Editor
KOMPAS.com - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah mengingatkan jamaah calon haji wanita untuk berhati-hati dalam penggunaan obat penunda haid.
Obat ini umum digunakan agar ibadah di Tanah Suci dapat berjalan tanpa hambatan.
Namun, penggunaan yang tidak sesuai aturan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Karena itu, kepatuhan terhadap dosis dan anjuran medis menjadi hal penting.
Baca juga: Atalia Praratya Imbau Jemaah Haji Batasi Aktivitas di Luar Ibadah Usai Insiden Bus di Madinah
Dilansir dari Antara, Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah Mohammad Risky menegaskan pentingnya mengikuti aturan pakai obat penunda haid secara tepat.
"Obat penunda haid itu bisa diminum asal sesuai dengan dosisnya atau cara penggunaannya yang benar," ujar Risky di Makkah, Arab Saudi, Kamis (30/7/2026).
Penggunaan obat ini dinilai wajar di kalangan jamaah calon haji wanita untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan secara maksimal.
Baca juga: 40 Tahun Menanti, RI Mulai Bangun Kampung Haji Dekat Masjidil Haram, Ada Terowongan Khusus Jemaah
Meski diperbolehkan secara medis, Risky mengingatkan bahwa kesalahan dalam penggunaan dosis dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
Di lapangan, tim kesehatan menemukan sejumlah kasus jamaah yang mengalami gangguan kesehatan hingga komplikasi akibat konsumsi obat penunda haid yang tidak sesuai anjuran.
Sebagai langkah mitigasi, KKHI telah menyiapkan alur penanganan bagi jamaah yang mengalami keluhan.
Tahap pertama adalah konsultasi awal, di mana jamaah diminta tidak panik dan segera berkonsultasi dengan dokter kloter atau dokter sektor masing-masing.
Jika keluhan berlanjut, jamaah dapat memperoleh penanganan lanjutan di fasilitas KKHI untuk mendapatkan perawatan lebih komprehensif.
Apabila terjadi komplikasi yang membutuhkan tindakan cepat, jamaah akan dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi untuk mendapatkan perawatan intensif.
KKHI juga mendorong jamaah agar aktif berkomunikasi dengan tenaga kesehatan selama pelaksanaan ibadah. Hal ini penting untuk memastikan ibadah berjalan lancar, aman, dan mabrur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang