Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Jadwal Wukuf Haji 2026? Ini Waktu, Tata Cara, dan Doa di Arafah

Kompas.com, 11 Mei 2026, 13:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wukuf di Arafah menjadi momen paling penting dalam rangkaian ibadah haji. Bahkan, dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan bahwa inti ibadah haji adalah wukuf di Arafah.

Oleh karena itu, jadwal pelaksanaan wukuf selalu menjadi perhatian utama calon jemaah haji setiap tahunnya, termasuk pada musim haji 2026 atau 1447 Hijriah.

Jutaan umat Islam dari berbagai negara akan berkumpul di Padang Arafah untuk menjalankan rukun haji yang menentukan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.

Di tempat inilah para jemaah memperbanyak doa, dzikir, istighfar, hingga munajat memohon ampunan kepada Allah SWT.

Lalu, kapan jadwal wukuf di Arafah 2026 dilaksanakan? Bagaimana tata caranya, apa saja amalan yang dianjurkan, dan mengapa wukuf disebut sebagai puncak ibadah haji?
Berikut penjelasan lengkapnya.

Jadwal Wukuf di Arafah 2026

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M yang disusun Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada:

Selasa, 26 Mei 2026

bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Wukuf dimulai setelah tergelincir matahari atau masuk waktu Zuhur pada 9 Dzulhijjah dan berlangsung hingga terbit fajar 10 Dzulhijjah.

Dengan demikian, seluruh jemaah haji wajib berada di wilayah Arafah pada rentang waktu tersebut agar hajinya sah.

Dalam hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:

“Al-hajju ‘Arafah.”

“Haji itu adalah Arafah.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya wukuf dibanding rangkaian manasik lainnya.

Baca juga: Wukuf 2026 Lebih Tertata, Tenda Arafah Kini Punya Identitas Lengkap Penghuni

Apa Itu Wukuf di Arafah?

Secara bahasa, wukuf berarti berhenti atau berdiam diri. Namun dalam ibadah haji, wukuf bermakna hadir dan berada di Padang Arafah pada waktu tertentu sambil memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Dalam buku Kitab Lengkap dan Praktis Fiqh Wanita karya Abdul Syukur Al-Azizi dijelaskan bahwa wukuf merupakan rukun haji yang paling utama.

Tanpa melaksanakan wukuf, ibadah haji seseorang tidak dianggap sah meskipun seluruh rangkaian lainnya telah dilakukan.

Padang Arafah sendiri merupakan kawasan luas yang terletak sekitar 20 kilometer di sebelah tenggara Kota Makkah.

Tempat ini setiap tahun dipenuhi jutaan jemaah dari seluruh dunia dengan pakaian ihram berwarna putih.

Suasana Arafah sering disebut sebagai gambaran Padang Mahsyar karena seluruh manusia berkumpul tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun asal negara.

Mengapa Wukuf Disebut Puncak Haji?

Wukuf tidak hanya menjadi rukun haji, tetapi juga dianggap sebagai inti spiritual perjalanan ke Tanah Suci.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa Arafah merupakan tempat paling utama untuk memperbanyak doa dan taubat karena pada hari itu Allah SWT membanggakan hamba-hamba-Nya di hadapan para malaikat.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari api neraka selain hari Arafah.” (HR. Muslim)

Karena itu, banyak jemaah memanfaatkan waktu wukuf untuk menangis, bermuhasabah, dan memohon ampun atas seluruh dosa-dosa mereka.

Tata Cara Pelaksanaan Wukuf di Arafah

Dalam buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa pelaksanaan wukuf biasanya dimulai setelah khutbah Arafah dan salat jamak qasar Zuhur serta Ashar.

Berikut rangkaian umum pelaksanaan wukuf:

1. Mendengarkan Khutbah Wukuf

Khutbah biasanya berisi nasihat tentang ketakwaan, keikhlasan, persaudaraan Islam, dan makna haji.

2. Salat Jamak Qasar

Jemaah melaksanakan salat Zuhur dan Ashar secara jamak qasar taqdim.

3. Memperbanyak Ibadah

Setelah itu, jemaah dianjurkan memperbanyak:

  • Dzikir
  • Istighfar
  • Membaca Al-Qur’an
  • Talbiyah
  • Shalawat
  • Doa dan munajat

4. Berdiam di Arafah hingga Maghrib

Mayoritas jemaah bertahan di tenda Arafah hingga matahari terbenam sebelum bergerak menuju Muzdalifah.

Baca juga: Dzikir dan Doa Hari Arafah, Bacaan yang Dianjurkan Saat Wukuf

Apakah Harus Suci Saat Wukuf?

Banyak jemaah perempuan khawatir ketika mengalami haid menjelang wukuf. Namun para ulama menjelaskan bahwa wukuf tetap sah meskipun seseorang sedang berhadas besar atau kecil.

Dalam kitab-kitab fikih dijelaskan bahwa syarat utama wukuf adalah hadir di Arafah pada waktunya, bukan dalam keadaan suci.

Oleh karena itu:

  • perempuan haid tetap boleh wukuf,
  • jemaah sakit tetap bisa mengikuti wukuf,

bahkan jemaah yang dirawat di rumah sakit tetap diusahakan mengikuti safari wukuf apabila memungkinkan.

Safari Wukuf bagi Jemaah Sakit

Pemerintah Indonesia setiap tahun menyiapkan program safari wukuf bagi jemaah lanjut usia atau sakit berat.

Melalui program ini, jemaah dibawa menggunakan ambulans atau kendaraan khusus menuju Arafah agar tetap dapat menjalankan rukun haji.

Dalam praktiknya, safari wukuf menjadi solusi penting agar jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu tetap memperoleh kesempatan menyempurnakan ibadah hajinya.

Doa Ketika Masuk Arafah

Dalam buku Doa dan Dzikir terbitan Kementerian Agama disebutkan salah satu doa yang dianjurkan saat memasuki Arafah:

اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ، وَبِكَ اعْتَصَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ تُبَاهِي بِهِ الْيَوْمَ مَلَائِكَتَكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Allahumma ilaika tawajjahtu wabika’tashamtu wa‘alaika tawakkaltu. Allahummaj‘alnii mimman tubaahi bihil yauma malaaikataka innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap, kepada-Mu aku berpegang teguh, dan kepada-Mu aku bertawakal. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau banggakan di hadapan para malaikat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Saat Wukuf di Arafah? Ini Amalan Utamanya

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi)

Karena itu, para ulama menganjurkan jemaah untuk memperbanyak doa pribadi, memohon ampunan, keselamatan, keberkahan hidup, hingga husnul khatimah.

Tidak sedikit jemaah yang telah menyiapkan daftar doa sejak sebelum berangkat haji agar dapat dibaca saat wukuf berlangsung.

Hubungan Wukuf dan Puasa Arafah

Sementara jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah, umat Islam di seluruh dunia yang tidak berhaji dianjurkan menjalankan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Jika jadwal Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, maka puasa Arafah diperkirakan berlangsung pada:

Selasa, 26 Mei 2026, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Arafah.

Persiapan Jemaah Menjelang Wukuf

Karena cuaca Arafah sangat panas, jemaah biasanya dianjurkan mempersiapkan:

  • payung,
  • air minum,
  • obat-obatan pribadi,
  • masker,
  • pakaian ihram cadangan,
  • hingga menjaga kondisi fisik sejak sebelum puncak haji.

Dalam buku Manasik Haji dan Umrah karya KH. Ahmad Sarwat dijelaskan bahwa kesiapan fisik dan mental sangat penting karena fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) merupakan rangkaian paling padat dan melelahkan dalam ibadah haji.

Momen Paling Menggetarkan dalam Ibadah Haji

Bagi banyak jemaah, wukuf di Arafah bukan sekadar ritual wajib, tetapi pengalaman spiritual yang sangat menggetarkan.

Di tempat inilah jutaan manusia berkumpul dengan pakaian sederhana, meninggalkan status sosial dan urusan duniawi, lalu berdiri sama di hadapan Allah SWT.

Karena itu, jadwal wukuf di Arafah 2026 menjadi informasi penting yang wajib diketahui setiap calon jemaah haji agar dapat mempersiapkan ibadah dengan lebih matang dan khusyuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengenal Larangan Haji Selama Ihram, Ini Arti Rafats, Fusuq, dan Jidal
Mengenal Larangan Haji Selama Ihram, Ini Arti Rafats, Fusuq, dan Jidal
Aktual
PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Kontrol Penyakit Komorbid dan Hindari Kelelahan
PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Haji Kontrol Penyakit Komorbid dan Hindari Kelelahan
Aktual
Kapan Jadwal Wukuf Haji 2026? Ini Waktu, Tata Cara, dan Doa di Arafah
Kapan Jadwal Wukuf Haji 2026? Ini Waktu, Tata Cara, dan Doa di Arafah
Aktual
Sistem Buka Tutup Diterapkan di Terminal Ajyad untuk Jaga Keselamatan Jamaah Haji Indonesia
Sistem Buka Tutup Diterapkan di Terminal Ajyad untuk Jaga Keselamatan Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya
Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya
Aktual
Wajah Baru Fasilitas Arafah untuk Menyambut Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji 2026
Wajah Baru Fasilitas Arafah untuk Menyambut Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya
Kapan Libur Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dan Cuti Bersamanya
Aktual
Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dengan Senin Kamis? Ini Hukumnya
Bolehkah Menggabungkan Puasa Qadha dengan Senin Kamis? Ini Hukumnya
Aktual
Waktu Sholat Dhuha Terbaik agar Mustajab, Lengkap Niat dan Doa
Waktu Sholat Dhuha Terbaik agar Mustajab, Lengkap Niat dan Doa
Doa dan Niat
Untuk Pertama Kalinya Arab Saudi Izinkan Perempuan Ikut MTQ di Mekkah
Untuk Pertama Kalinya Arab Saudi Izinkan Perempuan Ikut MTQ di Mekkah
Aktual
Dalil Potong Kuku Idul Adha, Ini Penjelasan Lengkap Larangan bagi Shahibul Kurban
Dalil Potong Kuku Idul Adha, Ini Penjelasan Lengkap Larangan bagi Shahibul Kurban
Aktual
Gus Ipul Ajak Ponpes se-Madura Ikut Sukseskan Program Prabowo, Soroti Data Bansos dan Sekolah Rakyat
Gus Ipul Ajak Ponpes se-Madura Ikut Sukseskan Program Prabowo, Soroti Data Bansos dan Sekolah Rakyat
Aktual
Hukum Potong Kuku sebelum Kurban Idul Adha Menurut 4 Mazhab
Hukum Potong Kuku sebelum Kurban Idul Adha Menurut 4 Mazhab
Aktual
2 Calon Jamaah Haji Pamekasan Gagal Berangkat ke Makkah karena Sakit
2 Calon Jamaah Haji Pamekasan Gagal Berangkat ke Makkah karena Sakit
Aktual
Jemaah Haji RI Sering Tersesat di Nabawi, Ini Lokasi 5 Pos Bantuan di Madinah
Jemaah Haji RI Sering Tersesat di Nabawi, Ini Lokasi 5 Pos Bantuan di Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com