Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Hewan Kurban Harus Jantan? Ini Penjelasan Syariat Islam dan Pandangan Ulama

Kompas.com, 7 Mei 2026, 21:45 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber BAZNAS

KOMPAS.com - Ibadah kurban menjadi salah satu amalan utama umat Islam saat Hari Raya Idul Adha.

Dalam pelaksanaannya, umat Muslim menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi, atau unta sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Namun, di tengah masyarakat masih muncul pertanyaan mengenai alasan hewan kurban lebih dianjurkan berjenis kelamin jantan.

Baca juga: Perbedaan Kurban dan Akikah, Mulai dari Hukum, Waktu hingga Tujuannya

Penjelasan mengenai hal tersebut tidak hanya berkaitan dengan hukum fikih, tetapi juga menyangkut sunnah Nabi Muhammad SAW, kualitas hewan kurban, hingga hikmah di balik pelaksanaannya.

Alasan Hewan Kurban Jantan Lebih Dianjurkan

Dilansir dari laman Baznas, berikut penjelasan dan alasan hewan kurban jantan lebih dianjurkan dalam Islam sesuai syariat dan pandangan ulama.

Baca juga: Kurban Sapi Patungan atau Kambing Sendiri, Mana Lebih Utama? Ini Penjelasan Ulama

Hewan Kurban Jantan Dianjurkan dalam Sunnah Nabi

Anjuran memilih hewan jantan untuk kurban merujuk pada praktik yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menyembelih dua domba jantan bertanduk, berwarna putih bercampur hitam, dan dalam kondisi sehat.

Dari riwayat tersebut, para ulama menyimpulkan bahwa hewan jantan lebih utama dijadikan hewan kurban.

Meski demikian, syariat Islam tidak menetapkan hewan jantan sebagai syarat mutlak sahnya kurban. Pemilihan hewan jantan lebih bersifat anjuran untuk mengikuti sunnah Nabi SAW.

Selain itu, hewan jantan umumnya memiliki tubuh lebih besar, lebih kuat, dan lebih mahal sehingga dianggap mencerminkan bentuk pengorbanan terbaik kepada Allah SWT.

Hewan Jantan Dinilai Lebih Berkualitas untuk Kurban

Dalam Islam, kualitas hewan kurban menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah.

Hewan jantan dinilai memiliki tubuh lebih kokoh dan daging lebih banyak dibandingkan hewan betina.

Karena itu, hewan jantan dianggap lebih utama untuk dijadikan persembahan dalam ibadah kurban.

Selain faktor kualitas, penggunaan hewan jantan juga dinilai tidak mengganggu proses reproduksi ternak.

Berbeda dengan hewan betina produktif yang masih dapat berkembang biak, penyembelihan hewan jantan dianggap lebih maslahat karena tidak memengaruhi kelangsungan populasi ternak.

Sebaliknya, menyembelih hewan betina yang sedang bunting atau masih produktif dikhawatirkan dapat mengurangi populasi ternak dalam jangka panjang.

Pandangan Fikih tentang Kurban Hewan Betina

Dalam perspektif fikih, mayoritas ulama menyatakan hewan jantan maupun betina sama-sama sah dijadikan kurban selama memenuhi syarat syariat.

Menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu’, “Tidak makruh berkurban dengan hewan betina, namun hewan jantan lebih utama.”

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa kurban dengan hewan betina tetap diperbolehkan dan sah secara hukum Islam.

Karena itu, apabila kondisi ekonomi atau ketersediaan hewan membuat seseorang hanya dapat memperoleh hewan betina, maka kurban tetap dapat dilaksanakan dan tetap bernilai ibadah.

Syariat Islam juga memberikan kelonggaran selama hewan kurban memenuhi syarat seperti cukup umur, sehat, dan tidak cacat.

Makna Simbolik Hewan Jantan dalam Ibadah Kurban

Sejumlah ulama juga memandang pemilihan hewan jantan memiliki makna simbolik dalam ibadah kurban.

Hewan jantan sering dikaitkan dengan kekuatan, ketegasan, dan nilai pengorbanan yang lebih besar.

Hal tersebut dianggap sejalan dengan semangat pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Menyembelih hewan jantan dipandang sebagai bentuk kesiapan seorang Muslim menyerahkan sesuatu yang bernilai tinggi demi meraih ridha Allah SWT.

Karena itu, pemilihan hewan jantan dalam kurban tidak hanya dipahami dari sisi hukum, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan simbolik.

Hikmah Memilih Hewan Kurban Jantan

Anjuran memilih hewan jantan dalam ibadah kurban memiliki beberapa hikmah penting.

Selain mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, hewan jantan juga dinilai lebih berkualitas dan tidak mengganggu kelangsungan reproduksi ternak.

Namun, Islam tetap memberikan kemudahan bagi umat yang ingin berkurban menggunakan hewan betina selama memenuhi syarat sah kurban.

Dengan memahami alasan anjuran memilih hewan jantan, umat Islam diharapkan lebih selektif dalam menentukan hewan kurban dan semakin memahami makna ibadah kurban secara menyeluruh.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar