Editor
KOMPAS.com - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menjelaskan alur layanan jemaah calon haji di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, yang kini dibuat lebih ringkas dan terintegrasi.
Seluruh proses dilakukan melalui sistem one stop service (OSS) agar jemaah lebih mudah menjalani persiapan keberangkatan.
Setibanya di lokasi, seluruh kebutuhan mulai dari administrasi, kesehatan, hingga perlengkapan ditangani dalam satu rangkaian layanan.
Sistem ini diharapkan mempercepat proses sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Dilansir dari TribunSolo.com, Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menjelaskan proses layanan jemaah haji 2026 setibanya di Donohudan.
Baca juga: Asrama Haji Donohudan Siap Sambut Jemaah Haji 2026, Kloter Pertama Masuk 21 April
Proses layanan dimulai saat jemaah tiba dan turun di Gedung Jeddah Asrama Haji Donohudan.
Di titik ini, petugas langsung menyambut jemaah sekaligus memberikan arahan singkat sebelum layanan dimulai.
“Jemaah kita sapa sebentar, kita beri arahan, kemudian langsung kita bagikan akomodasi dan kartu nusuk,” ujar Fitriyanto.
Setelah mendapatkan arahan awal, jemaah langsung menerima akomodasi dan kartu nusuk.
Pembagian lebih awal ini menjadi bagian dari penyederhanaan layanan di embarkasi.
Dengan sistem tersebut, jemaah tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan dokumen pendukung ibadah.
Berikutnya, jemaah diarahkan menuju ruang pemeriksaan akhir untuk memastikan kondisi kesehatan serta kelayakan terbang.
Tahapan ini menjadi proses penting sebelum jemaah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
“Setelah pemeriksaan, jemaah menerima paspor dan visa, kemudian diberikan living cost. Selanjutnya, kartu nusuk diaktivasi,” jelasnya.
Setelah dinyatakan layak terbang, jemaah menerima paspor dan visa. Selanjutnya, petugas menyerahkan living cost serta mengaktivasi kartu nusuk.
Seluruh tahapan dilakukan dalam satu alur terpadu sehingga lebih cepat dan efisien.
Tahap berikutnya, jemaah menerima gelang identitas serta alat pelindung diri dari pusat kesehatan.
Keduanya tidak kalah penting untuk dibawa dan dikenakan selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Setelah seluruh proses selesai, jemaah diarahkan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.
“Setelah itu jemaah masuk kamar untuk beristirahat dan menunggu pemberangkatan pada keesokan harinya,” imbuhnya.
Pada musim haji tahun ini, pembagian kartu nusuk dilakukan lebih awal, yakni sejak jemaah masih berada di Indonesia.
Kebijakan tersebut berbeda dibanding tahun sebelumnya, di mana jemaah baru akan menerima kartu nusuk setelah tiba di Arab Saudi.
Langkah ini diharapkan membuat jemaah lebih siap saat tiba di Tanah Suci dan bisa langsung menggunakan kartu tersebut.
“Tahun kemarin pembagian kartu nusuk dilakukan di Arab Saudi. Tahun ini oleh syarikah diberikan langsung di Tanah Air untuk mendekatkan jemaah. Sehingga saat tiba di Arab Saudi, kartu nusuk sudah bisa langsung digunakan,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Catat! Begini Alur Layanan Jemaah Haji di Asrama Donohudan Boyolali, Semua Selesai Sekali Jalan".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang