Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kedatangan Jamaah Haji Indonesia Hampir Rampung, Petugas Mulai Bersiap Hadapi Fase Armuzna

Kompas.com, 17 Mei 2026, 08:39 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Fase kedatangan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi mulai mendekati tahap akhir menjelang puncak ibadah haji 2026.

Hingga Sabtu (16/5/2026), ratusan ribu jamaah telah tiba di Tanah Suci melalui berbagai kelompok terbang dari Indonesia.

Di tengah padatnya arus kedatangan, petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi kini mulai mempersiapkan diri menghadapi fase paling krusial dalam penyelenggaraan haji, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Dapat 15 Porsi Makanan Siap Santap saat Puncak Armuzna

Selain memastikan pelayanan kedatangan berjalan lancar, petugas juga harus menghadapi tantangan tingginya jumlah jamaah lanjut usia dan kondisi cuaca panas di Arab Saudi.

Lebih dari 168 Ribu Jamaah Haji Tiba di Arab Saudi

Hingga Sabtu siang waktu Arab Saudi, sebanyak 168.009 jamaah haji Indonesia yang tergabung dalam 435 kelompok terbang telah tiba di Tanah Suci.

Baca juga: Persiapan Armuzna 2026: Musyrif Diny Minta Jemaah Batasi Umrah Sunnah

Jumlah tersebut mencapai sekitar 83 persen dari total keseluruhan jamaah haji Indonesia tahun ini.

Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Abdul Basir mengatakan operasional kedatangan tahun ini menghadapi tantangan besar karena banyaknya jamaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus sejak turun dari pesawat.

“Total jemaah lansia kita mencapai 36.627 orang atau sekitar 21 persen dari total jemaah Indonesia tahun ini,” ujar Basir di Jeddah.

Tingginya Jumlah Jamaah Lansia Jadi Tantangan Pelayanan

Menurut Basir, pelayanan haji tahun ini bukan hanya memindahkan jamaah dari bandara menuju hotel, tetapi juga memastikan jamaah dalam kondisi rentan tetap aman dan nyaman di tengah suhu ekstrem Arab Saudi.

Setiap hari, petugas bandara melayani jamaah yang kelelahan setelah penerbangan panjang, pengguna kursi roda, hingga jamaah sakit yang memerlukan penanganan cepat setibanya di terminal kedatangan.

Pada Kloter 10 Embarkasi Aceh (BTJ 10), jumlah pengguna kursi roda bahkan mencapai 37 orang dalam satu kloter.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi selama operasional kedatangan haji tahun ini.

“Memang membutuhkan waktu lebih panjang untuk pelayanan, tetapi seluruh petugas tetap siaga untuk membantu jemaah, khususnya lansia,” katanya.

Petugas Bandara Bersiap Diterjunkan ke Armuzna

Di tengah operasional kedatangan yang masih berlangsung, petugas Daker Bandara juga mulai mempersiapkan diri menghadapi fase puncak ibadah haji di Armuzna.

Konsolidasi internal dilakukan sebelum kedatangan jamaah terakhir selesai untuk mengalihkan fokus pelayanan dari bandara menuju Arafah.

Menurut Basir, para petugas Daker Bandara nantinya akan diperbantukan sebagai Satuan Tugas Arafah guna memperkuat pelayanan saat jutaan jamaah mulai bergerak menuju puncak ibadah haji.

“Sebelum kedatangan jemaah terakhir selesai, kami sudah mulai konsolidasi untuk penugasan Armuzna,” ujarnya.

Rencananya, petugas bandara akan diberangkatkan menuju Makkah pada 23 Mei sebelum diterjunkan ke Arafah mulai 25 Mei 2026.

Sejumlah Kendala di Bandara Berhasil Ditangani

Meski operasional kedatangan berjalan relatif stabil, sejumlah insiden kecil tetap terjadi selama pelayanan di lapangan.

Beberapa jamaah dilaporkan sakit sesaat setelah keluar dari terminal, sementara ada pula kasus paspor tertinggal di pesawat atau terbawa jamaah lain.

Namun, seluruh persoalan tersebut dapat ditangani dengan cepat oleh petugas.

“Ada beberapa jemaah yang harus dirawat di rumah sakit, tetapi semuanya tertangani dengan baik. Begitu juga paspor yang tertinggal, semuanya bisa diselesaikan,” katanya.

Jamaah Diminta Menjaga Kondisi Jelang Wukuf

Cuaca panas di Makkah dan Jeddah juga menjadi perhatian serius PPIH Arab Saudi menjelang fase Armuzna.

Basir mengimbau jamaah mulai membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak agar stamina tetap terjaga menjelang wukuf di Arafah.

“Cuaca semakin panas. Jemaah harus menjaga pola makan, cukup minum, cukup istirahat, dan jangan terlalu sering keluar hotel kalau tidak ada kepentingan penting,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak menghabiskan energi untuk aktivitas sunnah berlebihan sebelum memasuki puncak ibadah haji.

“Ibadah puncaknya ada di Arafah. Jadi tenaga harus benar-benar dijaga,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Di Tengah Cuaca Panas dan Ribuan Kedatangan, PPIH Arab Saudi Bersiap Tinggalkan Bandara Demi Armuzna". 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar