MADINAH, KOMPAS.com- Sebuah gedung percetakan Al Quran terbesar dunia, Kompleks King Fahd berdiri di Madinah, Arab Saudi.
Di tempat inilah Al Quran dicetak dan didistribusikan ke seluruh dunia dalam berbagai jenis dan bahasa terjemahan.
Kompleks tersebut berada di area seluas 250.000 meter persegi. Kompleks terdiri dari masjid, gedung administrasi dan pemeliharaan, percetakan, gudang, fasilitas transportasi dan pemasaran, perpustakaan, klinik medis, dan layanan pendukung lainnya.
Baca juga: Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah, Wisata Religi Futuristik Dekat Masjid Nabawi
Raja Fahd bin Abdulaziz meletakkan batu pertama kompleks percetakan Al Quran di Kota Madinah tersebut pada 16 Muharram 1403 H atau 1982 M.
Pada saat itu Raja Fahd berharap agar tempat percetakan itu menjadi sumber kebaikan dan berkah bagi umat Muslim.
Baca juga: Lebih dari 1 Juta Al-Quran Disediakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Selama Ramadhan
Dua tahun setelah peletakan batu pertama yakni pada 6 Safar tahun 1405 H (1984 M), Raja Fahd meresmikan kompleks percetakan Al Quran ini.
Seiring dengan berkembangnya zaman, kini sudah ada 1.100 orang pekerja, 87 persen di antaranya berasal dari Arab Saudi.
Mereka berlatar belakang dari berbagai disiplin ilmu seperti ilmuwan, professor universitas, teknisi, hingga administrator.
Sebuah mushaf Al Quran di percetakan Al Quran terbesar dunia yang berdiri di Kompleks King Fahd Madinah, Arab Saudi.Kini, kapasitas produksi percetakan mencapai sekitar 18 juta hingga 20 juta eksemplar mushaf.
Ratusan juta mushaf pun telah didistribusikan ke seluruh dunia sejak kompleks ini pertama beroperasi.
Ada sekitar 77 bahasa terjemahan Al Quran dari berbagai negara yang telah diproduksi, seperti Indonesia, Jepang, Korea, Rusia, Mandarin, Inggri, Turki, dan lainnya. Tak hanya itu, percetakan ini juga memproduksi Al Quran braille untuk orang berkebutuhan khusus.
Setiap naskah melalui pemeriksaan dengan standar berlapis yang cermat dan ketat melibatkan para ulama dan ahli. Hal itu dilakukan untuk memastikan keakuratan setiap huruf, tajwid, dan lainnya.
Pecetakan tersebut pun tak hanya mencetak bentuk fisik mushaf namun juga rekaman, Al Quran digital, serta berbagai buku tentang ilmu Al Quran.
Suasana di dalam gedung percetakan Al-Quran terbesar dunia, Kompleks King Fahd berdiri di Madinah, Arab Saudi. Kompleks percetakan Al Quran King Fahd menerima sekitar lebih dari 400.000 pengunjung setiap tahun dari seluruh dunia. Mereka datang untuk menyaksikan langsung proses pencetakan Al Quran dari Kota Nabi.
Salah satu pengunjung adalah Erlina, asal Riau. Dia mengungkapkan rasa kekaguman melihat bagaimana kitab suci bisa diproduksi secara massif dengan menjaga akurasi.
"Kekaguman saya luar biasa melihat langsung tempat ini, semakin mengetahui bahwa Al Quran adalah kitab suci, mukjizat terbesar Rasulullah yang harus terus dijaga kemurniannya," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang