaah calon haji di wilayah tersebut saat ini sudah mulai masuk embarkasi.

Kepala Kanwil Kemenhaj Jateng Fitriyanto, saat dikonfirmasi dari Semarang, Selasa (21/4/2026), mengatakan pemberangkatan jamaah calon haji dari Jawa Tengah akan dilayani melalui 96 kelompok terbang atau kloter.

Baca juga: Mengintip Menu Jemaah Haji di Dapur Katering Madinah, Tempe Jadi Andalan

Sebanyak 96 Kloter Layani Jemaah Haji Jateng

Ribuan jemaah haji Jawa Tengah akan diberangkatkan melalui dua embarkasi utama. Pembagian kloter dilakukan untuk memperlancar proses keberangkatan ke Tanah Suci.

Kloter sebanyak itu terbagi menjadi dua, yakni 81 kloter dilayani melalui Embarkasi Solo dan 15 kloter melalui Embarkasi Yogyakarta.

Menurut dia, setiap kloter didampingi empat petugas, yakni ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga medis, dan paramedis.

Kloter Pertama Berasal dari Kabupaten Tegal

Seluruh jamaah calon haji mulai masuk ke embarkasi pada Selasa ini. Gelombang pertama keberangkatan diawali oleh jemaah asal Kabupaten Tegal.

Seluruh jamaah calon haji masuk ke embarkasi pada Selasa ini, dengan kloter pertama yang berasal dari Kabupaten Tegal berjumlah sebanyak 360 orang.

Jumlah Jemaah Haji 2026 Asal Jateng 34.122 Orang

Tahun ini Jawa Tengah memberangkatkan puluhan ribu calon haji. Rentang usia jemaah pun cukup beragam, mulai dari usia remaja hingga lanjut usia.

Ia menyebutkan jumlah jamaah calon haji asal Jawa Tengah pada tahun ini mencapai 34.122 orang, dengan calon haji termuda berusia 14 tahun asal Kabupaten Magelang dan tertua berusia 94 tahun dari Kabupaten Klaten.

"Calon haji paling muda 14 tahun dari Kabupaten Magelang, yang paling tua kelahiran 1932, (usianya, red ) 94 tahun dari Klaten," katanya.

Kuota Prioritas untuk Jemaah Lansia

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada calon haji lanjut usia melalui skema kuota prioritas. Jawa Tengah memperoleh alokasi khusus untuk ribuan jemaah lansia.

Untuk calon haji dari kalangan lanjut usia, kata dia, pemerintah juga memberikan perhatian khusus melalui kuota prioritas, dan Jateng mendapatkan kuota 1.712 orang untuk lansia.

Keberangkatan Dipastikan Aman dari Dampak Geopolitik

Pemerintah memastikan persiapan hingga keberangkatan jemaah haji tetap berjalan aman. Situasi geopolitik di Timur Tengah disebut tidak memengaruhi pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Ia memastikan seluruh proses persiapan hingga keberangkatan berjalan aman, termasuk dari potensi dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

"Sampai hari ini pernyataan dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia ini tidak terpengaruh dengan geopolitik. Jadi haji tetap berjalan sesuai dengan rencana," katanya.

Penerbangan Langsung ke Arab Saudi

Seluruh jemaah calon haji Jawa Tengah akan diberangkatkan menggunakan penerbangan langsung ke Arab Saudi tanpa transit.

Skema ini dilakukan untuk mempercepat perjalanan sekaligus menghindari wilayah rawan konflik.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa proses perjalanan menuju ke Tanah Suci juga akan berlangsung aman, apalagi melalui penerbangan langsung tanpa transit.

Jadi, kata dia, seluruh jemaah calon haji diberangkatkan menggunakan penerbangan langsung menuju ke Arab Saudi tanpa transit di wilayah yang dikhawatirkan rawan konflik.

"Kita 'direct', dari Indonesia langsung ke Madinah atau langsung ke Jeddah. Tidak mampir-mampir di daerah Timur Tengah. Jadi, 21 April (calon haji, red.) masuk embarkasi, tanggal 22 April baru terbang (ke tanah suci)," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar