Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Pesawat Haji Tertunda Akibat Kendala Teknis, Ratusan Jemaah Terdampak

Kompas.com, 28 April 2026, 13:56 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Proses keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 kembali menjadi sorotan setelah dua penerbangan mengalami penundaan akibat kendala teknis pada pesawat.

Peristiwa ini tidak hanya berdampak pada jadwal keberangkatan, tetapi juga memunculkan perhatian terhadap aspek keselamatan dalam operasional haji yang melibatkan jutaan orang dari berbagai negara.

Di tengah dinamika tersebut, pemerintah menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Kronologi Penundaan Penerbangan Jemaah Haji

Gangguan pertama terjadi pada penerbangan rute Surabaya–Madinah yang dioperasikan oleh Saudi Arabian Airlines.

Pesawat mengalami masalah pada sistem hidrolik sehingga harus melakukan pendaratan teknis di Bandara Internasional Kualanamu.

Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, menegaskan sebanyak 380 jemaah terdampak langsung dari kejadian tersebut.

Mereka kemudian dipindahkan ke hotel-hotel sekitar bandara untuk beristirahat sambil menunggu kepastian keberangkatan lanjutan.

“Sebanyak 380 jemaah kini telah difasilitasi akomodasi di tiga hotel terpisah di sekitar bandara dan terus mendapatkan layanan serta pendampingan petugas.” tegas Maria dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenhaj, Senin (27/4/2026).

Kendala berikutnya terjadi di Bandara Hang Nadim, saat pesawat yang akan mengangkut jemaah Kloter 5 Embarkasi Batam mengalami gangguan pada sistem flight control.

Hingga perbaikan selesai, jemaah ditempatkan di beberapa hotel untuk memastikan kondisi tetap stabil sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Musim Haji, Warga dari Negara-negara Ini Masih Boleh Umrah hingga 3 Mei

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menekankan bahwa setiap keputusan penundaan diambil demi keselamatan jemaah.

Maria menegaskan bahwa pemerintah saat ini terus melakukan penanganan intensif terhadap situasi tersebut.

Ia juga menekankan bahwa aspek keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dan landasan paling penting dalam seluruh penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Pemerintah memastikan bahwa keselamatan dan kenyamanan jemaah merupakan prioritas utama," ungkap Maria.

Pernyataan ini menegaskan bahwa prosedur keselamatan dalam penerbangan tidak dapat dikompromikan, meskipun berdampak pada keterlambatan jadwal.

Dalam kajian penerbangan modern, prinsip ini dikenal sebagai safety over schedule. Dalam buku Aviation Safety Management Systems karya James Reason, dijelaskan bahwa tindakan pencegahan seperti penundaan atau pendaratan darurat justru merupakan indikator sistem keselamatan yang berjalan dengan baik.

Dampak bagi Jemaah: Fisik dan Psikologis

Penundaan perjalanan tentu membawa dampak bagi jemaah, terutama dari sisi fisik dan mental.

Perjalanan haji yang panjang membutuhkan kondisi tubuh yang prima, sementara ketidakpastian jadwal bisa memicu kelelahan dan kecemasan.

Dalam buku The Art of Rest, Claudia Hammond menulis bahwa kondisi menunggu tanpa kepastian dapat meningkatkan tekanan psikologis, terutama dalam situasi perjalanan jauh.

Oleh karena itu, penyediaan akomodasi dan pendampingan menjadi bagian penting dari mitigasi dampak tersebut.

Baca juga: Titip Doa ke Jemaah Haji, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Nabi

Imbauan Tegas untuk KBIU

Di tengah situasi ini, pemerintah juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIU) agar tidak memanfaatkan kondisi jemaah.

“Kami tegaskan kepada KBIU untuk tidak melakukan pungutan dalam bentuk apa pun, termasuk penawaran paket-paket wisata yang kemudian memanfaatkan jemaah. Fokus utama jemaah adalah beribadah.” kata Maria.

Imbauan ini bertujuan melindungi jemaah dari praktik yang tidak sesuai aturan, sekaligus menjaga kekhusyukan ibadah selama di Tanah Suci.

Kompleksitas Transportasi Haji Global

Penyelenggaraan ibadah haji merupakan salah satu mobilisasi manusia terbesar di dunia. Sistem transportasi udara yang digunakan harus mampu menangani volume penumpang yang sangat tinggi dalam waktu terbatas.

Dalam buku Global Air Transport Management karya Lucy Budd dan Stephen Ison, dijelaskan bahwa penerbangan haji termasuk dalam kategori transportasi musiman dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Kondisi ini membuat potensi gangguan teknis tetap ada, meskipun sistem telah dirancang seoptimal mungkin.

Baca juga: Haji Mabrur Tak Cukup Ihram, Ini Kunci Niat, Doa, dan Tanda-Tandanya

Antara Ujian dan Kesabaran

Dalam perspektif keagamaan, perjalanan haji tidak lepas dari berbagai ujian. Penundaan keberangkatan bisa menjadi salah satu bentuk ujian kesabaran bagi jemaah.

Nilai ini sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan kesabaran sebagai bagian dari ibadah. Setiap kesulitan yang dihadapi dengan ikhlas diyakini memiliki nilai pahala tersendiri.

Menjaga Ketenangan di Tengah Ketidakpastian

Penundaan dua penerbangan jemaah haji 2026 menjadi pengingat bahwa perjalanan ibadah tidak selalu berjalan sesuai rencana.

Namun di balik itu, terdapat sistem yang bekerja untuk memastikan keselamatan tetap terjaga.

Bagi jemaah, momen ini bukan sekadar menunggu keberangkatan, tetapi juga kesempatan untuk menjaga ketenangan, memperkuat niat, dan mempersiapkan diri secara spiritual.

Dan mungkin, dari situasi yang tak terduga inilah, makna perjalanan haji menjadi lebih dalam, bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati menuju keikhlasan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar