KOMPAS.com – Malam hari adalah fase paling sunyi dalam siklus harian manusia. Aktivitas mereda, tubuh mulai beristirahat, dan pikiran perlahan menenangkan diri.
Namun dalam ajaran Islam, waktu ini bukan sekadar penutup hari, melainkan momentum penting untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan dzikir sebelum tidur.
Di tengah kelelahan setelah menjalani rutinitas panjang, Rasulullah SAW justru mencontohkan sejumlah amalan ringan yang memiliki dampak besar bagi ketenangan jiwa dan perlindungan diri.
Amalan tersebut bukan hanya tradisi, tetapi bagian dari tuntunan sunnah yang sarat makna spiritual.
Lantas, bagaimana panduan doa dan dzikir malam sebelum tidur yang sesuai dengan ajaran Islam?
Dalam perspektif Islam, malam bukan hanya waktu istirahat fisik, tetapi juga fase refleksi spiritual.
Banyak ayat Al-Qur’an dan hadis yang menunjukkan keutamaan malam sebagai waktu mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam buku Rahasia Ibadah Malam karya Ahmad Rofi’i, dijelaskan bahwa malam memberikan suasana batin yang lebih khusyuk karena minim distraksi. Pada saat inilah doa lebih mudah dipanjatkan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Sejalan dengan itu, Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menegaskan bahwa dzikir sebelum tidur merupakan bagian dari adab harian seorang Muslim yang tidak boleh diabaikan.
Ia berfungsi sebagai “penutup amal” sebelum seseorang memasuki fase istirahat yang menyerupai kematian sementara.
Baca juga: Doa Sore Hari yang Dibaca Rasulullah: Amalkan Saat Matahari Terbenam
Doa sebelum tidur bukan sekadar ritual, melainkan bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah.
Dalam hadis sahih disebutkan bahwa tidur adalah kondisi di mana manusia tidak lagi memiliki kendali atas dirinya.
Karena itu, membaca doa sebelum tidur memiliki beberapa makna penting:
Pertama, sebagai bentuk tawakal. Seseorang menyerahkan hidup dan matinya kepada Allah.
Kedua, sebagai perlindungan dari gangguan, baik fisik maupun nonfisik.
Ketiga, sebagai sarana introspeksi setelah menjalani aktivitas seharian.
Dalam buku Energi Dzikir karya Amin dan Al-Fandi, disebutkan bahwa dzikir yang dilakukan sebelum tidur mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kualitas tidur karena menghadirkan rasa aman secara psikologis.
Berikut beberapa amalan dzikir dan doa yang dianjurkan dibaca sebelum tidur, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW:
Ayat Kursi menjadi salah satu bacaan utama sebelum tidur karena keutamaannya sebagai pelindung.
اَللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yuhiithuuna bi syai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’. Wa si’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo wa laa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘adhiim.
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapa yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang Ia kehendaki. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Artinya secara umum menegaskan kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi, serta penjagaan-Nya yang tidak pernah lalai.
Dalam hadis riwayat Bukhari, disebutkan bahwa siapa yang membacanya sebelum tidur akan dijaga oleh Allah hingga pagi hari.
Tiga surat ini dikenal sebagai Al-Mu’awwidzat yang berfungsi sebagai perlindungan dari berbagai keburukan.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
qul huwallâhu aḫad, allâhush-shamad, lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakul lahû kufuwan aḫad
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
qul a‘ûdzu birabbil-falaq, min syarri mâ khalaq, wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab, wa min syarrin-naffâtsâti fil-‘uqad, wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
qul a‘ûdzu birabbin-nâs, malikin-nâs, ilâhin-nâs, min syarril-waswâsil-khannâs, alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs, minal-jinnati wan-nâs
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)
Dianjurkan dibaca masing-masing tiga kali sebelum tidur, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih.
Menurut buku Adab Harian Seorang Muslim karya Abdul Aziz (2020), ketiga surat ini memiliki dimensi perlindungan spiritual yang mencakup gangguan manusia, jin, hingga bisikan negatif dalam diri.
Baca juga: Doa agar Orang Tua Sehat dan Dipanjangkan Umurnya
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Allahumma bika amsaynaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.
Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).”
Doa ini mencerminkan kesadaran bahwa tidur adalah bagian dari siklus kehidupan yang sepenuhnya berada dalam kuasa Allah.
Doa ini dikenal sebagai penghulu istighfar karena mencakup pengakuan dosa, nikmat, dan permohonan ampun.
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa siapa yang membacanya dengan penuh keyakinan, lalu meninggal dunia, maka ia termasuk penghuni surga.
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhanallah wa bi-hamdih.
Artinya: “Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Artinya: “Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 10x)
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya.” (Dibaca 3 x pada waktu petang)
Dzikir ini memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa dan mendatangkan ketenangan batin.
Selain membaca doa, terdapat beberapa adab yang dianjurkan sebelum tidur:
Dalam buku Prophetic Sleep Therapy karya Muhammad Syukron Maksum, dijelaskan bahwa kebiasaan tidur sesuai sunnah tidak hanya berdampak spiritual, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental.
Baca juga: Doa untuk Orang Sakit Sesuai Sunnah & Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Mengamalkan doa sebelum tidur memberikan berbagai manfaat nyata, baik secara spiritual maupun psikologis:
Dzikir membantu meredakan stres setelah aktivitas panjang seharian.
Perasaan tenang membuat tidur lebih nyenyak dan berkualitas.
Doa menjadi benteng dari gangguan yang tidak terlihat.
Rutinitas dzikir membangun kedekatan yang konsisten dengan Allah.
Dalam jurnal Islamic Studies Quarterly, disebutkan bahwa praktik dzikir harian, termasuk sebelum tidur, berkontribusi terhadap stabilitas emosi dan kesehatan mental.
Malam hari adalah kesempatan terakhir dalam satu siklus waktu untuk kembali merenung. Apa yang telah dilakukan, apa yang perlu diperbaiki, dan kepada siapa semua itu akan dipertanggungjawabkan.
Dzikir sebelum tidur bukan hanya bacaan, melainkan bentuk kesadaran bahwa hidup ini berada dalam kendali Allah sepenuhnya.
Di tengah dunia yang semakin sibuk dan bising, amalan ini menjadi ruang sunyi yang menghadirkan ketenangan.
Mungkin hanya beberapa menit sebelum terlelap. Namun dari sanalah, hati belajar untuk kembali tenang, dan tidur pun menjadi lebih bermakna, bukan sekadar istirahat, tetapi juga ibadah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang