Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tradisi Keberangkatan Haji di Lombok Timur, Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur

Kompas.com, 23 April 2026, 19:21 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Saalah satu keunikan dari tradisi keberangkatan jamaah haji di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah dengan menghias rumah secara meriah.

Sejumlah rumah milik calon jamaah haji dipenuhi dekorasi bernuansa Islami sebagai simbol kebahagiaan dan rasa syukur.

Hiasan yang dipasang beragam, mulai dari baliho, umbul-umbul, payung warna-warni, hingga ornamen bergambar Masjidil Haram.

Tradisi ini terus lestari dan menjadi bagian budaya masyarakat setempat setiap musim haji tiba.

Baca juga: Tradisi Peusijuek Antar Jemaah Haji Asal Aceh besar Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Rumah Jamaah Haji Meriah dengan Dekorasi Islami

Dilansir dari TribunLombok.com, gang menuju rumah calon jamaah haji telah dipasangi baliho besar berisi foto dan ucapan selamat.

Di bagian dinding rumah terlihat lukisan khas Makkah, lampu hias yang tertata rapi, hingga miniatur pesawat. Suasana meriah itu menjadi penanda adanya warga yang akan berangkat ke Tanah Suci.

"Ini memang tradisi kami dan ini juga simbol sebagai tamu Allah," kata Amaq Iwan calon jamaah haji asal Kecamatan Suela saat ditemui pada Kamis (23/4/2026).

Baca juga: PPIH Solo Jelaskan Alur Layanan Jemaah Haji 2026 di Asrama Donohudan, Kini Dilayani Satu Pintu

Biaya Hias Rumah Capai Jutaan Rupiah

Untuk mewujudkan kemeriahan tersebut, keluarga calon jamaah haji rela mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah.

Dana itu digunakan untuk dekorasi sekaligus konsumsi warga yang bergotong royong memasang hiasan.

"Biayanya sekitar Rp 1 juta lebih lah dengan biaya konsumsi warga dan tetangga setempat saat bergotong royong memasang pernak pernik ini," kata Amaq.

Ia menilai biaya tersebut bukan persoalan karena menjadi bagian dari kebahagiaan bersama menjelang keberangkatan ibadah haji.

"Memang tradisi kami, ini simbol sebagai tamu Allah. Biaya untuk semua hiasan ini bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung seberapa meriah yang diinginkan," ujar Amaq Iwan.

Kemeriahan Dekorasi Jadi Simbol Rasa Syukur Menjadi Tamu Allah

Tokoh masyarakat setempat, Hudri, mengatakan pernak-pernik yang dipasang bukan sekadar hiasan. Menurut dia, dekorasi tersebut merupakan bentuk rasa syukur karena mendapat panggilan menunaikan ibadah haji.

"Ini adalah bentuk syukur kepada Allah SWT karena telah dipanggil menjadi tamu-Nya. Juga menjadi penanda bahwa penghuni rumah tersebut bisa menunaikan rukun Islam kelima," ujarnya.

Tak jarang, dinding rumah juga dihiasi tulisan “Selamat Datang Haji atau Hajah” lengkap dengan nama pemilik rumah. Selain itu, ada pula ucapan doa seperti “Semoga Menjadi Haji Mabrur”.

Pernak pernik di salah satu rumah jamaah haji di Kecamatan Suela Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (23/4/2026).  TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar Pernak pernik di salah satu rumah jamaah haji di Kecamatan Suela Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (23/4/2026).

Dekorasi Dipasang Sejak Bulan Syawal Jelang Keberangkatan Haji

Di Lombok Timur, rumah jamaah haji yang hendak berangkat biasanya mulai dihias sejak bulan Syawal atau menjelang acara selamatan haji yang dikenal dengan begawe.

Tetangga dan kerabat bergotong royong membantu memasang dekorasi sebagai bentuk kebersamaan dan ikut berbahagia.

"Biasanya sebelum begawe itu kita pasang pernak-pernik itu, warga dengan bergotong royong untuk memasang pernak-pernik tersebut," jelasnya.

Tenda Dipasang untuk Sambut Tamu Silaturahmi

Sebagian keluarga bahkan memasang tenda atau teratak dari daun kelapa di halaman rumah untuk menjamu tamu yang datang bersilaturahmi. Kehadiran tamu menjadi bagian dari tradisi sosial menjelang keberangkatan haji.

"Tulisan - tulisan ini juga bagian dari doa, seperti tulisan Semoga Menjadi Haji Mabrur dan lainnya," tutup Hudri.

Meski membutuhkan biaya besar, tradisi menghias rumah calon jamaah haji di Lombok Timur tetap dipertahankan sebagai wujud kegembiraan yang tak ternilai harganya.

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul "Jemaah Haji di Lombok Timur Rela Rogoh Kocek untuk Hias Rumah Demi Ungkapan Rasa Syukur" dan"Keunikan Rumah Jemaah Haji di Lombok Timur yang Dipenuhi Pernak-pernik".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa dan Niat
Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Aktual
Menko Zulhas Prioritaskan MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
Menko Zulhas Prioritaskan MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
Aktual
Ketua MPR: Transformasi Pesantren Bukan Lagi Pilihan, tetapi Keharusan
Ketua MPR: Transformasi Pesantren Bukan Lagi Pilihan, tetapi Keharusan
Aktual
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Aktual
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Aktual
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Aktual
Sejumlah Perkara yang Membuat Shalat Tidak Sah, Muslim Wajib Tahu
Sejumlah Perkara yang Membuat Shalat Tidak Sah, Muslim Wajib Tahu
Aktual
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Aktual
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
Aktual
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Aktual
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
MUI Apresiasi Prabowo Jalankan Ekonomi Kerakyatan, Sebut Baru Kali Ini Presiden Tegas Terapkan Pasal 33 UUD 1945
Aktual
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
MUI Usul Danantara Syariah: Konsolidasi Ekonomi Umat Indonesia
Aktual
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
Aktual
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar