Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel

Kompas.com, 26 April 2026, 23:35 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah menyiapkan layanan bus shalawat gratis bagi jemaah haji Indonesia di Makkah selama musim haji 2026.

Bus ini beroperasi 24 jam untuk mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan kembali ke penginapan.

Layanan tersebut disediakan untuk memudahkan mobilitas jemaah saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Jemaah cukup memahami langkah penggunaan bus, rute terminal, serta nomor trayek agar perjalanan lebih lancar.

Baca juga: PPIH Arab Saudi Matangkan Layanan Haji di Makkah, Hotel hingga Bus Shalawat Disiapkan

Cara Naik Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram

Dilansir dari Tribunnews.com, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, mengatakan jemaah bisa menggunakan bus shalawat dengan mudah karena tersedia petugas di setiap titik keberangkatan.

Baca juga: PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah

1. Jemaah Berangkat ke Halte Terdekat dari Hotel

Untuk menggunakan fasilitas ini, jemaah cukup keluar dari hotel menuju halte terdekat yang telah disediakan di depan atau sekitar area penginapan.

"Kalau busnya sudah tersedia, bisa langsung naik. Kalau tidak, nanti ada petugas yang mengarahkan," kata dia kepada tim Media Center Haji (MCH) 2026, Sabtu (25/4/2026).

Jika bus sudah tersedia, jemaah dapat langsung naik. Bila belum datang, jemaah cukup menunggu arahan petugas halte.

Jamaah haji Indonesia antre memasuki bus Shalawat seusai beribadah di Masjidil Haram di terminal Shib Amir, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (21/6/2025). Operasional bus Shalawat akan berhenti per 2 Juli 2025 yakni pada saat jamaah haji Indonesia terakhir berada di Makkah. ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU Jamaah haji Indonesia antre memasuki bus Shalawat seusai beribadah di Masjidil Haram di terminal Shib Amir, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (21/6/2025). Operasional bus Shalawat akan berhenti per 2 Juli 2025 yakni pada saat jamaah haji Indonesia terakhir berada di Makkah.

2. Jemaah Mengingat Tempat Turun di Masjidil Haram

Setelah tiba di kawasan Masjidil Haram, jemaah akan diturunkan di terminal sesuai wilayah hotel masing-masing.

  • Jemaah dari Syisyah dan Raudhah turun di Terminal Syib Amir yang dekat Masjidil Haram.
  • Jemaah dari Misfalah turun di Terminal Ajyad.
  • Jemaah dari Aziziyah dan Jarwal turun di Terminal Jabal Ka'bah.

Jemaah disarankan mengingat terminal turun agar lebih mudah saat kembali ke hotel.

3. Kembali ke Hotel dengan Bus Shalawat

Untuk perjalanan pulang, jemaah cukup menuju terminal keberangkatan terdekat dari Masjidil Haram sesuai rute saat berangkat.

"Dari terminal yang dekat Masjidil Haram, kembali naik bus dan rute yang sama agar nanti turun di depan hotelnya," ucap Ihsan.

Jemaah tidak harus naik bus yang sama secara fisik, tetapi wajib menggunakan trayek atau nomor rute yang sama.

Suasana terminal bus Syib Amir, tempat bus shalawat yang antarkan jemaah haji dari dan menuju Masjidil Haram, Selasa (11/6/2024) pagi.   TRIBUNNEWS.COM/ANITA K WARDHANI/MCH 2024 Suasana terminal bus Syib Amir, tempat bus shalawat yang antarkan jemaah haji dari dan menuju Masjidil Haram, Selasa (11/6/2024) pagi.

Jemaah Bisa Hafalkan Nomor Rute dan Warna Bus

Setiap armada bus dilengkapi nomor trayek dan warna tertentu agar mudah dikenali jemaah.

Tak hanya itu, bus juga diberi atribut bendera Merah Putih sehingga jemaah Indonesia lebih mudah mengenalinya.

"Nomor itu adalah trayeknya. Jadi kalau naik bus itu bukan artinya harus berangkat bus A, pulangnya bus A," beber Ihsan.

"Yang penting rutenya, nomornya. Karena dalam satu rute, terdapat lebih dari satu bus. Yang penting busnya sama, rutenya sama, dia akan kembali ke hotel semula," lanjutnya.

Yang Harus Dilakukan Jemaah Jika Tertinggal atau Salah Arah

Jemaah yang tertinggal rombongan atau pulang di waktu berbeda tidak perlu khawatir karena layanan bus shalawat tersedia selama 24 jam.

Cukup datang ke terminal sesuai rute hotel masing-masing. Jika bingung atau salah arah, petugas di halte dan terminal siap membantu memberikan arahan.

Dengan memahami rute, terminal, dan nomor trayek, jemaah dapat menggunakan bus shalawat gratis dengan lebih nyaman selama beribadah di Makkah.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Cara Jemaah Haji Indonesia ke Masjidil Haram Pakai Bus Shalawat, Beroperasi 24 Jam, Gratis”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arab Saudi Berlakukan Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha Pangan Ilegal saat Musim Haji 2026
Arab Saudi Berlakukan Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha Pangan Ilegal saat Musim Haji 2026
Aktual
Imranul Karin, Qari Asal Kaltim Berhasil Raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Imranul Karin, Qari Asal Kaltim Berhasil Raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Aktual
Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel
Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel
Aktual
Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Aktual
Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah
Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah
Aktual
Tips Ampuh Cegah Kaki Lecet dan Melepuh bagi Jemaah Haji Saat Ibadah di Tanah Suci
Tips Ampuh Cegah Kaki Lecet dan Melepuh bagi Jemaah Haji Saat Ibadah di Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci
Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Aktual
Keringat di Pasar Japura Antarkan Hasanudin dan Kudaedah ke Tanah Suci
Keringat di Pasar Japura Antarkan Hasanudin dan Kudaedah ke Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Kini Bisa Lapor Kendala di Tanah Suci lewat Aplikasi Kawal Haji
Jemaah Haji Kini Bisa Lapor Kendala di Tanah Suci lewat Aplikasi Kawal Haji
Aktual
PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
Aktual
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track Tanpa Antre
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track Tanpa Antre
Aktual
Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Aktual
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah, Ada yang Bisa Tampung 21.500 Orang
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah, Ada yang Bisa Tampung 21.500 Orang
Aktual
Sudah Dilarang, Petugas Masih Temukan Rice Cooker hingga Pemanas Air di Bagasi Jemaah Haji
Sudah Dilarang, Petugas Masih Temukan Rice Cooker hingga Pemanas Air di Bagasi Jemaah Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com