Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Persiapan Kurban 2026: Intip Estimasi Harga Kambing dan Tips Memilih Hewan Terbaik

Kompas.com, 18 April 2026, 09:18 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, antusiasme umat Muslim untuk menunaikan ibadah kurban mulai terasa.

Salah satu persiapan yang paling krusial adalah memantau harga hewan kurban agar dapat menyesuaikan anggaran dengan kualitas hewan yang diinginkan.

Pada tahun 2026 ini, harga kambing di pasaran diprediksi mengalami variasi yang cukup signifikan tergantung pada bobot, jenis, dan lokasi pembelian.

Baca juga: Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama

Estimasi Harga Kambing Kurban 2026

Berdasarkan data dari berbagai sumber, harga kambing kurban tahun 2026 secara umum berada di kisaran Rp 2.000.000 hingga Rp 4.500.000 per ekor.

Namun, bagi Anda yang mencari spesifikasi tertentu, berikut adalah rincian perkiraan harganya:

  • Kambing Jawa (Randu): Dengan bobot rata-rata 30–40 kg, harga diperkirakan berkisar antara Rp 2.600.000 hingga Rp 3.500.000.
  • Kambing Kacang: Sebagai pilihan yang lebih ekonomis, jenis ini dibanderol sekitar Rp 1.400.000 hingga Rp 2.200.000 untuk bobot 20–30 kg.
  • Kambing Peranakan Etawa (PE): Untuk kualitas premium dengan bobot mencapai 50 kg, harganya bisa menyentuh angka Rp 3.500.000 hingga Rp 5.100.000.
  • Kambing Boer: Jenis impor dengan daging premium ini memiliki harga tertinggi, yakni sekitar Rp 5.000.000 hingga Rp 7.500.000 per ekor.

Selain pembelian secara individu, beberapa lembaga seperti Dompet Dhuafa menawarkan program promo dengan harga mulai dari Rp 1.800.000 untuk tipe standar.

Sementara itu, Baitulmaal Muamalat memprediksi rata-rata harga kambing standar nasional akan berada di angka Rp 2.800.000 hingga Rp 3.500.000.

Faktor Penentu Harga

Harga kambing kurban tidaklah statis. Bobot dan kondisi fisik menjadi penentu utama; semakin besar dan sehat hewan tersebut, semakin tinggi pula harganya. Selain itu, faktor lokasi juga beRp engaruh besar, di mana harga di kota-kota besar cenderung lebih mahal dibandingkan di daerah sentra peternakan karena adanya biaya distribusi dan transportasi.

Lonjakan harga biasanya terjadi mendekati hari H karena tingginya permintaan pasar. Oleh karena itu, para ahli menyarankan masyarakat untuk membeli lebih awal atau melalui sistem tabungan kurban agar mendapatkan harga yang lebih bersahabat.

Tips Memilih Kambing yang Sesuai Syariat

Agar ibadah kurban sah dan berkualitas, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih hewan yang dilansir dari situs resmi Baznas:

1. Cukup Umur: Kambing minimal harus berumur 1 tahun, yang bisa ditandai dengan tanggalnya sepasang gigi susu depan.

2. Kondisi Sehat dan Tidak Cacat: Pastikan hewan lincah, mata bersinar, nafsu makan baik, dan bulu tidak kusam. Hindari hewan yang buta, pincang, atau sangat kurus.

3. Bebas Penyakit: Cek apakah hidung hewan basah secara alami (bukan karena flu) dan tidak ada kotoran pada mata atau lubang hidung. Sangat disarankan untuk menanyakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari penjual.

4. Asal-Usul Ternak: Hindari membeli hewan yang dipelihara di tempat pembuangan sampah karena berisiko mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan manusia yang mengonsumsinya.

Kemudahan Kurban di Era Digital

Di tahun 2026, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk berkurban secara praktis melalui platform online seperti Baznas, Dompet Dhuafa, Baitulmaal Muamalat (BMM), hingga marketplace seperti Tokopedia dan OLX.

Baca juga: Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama

Melalui layanan ini, pekurban dapat membandingkan harga dari berbagai daerah dan memastikan hewan kurban didistribusikan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan, seperti daerah pedalaman atau wilayah terdampak bencana.

Dengan perencanaan yang matang dan ketelitian dalam memilih, ibadah kurban di tahun 2026 diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan keberkahan bagi yang menunaikan maupun yang menerima.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Haji Mabrur Tak Hanya Soal Ritual, Prof Niam Sebut Tandanya Terlihat dalam Kehidupan Sosial
Haji Mabrur Tak Hanya Soal Ritual, Prof Niam Sebut Tandanya Terlihat dalam Kehidupan Sosial
Aktual
Keajaiban Hidup Rabiah Al-Adawiyah, Wanita yang Bikin Malaikat Iri
Keajaiban Hidup Rabiah Al-Adawiyah, Wanita yang Bikin Malaikat Iri
Aktual
Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama
Kapan Batas Waktu untuk Meminta Doa Orang yang Baru Pulang Haji? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
8 Adab Minum Air Zamzam yang Dianjurkan Ulama, dari Menghadap Kiblat hingga Membaca Hamdalah
Aktual
Gus Yahya: Digdaya Bukan Proyek Pribadi, Ini Program Transformasi NU
Gus Yahya: Digdaya Bukan Proyek Pribadi, Ini Program Transformasi NU
Aktual
Persiapan Musim Haji 2027: Petugas Wajib Ikut Diklat Barak, Kemenhaj Bentuk Daker Khusus Armuzna
Persiapan Musim Haji 2027: Petugas Wajib Ikut Diklat Barak, Kemenhaj Bentuk Daker Khusus Armuzna
Aktual
Dua Jemaah Haji Asal Jember Wafat di Mekkah, Diduga Kelelahan Saat Menjalani Ibadah
Dua Jemaah Haji Asal Jember Wafat di Mekkah, Diduga Kelelahan Saat Menjalani Ibadah
Aktual
Imigrasi Soekarno-Hatta Percepat Kepulangan Jamaah Haji dengan Teknologi SCG
Imigrasi Soekarno-Hatta Percepat Kepulangan Jamaah Haji dengan Teknologi SCG
Aktual
Imam Besar Masjid Al-Aqsa Tolak RUU Israel Batasi Pengeras Suara Azan
Imam Besar Masjid Al-Aqsa Tolak RUU Israel Batasi Pengeras Suara Azan
Aktual
PBNU Bantah Tuduhan Penyimpangan Rekening, Siap Audit Terbuka
PBNU Bantah Tuduhan Penyimpangan Rekening, Siap Audit Terbuka
Aktual
Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji agar Meraih Haji Mabrur
Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji agar Meraih Haji Mabrur
Doa dan Niat
Gus Yahya Bantah Tambang NU untuk Kepentingan Pribadi: Ini Amanah Jam'iyah
Gus Yahya Bantah Tambang NU untuk Kepentingan Pribadi: Ini Amanah Jam'iyah
Aktual
Aturan bagi Jemaah Haji yang Bawa Kursi Roda Sendiri di Bandara
Aturan bagi Jemaah Haji yang Bawa Kursi Roda Sendiri di Bandara
Aktual
Bukan Rabiul Awal, Ini Alasan Tahun Baru Islam Dimulai 1 Muharram
Bukan Rabiul Awal, Ini Alasan Tahun Baru Islam Dimulai 1 Muharram
Aktual
7 Amalan Sunnah Setelah Pulang Haji agar Kemabruran Tetap Terjaga
7 Amalan Sunnah Setelah Pulang Haji agar Kemabruran Tetap Terjaga
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com