Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemarau Berkepanjangan? Baca Doa Ini agar Tanah Kembali Subur

Kompas.com, 7 Mei 2026, 13:51 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Cuaca panas berkepanjangan dan minimnya curah hujan mulai dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini membuat tanah mengering, debit air menurun, hingga aktivitas pertanian masyarakat ikut terdampak.

Dalam situasi seperti ini, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya berikhtiar secara lahiriah, tetapi juga memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah satu amalan yang diajarkan dalam Islam ketika terjadi kemarau panjang adalah memohon turunnya hujan melalui doa dan shalat istisqa’.

Tradisi memohon hujan ini telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad ketika wilayah Madinah mengalami kekeringan.

Dalam Islam, hujan dipandang sebagai bentuk rahmat Allah yang menghidupkan bumi, menyuburkan tanaman, serta menjadi sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.

Baca juga: Doa Saat Cuaca Panas Menyengat Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Shalat Istisqa dan Tradisi Meminta Hujan dalam Islam

Ketika musim kemarau berkepanjangan terjadi, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk melaksanakan shalat istisqa, yaitu shalat sunnah yang dilakukan khusus untuk memohon hujan.

Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa shalat istisqa dilakukan sebagai bentuk kerendahan hati manusia di hadapan Allah SWT sekaligus pengakuan bahwa hanya Dia yang mampu menurunkan hujan.

Tradisi ini bukan sekadar ritual meminta air turun dari langit, melainkan juga sarana memperbanyak istighfar, introspeksi diri, serta memperbaiki hubungan sosial dan spiritual.

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak doa, istighfar, dan sedekah ketika menghadapi kekeringan.

Doa Meminta Hujan yang Diajarkan Rasulullah

Salah satu doa meminta hujan yang diajarkan Rasulullah SAW berbunyi:

اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ

Allahumma asqinaa ghaitsan mughītsan, marī’an mari‘an, nāfi‘an ghaira dhārrin, ‘ājilan ghaira ājil.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menyelamatkan, menyenangkan, memberi manfaat, tidak membahayakan, segera dan tidak ditunda-tunda.”

Doa ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan permohonan hujan semata, tetapi juga memohon agar hujan yang turun membawa keberkahan dan manfaat, bukan bencana.

Baca juga: 7 Doa Saat Cuaca Panas Lengkap dengan Terjemahannya

Hujan sebagai Rahmat dan Tanda Kekuasaan Allah

Dalam Al-Qur’an, hujan berkali-kali disebut sebagai simbol rahmat dan kehidupan. Allah SWT berfirman:

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh berkah lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pepohonan dan biji-bijian yang dipanen.” (QS Qaf: 9)

Ayat tersebut menegaskan bahwa air hujan menjadi sumber utama kehidupan di bumi. Tanpa hujan, tanah akan mengering dan banyak makhluk hidup mengalami kesulitan.

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir dijelaskan bahwa turunnya hujan merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada manusia dan seluruh makhluk hidup.

Karena itu, ketika kemarau panjang terjadi, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Kemarau Panjang dan Muhasabah Diri

Fenomena kekeringan dalam Islam juga sering dijadikan pengingat agar manusia lebih banyak bermuhasabah dan memperbaiki diri.

Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali dijelaskan bahwa berbagai ujian alam dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dan rasa ketergantungan kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, selain berdoa meminta hujan, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak:

  • istighfar,
  • sedekah,
  • menjaga hubungan sesama manusia,
  • serta menghindari perbuatan zalim dan kerusakan di bumi.

Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW juga mengajarkan agar umat tidak berputus asa terhadap rahmat Allah, sekalipun kondisi kemarau terasa berat.

Baca juga: Terjebak Hujan Disertai Petir? Ini Doa Rasulullah Agar Terhindar Bahaya

Ikhtiar Spiritual dan Kepedulian Sosial

Kemarau panjang bukan hanya berdampak pada cuaca, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat.

Petani, peternak, hingga masyarakat yang bergantung pada sumber air alami sering menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.

Karena itu, Islam mengajarkan agar doa disertai dengan kepedulian sosial. Membantu sesama, berbagi air bersih, hingga menjaga lingkungan menjadi bagian dari amalan yang dianjurkan.

Dalam buku The Study Quran karya Seyyed Hossein Nasr disebutkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari amanah yang diberikan Allah SWT.

Memohon Hujan yang Membawa Keberkahan

Islam mengajarkan bahwa hujan yang baik bukan hanya derasnya air yang turun, tetapi hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi kehidupan.

Karena itu, doa meminta hujan selalu disertai harapan agar tanah kembali subur, tanaman tumbuh, sumber air kembali terisi, dan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Di tengah cuaca yang semakin tidak menentu, amalan doa dan shalat istisqa menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan selalu membutuhkan pertolongan Allah SWT dalam setiap keadaan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar