Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu

Kompas.com, 23 April 2026, 18:38 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menjelaskan alur layanan jemaah calon haji di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, yang kini dibuat lebih ringkas dan terintegrasi.

Seluruh proses dilakukan melalui sistem one stop service (OSS) agar jemaah lebih mudah menjalani persiapan keberangkatan.

Setibanya di lokasi, seluruh kebutuhan mulai dari administrasi, kesehatan, hingga perlengkapan ditangani dalam satu rangkaian layanan.

Baca juga: 5 dari 10 Jemaah Haji Embarkasi Solo yang Tertunda Berangkat Karena Sakit Sudah Pulih dan Siap Terbang

Sistem ini diharapkan mempercepat proses sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Haji Donohudan

Dilansir dari TribunSolo.com, Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menjelaskan proses layanan jemaah haji 2026 setibanya di Donohudan.

Baca juga: Asrama Haji Donohudan Siap Sambut Jemaah Haji 2026, Kloter Pertama Masuk 21 April

1. Jemaah Tiba dan Disambut di Gedung Jeddah

Proses layanan dimulai saat jemaah tiba dan turun di Gedung Jeddah Asrama Haji Donohudan.

Di titik ini, petugas langsung menyambut jemaah sekaligus memberikan arahan singkat sebelum layanan dimulai.

“Jemaah kita sapa sebentar, kita beri arahan, kemudian langsung kita bagikan akomodasi dan kartu nusuk,” ujar Fitriyanto.

2. Pembagian Akomodasi dan Kartu Nusuk

Setelah mendapatkan arahan awal, jemaah langsung menerima akomodasi dan kartu nusuk.

Pembagian lebih awal ini menjadi bagian dari penyederhanaan layanan di embarkasi.

Dengan sistem tersebut, jemaah tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan dokumen pendukung ibadah.

3. Pemeriksaan Kesehatan dan Kelayakan Terbang

Berikutnya, jemaah diarahkan menuju ruang pemeriksaan akhir untuk memastikan kondisi kesehatan serta kelayakan terbang.

Tahapan ini menjadi proses penting sebelum jemaah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

“Setelah pemeriksaan, jemaah menerima paspor dan visa, kemudian diberikan living cost. Selanjutnya, kartu nusuk diaktivasi,” jelasnya.

4. Pembagian Paspor, Visa, Living Cost, dan Aktivasi Nusuk

Setelah dinyatakan layak terbang, jemaah menerima paspor dan visa. Selanjutnya, petugas menyerahkan living cost serta mengaktivasi kartu nusuk.

Seluruh tahapan dilakukan dalam satu alur terpadu sehingga lebih cepat dan efisien.

5. Pembagian Gelang Identitas dan APD

Tahap berikutnya, jemaah menerima gelang identitas serta alat pelindung diri dari pusat kesehatan.

Keduanya tidak kalah penting untuk dibawa dan dikenakan selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

6. Jemaah Istirahat Sambil Menunggu Waktu Keberangkatan

Setelah seluruh proses selesai, jemaah diarahkan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.

“Setelah itu jemaah masuk kamar untuk beristirahat dan menunggu pemberangkatan pada keesokan harinya,” imbuhnya.

Berbeda dengan Tahun Sebelumnya, Kartu Nusuk Kini Dibagikan di Tanah Air

Pada musim haji tahun ini, pembagian kartu nusuk dilakukan lebih awal, yakni sejak jemaah masih berada di Indonesia.

Kebijakan tersebut berbeda dibanding tahun sebelumnya, di mana jemaah baru akan menerima kartu nusuk setelah tiba di Arab Saudi.

Langkah ini diharapkan membuat jemaah lebih siap saat tiba di Tanah Suci dan bisa langsung menggunakan kartu tersebut.

“Tahun kemarin pembagian kartu nusuk dilakukan di Arab Saudi. Tahun ini oleh syarikah diberikan langsung di Tanah Air untuk mendekatkan jemaah. Sehingga saat tiba di Arab Saudi, kartu nusuk sudah bisa langsung digunakan,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Catat! Begini Alur Layanan Jemaah Haji di Asrama Donohudan Boyolali, Semua Selesai Sekali Jalan".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Tata Cara Shalat Gerhana dan Doa yang Dianjurkan
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Tata Cara Shalat Gerhana dan Doa yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Jemaah Haji Gelombang Kedua ke Madinah, Kemenhaj Siapkan Layanan Kepulangan
Jemaah Haji Gelombang Kedua ke Madinah, Kemenhaj Siapkan Layanan Kepulangan
Aktual
180.000 Karpet Masjid Nabawi Dicuci Setiap Tahun, Begini Prosesnya
180.000 Karpet Masjid Nabawi Dicuci Setiap Tahun, Begini Prosesnya
Aktual
Arab Saudi Bangun Kota Kopi Pertama untuk Ekonomi di Luar Minyak
Arab Saudi Bangun Kota Kopi Pertama untuk Ekonomi di Luar Minyak
Aktual
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Aktual
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Aktual
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Aktual
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Aktual
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Aktual
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Aktual
 300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
Aktual
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Aktual
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com