Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manajemen Struktur Kloter Jadi Kunci Pelayaan Jemaah Haji Mandiri

Kompas.com, 17 Mei 2026, 19:00 WIB
Pythag Kurniati,
Puspasari Setyaningrum

Tim Redaksi

JEDDAH, KOMPAS.com- Jam menunjukkan pukul 02.25 Waktu Arab Saudi saat jemaah haji kelompok terbang (kloter) 11 asal Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe memasuki plaza ruang tunggu haji Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Minggu (17/5/2026).

Mayoritas jemaah kloter 11 yang tergabung dalam embarkasi Batam (BTJ) adalah jemaah haji mandiri.

Jemaah haji mandiri merujuk pada jemaah yang menjalankan ibadah secara independen tanpa menggunakan jasa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Baca juga: Arab Saudi Pakai Drone Kirim Obat saat Haji 2026, Cuma Butuh 6 Menit

Kompas.com dan tim Media Center Haji berkesempatan berbincang dengan Ketua Kloter 11 BTJ, Al Firdaus Putra. Firdaus, demikian sapaannya, membenarkan bahwa mayoritas dari total 393 orang jemaah di kloter tersebut adalah haji mandiri.

Firdaus menuturkan Kota Lhokseumawe merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Aceh setelah Kota Banda Aceh.

Baca juga: PPIH Ungkap Kisah Saifuddin, Jamaah Haji Tunanetra Asal Sinjai yang Sentuh Hati Pemerintah Saudi

Mayoritas penduduknya memang telah memiliki latar belakang pengetahuan agama yang baik.

"Di situ juga sudah banyak universitas-universitas, jadi untuk urusan agama pun latar belakang pengetahuan mereka sudah baik," kata Firdaus, Minggu (17/5/2026) dini hari.

Manajemen struktur jadi kunci

Bagi Firdaus, jemaah haji mandiri tetap dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman. Manajemen struktur yang baik dari tingkat ketua kloter hingga ketua regu menjadi kunci pelayanan jemaah.

Menurutnya, pemerintah telah memberikan pelayanan manasik terukur dari tingkat kecamatan hingga kabupaten dan kota bagi jemaah haji mandiri.

Pemegang struktur kloter berperan memastikan agar jemaah beribadah sesuai ketentuan.

"Misalnya yang kami lakukan, kami membuat sebuah buku berisi check list jemaah yang dibagikan ke ketua regu dan ketua rombongan," katanya.

Ketua regu bertanggung jawab pada 10 orang jemaah, sedangkan ketua rombongan bertanggung jawab pada 40 orang jemaah.

Kemudian ada pula petugas bimbingan ibadah kloter yang memastikan jalannya proses ibadah.

Tugas mereka memastikan jemaah terlayani, mulai dari penyediaan kartu nusuk sejak dari embarkasi hingga memonitor ibadah jemaah.

"Apakah tawafnya sudah tujuh kali, apakah sainya sudah memenuhi, nah itu semua kami check list jika sudah," imbuh dia.

Firdaus mengaku sejauh itu tidak ada kendala dalam pelayanan bagi jemaah haji, termasuk jemaah mandiri.

Para jemaah asal Aceh pun sudah melakukan ketentuan ibadah, seperti syarat ihram dengan tertib.

"Saat kami berkeliling untuk memastikan syarat ihram, mereka sudah tertib, Alhamdulillah berarti manasiknya berhasil," katanya.

Dia menambahkan jemaah haji mandiri tidak perlu merasa khawatir lantaran petugas bimbingan kloter dan petugas PPIH Arab Saudi akan memberikan pelayanan maksimal.

Jemaah Sumenep mantap berhaji mandiri

Tak hanya ditemukan pada jemaah Aceh, jemaah asal Sumenep, Jawa Timur Suwaris mengaku tak khawatir memilih jalur mandiri sejak pertama kali mendaftar haji.

Menurutnya, pengetahuan ibadah haji sudah cukup diperoleh dari manasik yang dilakukan oleh pemerintah baik di tingkat kecamatan dan kabupaten/kota.

"Mulai dari naik pesawat sampai jalur masuk Masjidil Haram dijelaskan," kata dia, saat diwawancarai oleh Tim Media Center Haji 2026.

Ketua Rombongan SUB 77 asal Sumenep, Moh Kamil mengatakan, pilihan berhaji mandiri tidak serta-merta datang.

Keyakinannya semakin menguat setelah melihat pendampingan dari para petugas kloter.

"Alhamdulillah petugas kloter hadir mendampingi, memberikan pengarahan pada jemaah yang butuh penjelasan khusus," kata dia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar