Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Plastik Mahal, Pemkot Batu Imbau Gunakan Besek dan Daun Pisang Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha

Kompas.com, 30 April 2026, 23:01 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah Kota Batu mendorong pengurangan penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban pada Idul Adha 2026.

Imbauan ini muncul setelah harga plastik mengalami kenaikan dan penggunaannya dinilai kurang ramah lingkungan.

Alternatif kemasan alami seperti daun pisang dan besek bambu dinilai lebih efisien dan aman.

Selain itu, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam mengurangi sampah plastik.

Baca juga: Perumda Dharma Jaya Siapkan 900 Sapi Kurban untuk Idul Adha 2026 di Jakarta

Pemkot Batu Dorong Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

Berkaca pada pelaksanaan Idul Adha sebelumnya, pembagian daging kurban di Kota Batu masih didominasi penggunaan kantong plastik.

Namun, saat ini harga plastik terpantau mengalami kenaikan, sehingga mendorong pemerintah daerah untuk mencari alternatif kemasan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca juga: Beli Sapi Kurban 2026 Kapan? Ini Waktu Ideal dan Tips Memilihnya

Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto mengimbau masyarakat agar beralih menggunakan daun pisang atau besek bambu sebagai wadah daging kurban.

Alternatif Ramah Lingkungan dan Lebih Segar
Menurut Heli, penggunaan daun pisang dan besek bambu tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga dinilai lebih baik dalam menjaga kualitas daging.

“Kita semua tahu harga plastik naik, dan ini bisa jadi momen beralih ke wadah alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan."

"Saya rasa besek bambu atau daun pisang juga lebih bagus untuk menjaga kesegaran daging daripada plastik,” kata Heli Suyanto kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (30/4/2026).

Imbauan untuk Bawa Wadah Daging Kurban Sendiri

Heli juga mendorong masyarakat yang akan mengambil daging kurban untuk membawa wadah sendiri dari rumah.

Langkah ini dinilai dapat menekan penggunaan kantong plastik sekaligus mengurangi beban biaya panitia penyelenggara.

“Ini dapat menekan biaya operasional panitia sekaligus mengurangi sampah plastik di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Aspek Keamanan dan Higienitas Jadi Perhatian

Lebih lanjut, Heli mengingatkan bahwa penggunaan plastik daur ulang, terutama kresek hitam, berisiko bagi kesehatan karena mengandung zat kimia berbahaya.

“Kalau memang harus memakai plastik, baiknya gunakan plastik bening atau kemasan food grade yang lebih aman untuk makanan,” ujarnya.

Ia menegaskan aspek kebersihan dan higienitas harus menjadi prioritas utama dalam proses penyembelihan dan pengemasan hewan kurban.

Efisiensi Anggaran Operasional

Selain aspek lingkungan dan kesehatan, pengurangan penggunaan plastik juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi anggaran.

Pengadaan kantong plastik dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti menjaga kebersihan lokasi penyembelihan, distribusi daging, hingga operasional panitia selama Idul Adha.

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul “Harga Plastik Mahal, Pemkot Batu Imbau Warga Pakai Daun Pisang dan Besek Bambu untuk Daging Kurban”.
https://suryamalang.tribunnews.com/batu/284245/harga-plastik-mahal-pemkot-batu-imbau-warga-pakai-daun-pisang-dan-besek-bambu-untuk-daging-kurban

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar